Veda Ega Pratama Terpuruk di Practice Moto3 Austria 2026, Honda Team Asia Selidiki Penyebabnya
Honda Team Asia tengah berupaya menemukan penyebab penurunan performa Veda Ega Pratama pada hari pertama Moto3 Austria 2026. Pembalap rookie asal Indonesia itu mengawali rangkaian sesi dengan hasil cukup menjanjikan, tetapi gagal mempertahankan catatan waktunya ketika menjalani sesi practice pada Jumat (18/9).
Veda sebelumnya mampu menempati peringkat kedelapan dalam sesi free practice (FP) 1. Namun, performanya merosot pada sesi practice sehingga hanya berada di posisi ke-18. Hasil tersebut membuat Veda tidak dapat langsung mengamankan tempat di sesi kualifikasi kedua atau Q2.
Dengan posisi itu, Veda harus lebih dahulu mengikuti Q1 setelah menyelesaikan sesi free practice 2 (FP2) yang berlangsung pada Sabtu (19/9). Situasi tersebut menjadi perhatian serius bagi Honda Team Asia karena jarak menuju posisi yang bisa mengantarkan pembalap langsung ke Q2 sebenarnya sangat tipis.
Performa Veda Menurun dari FP1 ke Practice
Veda menunjukkan penampilan yang cukup kompetitif pada FP1. Berada di posisi kedelapan memberikan gambaran bahwa pembalap tersebut memiliki peluang untuk bersaing di papan atas. Akan tetapi, performanya pada sesi practice tidak berkembang sesuai harapan.
Alih-alih memperbaiki waktu, Veda justru kesulitan memangkas catatan waktunya. Penurunan tersebut membuatnya turun ke peringkat ke-18 dan harus memulai perjuangan dari Q1 untuk mendapatkan kesempatan melaju ke Q2.
Manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, menyatakan tim akan memeriksa data secara cermat untuk memahami alasan di balik perubahan performa Veda. Menurutnya, situasi yang dialami Veda berbeda dengan rekan setimnya, Zen Mitani.
Zen Mitani Tampil Lebih Baik pada Sesi Sore
Jika Veda mengalami penurunan, Zen Mitani justru mampu memperlihatkan perkembangan positif pada sesi practice. Aoyama mengatakan Zen tampil lebih nyaman dan percaya diri pada sore hari.
Pembalap tersebut juga berhasil memperbaiki catatan waktunya hampir tiga detik dibandingkan sesi pagi. Bagi Aoyama, peningkatan itu merupakan langkah besar yang menunjukkan adanya perkembangan dari sisi performa maupun kenyamanan saat berada di lintasan.
“Pada sore hari, Zen lebih nyaman dan percaya diri. Dia membuat perbaikan besar dan bisa memperbaiki catatan waktu hampir tiga detik dibanding sesi pagi, itu adalah langkah besar,” ujar Aoyama seperti dikutip dari rilis resmi Honda Team Asia.
Namun, Aoyama menjelaskan bahwa kondisi berbeda dialami Veda. Veda merasa lebih baik saat menjalani sesi pagi, tetapi menghadapi kesulitan ketika berusaha memperbaiki catatan waktunya pada sesi sore.
“Veda mengalami situasi berbeda. Dia merasa lebih baik pada pagi hari, tetapi pada sore hari dia kesulitan untuk memperbaiki catatan waktunya,” kata Aoyama.
Honda Team Asia Masih Punya Peluang
Meski kedua pembalap Honda Team Asia gagal masuk langsung ke Q2, Aoyama menilai peluang untuk memperbaiki posisi masih terbuka. Ia menyebut kedua pembalap hanya terpaut sekitar 0,2 detik dari posisi yang dibutuhkan untuk lolos langsung ke Q2.
Perbedaan waktu yang tipis tersebut membuat tim masih memiliki ruang untuk melakukan evaluasi dan mencoba sejumlah langkah pada sesi berikutnya. Data dari FP1 dan practice akan menjadi bahan penting untuk memahami area yang masih dapat diperbaiki.
“Kami harus mencari tahu mengapa dua pembalap kami mengalami situasi yang berbeda dan mengecek data secara hati-hati. Kedua pembalap gagal masuk ke Q2 secara langsung dengan perbedaan 0,2 detik, jadi memang sangat dekat jaraknya,” tutur Aoyama.
FP2 Jadi Kesempatan Memangkas Waktu
Honda Team Asia berharap Veda dan Zen dapat memanfaatkan FP2 yang berlangsung pada pagi hari untuk mendapatkan catatan waktu lebih baik. Sesi tersebut menjadi kesempatan bagi tim untuk menguji berbagai pendekatan sebelum menghadapi babak kualifikasi.
Aoyama menegaskan bahwa fokus utama tim saat ini adalah menemukan bagian-bagian yang masih dapat dipangkas waktunya. Dengan evaluasi yang tepat, Honda Team Asia berharap kedua pembalapnya bisa meningkatkan posisi dan masuk ke Q2.
“Kami masih punya kesempatan besok, jadi kami bisa mencoba banyak hal pada pagi hari dan melihat kesempatan berkembang. Hal penting saat ini adalah memahami di mana mereka bisa memangkas waktu dan membuat kedua pembalap masuk ke Q2,” ujar Aoyama.
Kesimpulan
Penurunan Veda Ega Pratama dari posisi kedelapan pada FP1 ke peringkat ke-18 di practice Moto3 Austria 2026 menjadi perhatian Honda Team Asia. Tim masih mencari penyebab perbedaan performa tersebut, terutama karena Veda tampil lebih baik pada pagi hari tetapi kesulitan berkembang pada sesi sore.
Di sisi lain, Zen Mitani menunjukkan kemajuan besar dengan memperbaiki catatan waktunya hampir tiga detik. Dengan selisih hanya 0,2 detik dari posisi untuk lolos langsung ke Q2, Honda Team Asia masih memiliki peluang untuk bangkit. Hasil FP2 akan menjadi penentu penting bagi Veda dan Zen sebelum mereka menjalani persaingan di sesi kualifikasi.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment