Pengalihan 10 Miliar Saham Bayan Resources ke Haji Isam Ubah Peta Kepemilikan BYAN

Rencana pengalihan 10.000.000.500 saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) kepada PT Jhonlin Baratama milik pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam diperkirakan mengubah komposisi pemegang saham perusahaan tambang batu bara tersebut. Jumlah saham yang akan dialihkan setara dengan sekitar 30 persen dari seluruh saham Bayan Resources yang telah diterbitkan.

Berdasarkan data kepemilikan saham per 31 Maret 2026, Bayan Resources memiliki total 33.333.335.000 saham beredar. Saat ini, kepemilikan terbesar berada di tangan Low Tuck Kwong dan putrinya, Elaine Low. Keduanya secara bersama-sama menguasai sekitar 62,25 persen saham BYAN.

Meski demikian, rincian mengenai pembagian saham yang akan dialihkan antara Low Tuck Kwong dan Elaine Low belum disampaikan secara spesifik. Karena itu, sisa kepemilikan Low Tuck Kwong setelah transaksi belum dapat dihitung secara pasti.

Rencana Pengalihan 30 Persen Saham BYAN

Perjanjian jual beli saham yang menjadi dasar rencana transaksi tersebut ditandatangani oleh Low Tuck Kwong dan Elaine Low dengan PT Jhonlin Baratama. Nilai transaksi dalam konteks jumlah saham mencakup pengalihan sebanyak 10.000.000.500 saham Bayan Resources.

Jika dibandingkan dengan total 33.333.335.000 saham yang telah diterbitkan, jumlah tersebut setara sekitar 30 persen. Dengan demikian, apabila transaksi terealisasi, secara matematis akan terdapat sekitar 23,33 miliar saham atau 70 persen saham BYAN yang tidak dialihkan.

Namun, angka 70 persen tersebut bukanlah kepemilikan baru yang otomatis menjadi milik satu pihak tertentu. Sisa saham akan tetap tersebar di antara pemegang saham lain berdasarkan jumlah saham yang mereka miliki setelah transaksi.

Berapa Sisa Saham Low Tuck Kwong?

Pertanyaan mengenai jumlah saham Low Tuck Kwong setelah pengalihan kepada Haji Isam belum bisa dijawab secara definitif. Keterbukaan informasi yang tersedia hanya menyebut bahwa perjanjian tersebut melibatkan Low Tuck Kwong dan Elaine Low, serta mencakup pengalihan 10.000.000.500 saham.

Dokumen tersebut belum merinci berapa saham yang berasal dari kepemilikan Low Tuck Kwong dan berapa saham yang berasal dari kepemilikan Elaine Low. Padahal, informasi itu diperlukan untuk menghitung sisa saham masing-masing pihak secara individual.

Perhitungan Berdasarkan Kepemilikan Gabungan

Low Tuck Kwong tercatat memiliki 13.406.921.870 saham atau sekitar 40,25 persen. Sementara itu, Elaine Low menguasai 7.333.833.700 saham atau sekitar 22 persen. Jika 10 miliar saham yang dialihkan dihitung sebagai pengurangan dari kepemilikan gabungan keduanya, maka porsi gabungan Low Tuck Kwong dan Elaine Low akan berkurang dari sekitar 62,25 persen menjadi sekitar 32,25 persen.

Perhitungan tersebut hanya menunjukkan sisa kepemilikan secara gabungan. Angka itu tidak dapat digunakan untuk menentukan berapa saham Low Tuck Kwong yang tersisa secara individual.

Ilustrasi Jika Seluruh Saham Berasal dari Low Tuck Kwong

Sebagai ilustrasi, apabila seluruh 10.000.000.500 saham yang dialihkan berasal dari kepemilikan Low Tuck Kwong, maka saham yang dimilikinya akan tersisa sekitar 3,41 miliar saham. Porsi tersebut setara dengan sekitar 10,22 persen dari total saham Bayan Resources.

Namun, skenario tersebut hanya merupakan ilustrasi matematis. Komposisi sebenarnya masih bergantung pada rincian alokasi saham yang dialihkan oleh Low Tuck Kwong dan Elaine Low dalam transaksi dengan PT Jhonlin Baratama.

Komposisi Pemegang Saham BYAN Sebelum Transaksi

Mengacu pada data per 31 Maret 2026, struktur kepemilikan saham Bayan Resources terdiri atas sejumlah pemegang saham utama, masyarakat, serta jajaran direksi. Berikut komposisinya:

  • Low Tuck Kwong: 13.406.921.870 saham atau sekitar 40,25 persen.
  • Elaine Low: 7.333.833.700 saham atau sekitar 22 persen.
  • PT Sumber Suryadaya Prima: 3.333.380.000 saham atau 10 persen.
  • Masyarakat nonwarkat: 7.095.707.130 saham atau sekitar 21,287 persen.
  • Kepemilikan direksi lainnya: sekitar 6,46 persen.

Kepemilikan direksi lainnya terdiri atas beberapa nama, termasuk Low Tuck Kwong dalam kapasitasnya sebagai anggota direksi. Oleh sebab itu, angka-angka tersebut perlu dilihat sebagai keseluruhan struktur kepemilikan sebelum rencana pengalihan saham berlangsung.

Siapa Pemilik 70 Persen Saham yang Tersisa?

Apabila Haji Isam melalui PT Jhonlin Baratama merealisasikan akuisisi 30 persen saham BYAN, sekitar 70 persen saham akan tetap berada pada pemegang saham lainnya. Berdasarkan struktur per 31 Maret 2026, saham tersebut secara matematis masih terkait dengan Low Tuck Kwong, Elaine Low, PT Sumber Suryadaya Prima, masyarakat nonwarkat, dan sejumlah anggota direksi.

Dengan demikian, sisa 70 persen saham tidak otomatis menjadi milik Low Tuck Kwong, Elaine Low, atau PT Sumber Suryadaya Prima secara tunggal. Pembagiannya akan mengikuti kepemilikan masing-masing setelah transaksi, sementara porsi saham Low Tuck Kwong dan Elaine Low masih menunggu rincian resmi mengenai asal saham yang dialihkan.

Kesimpulan

Rencana pengalihan 10.000.000.500 saham Bayan Resources kepada PT Jhonlin Baratama setara dengan sekitar 30 persen dari total saham BYAN. Transaksi ini berpotensi mengubah susunan pemegang saham perusahaan, khususnya kepemilikan Low Tuck Kwong dan Elaine Low yang saat ini mencapai sekitar 62,25 persen secara gabungan.

Meski sisa kepemilikan gabungan keduanya dapat diperkirakan sekitar 32,25 persen apabila seluruh saham pengalihan diperhitungkan dari kepemilikan mereka, sisa saham Low Tuck Kwong secara individual belum dapat diketahui. Kepastian tersebut masih menunggu rincian alokasi saham yang dialihkan dalam transaksi dengan PT Jhonlin Baratama.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment