Mungyeongsaejae Open Set, Destinasi Wisata Pecinta Drakor Kolosal di Korea Selatan
Popularitas drama Korea atau drakor bergenre kolosal tidak hanya menarik perhatian penonton melalui alur cerita dan akting para pemerannya. Tren tersebut juga mendorong berkembangnya screen tourism, yaitu aktivitas wisata dengan mengunjungi lokasi yang digunakan dalam produksi film atau serial televisi. Salah satu destinasi yang ikut merasakan dampak tren ini adalah Mungyeongsaejae Open Set di Provinsi Gyeongsangbuk-do, Korea Selatan.
Kompleks studio terbuka ini menjadi tujuan wisata bagi pencinta drakor yang ingin merasakan secara langsung suasana Korea pada era Dinasti Joseon. Dengan deretan bangunan tradisional dan lanskap perkotaan kuno, Mungyeongsaejae Open Set menawarkan pengalaman yang membuat pengunjung seolah-olah berada di dalam adegan drama sejarah.
Mengenal Mungyeongsaejae Open Set
Mungyeongsaejae Open Set dibangun di atas lahan seluas sekitar 70 ribu meter persegi. Area tersebut dilengkapi kurang lebih 130 bangunan replika yang menggambarkan kehidupan masyarakat pada masa Dinasti Joseon.
Berbagai bangunan ikonik tersedia di dalam kompleks ini. Pengunjung dapat menemukan replika gerbang Istana Gwanghwamun, kawasan kediaman bangsawan atau Donggung, permukiman rakyat biasa, hingga area pasar tradisional. Keberagaman bangunan tersebut membuat kawasan ini mampu menghadirkan gambaran kehidupan sosial dengan latar yang berbeda-beda.
Arsitektur tradisional yang menjadi ciri utama Mungyeongsaejae Open Set juga membuatnya memiliki daya tarik visual yang kuat. Tidak mengherankan apabila kompleks ini kerap digunakan sebagai lokasi pengambilan gambar untuk drama sejarah Korea.
Lokasi Syuting Berbagai Drama Sejarah
Mungyeongsaejae Open Set telah menjadi lokasi syuting bagi sejumlah drama kolosal dan sejarah yang populer. Beberapa judul yang pernah menggunakan kompleks ini sebagai latar cerita antara lain Kingdom yang tayang pada 2019, The Red Sleeve pada 2021, serta The Moon Embracing the Sun pada 2012.
Selain judul-judul tersebut, kompleks ini juga digunakan dalam serial The East Palace. Kehadiran berbagai produksi drama sejarah menjadikan Mungyeongsaejae Open Set semakin dikenal oleh penonton, termasuk wisatawan yang ingin melihat langsung tempat-tempat yang sebelumnya hanya mereka saksikan melalui layar.
Popularitas drama-drama tersebut turut memperkuat posisi Mungyeongsaejae Open Set sebagai destinasi screen tourism. Pengunjung tidak hanya datang untuk menikmati bangunan tradisional, tetapi juga untuk merasakan atmosfer yang identik dengan adegan-adegan dalam drakor kolosal.
Aktivitas Wisata di Area Open Set
Mungyeongsaejae Open Set tidak sekadar berfungsi sebagai studio produksi film. Kawasan ini juga telah berkembang menjadi objek wisata edukasi dan sejarah yang dapat dinikmati oleh berbagai kalangan.
Selama berada di kompleks tersebut, wisatawan dapat menyusuri lanskap perkotaan kuno, mengamati bentuk bangunan tradisional, serta berfoto dengan latar arsitektur kerajaan. Pengalaman berkunjung juga dapat dibuat semakin menarik dengan menyewa pakaian tradisional Korea atau hanbok.
Mengenakan hanbok sambil menjelajahi kawasan open set memungkinkan wisatawan merasakan pengalaman ala pemeran drama Korea. Aktivitas ini juga menjadi salah satu cara untuk menikmati suasana lokasi secara lebih mendalam, terutama bagi pengunjung yang menyukai cerita berlatar Dinasti Joseon.
Terhubung dengan Mungyeongsaejae Provincial Park
Daya tarik Mungyeongsaejae Open Set semakin lengkap karena lokasinya terintegrasi langsung dengan Mungyeongsaejae Provincial Park. Taman provinsi tersebut menyajikan rute jelajah alam dengan suasana yang asri.
Dengan adanya perpaduan antara studio terbuka bernuansa sejarah dan kawasan alam, wisatawan dapat menikmati pengalaman yang lebih beragam dalam satu kunjungan. Pengunjung dapat mengawali perjalanan dengan menjelajahi bangunan replika dan lokasi syuting, kemudian melanjutkannya dengan menikmati rute alam di kawasan taman provinsi.
Harga Tiket dan Jam Operasional
Harga tiket masuk Mungyeongsaejae Open Set tergolong terjangkau. Berikut rincian tarif yang tersedia:
- Tiket dewasa: 2.000 won atau sekitar Rp23 ribu.
- Tiket remaja: 1.000 won atau sekitar Rp11,5 ribu.
- Tiket anak-anak: 500 won atau sekitar Rp5.750.
- Mungyeongsaejae Provincial Park: gratis.
Jam operasional kompleks ini berbeda sesuai musim. Pada periode Maret hingga Oktober, Mungyeongsaejae Open Set buka mulai pukul 09.00 hingga 18.00 KST. Sementara itu, pada November hingga Februari, jam operasional berlangsung dari pukul 09.00 hingga 17.00 KST.
Kesimpulan
Mungyeongsaejae Open Set merupakan salah satu contoh bagaimana popularitas drakor kolosal dapat memperluas daya tarik sebuah lokasi produksi menjadi destinasi wisata. Dengan lahan seluas 70 ribu meter persegi dan sekitar 130 bangunan replika, kompleks ini menghadirkan suasana Dinasti Joseon yang menarik bagi penggemar drama sejarah.
Keberadaan lokasi syuting drama seperti Kingdom, The Red Sleeve, The Moon Embracing the Sun, dan The East Palace semakin memperkuat daya tariknya. Ditambah kesempatan mengenakan hanbok serta akses langsung menuju Mungyeongsaejae Provincial Park, destinasi ini berpotensi terus menjadi bagian penting dari tren screen tourism Korea Selatan. Bagi pencinta drakor kolosal, Mungyeongsaejae Open Set menawarkan kesempatan untuk menikmati sejarah, arsitektur, alam, dan pengalaman layar kaca dalam satu kawasan.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment