Sopir Taksi Listrik Green SM Terseret 50 Meter di Gerbang Tol Tomang

Jakarta Barat — Insiden melibatkan sopir taksi listrik Green SM dan mobil listrik BYD terjadi di pintu keluar Gerbang Tol Tomang arah Timur, Jakarta Barat. Dalam peristiwa tersebut, sopir taksi listrik Green SM, Budi Hendra, terseret hingga sekitar 50 meter setelah bergelantungan di pintu mobil BYD.

Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (19/9) itu bermula dari kecelakaan antara mobil BYD dan taksi listrik Green SM. Berdasarkan keterangan Budi, mobil BYD yang dikemudikan Agustam melaju di ruas jalan tol dan kemudian menabrak taksi listrik Green SM yang dikemudikan Budi.

Usai kejadian, Budi meminta pertanggungjawaban kepada pengemudi BYD atas kerusakan yang terjadi pada bagian bemper kanan taksi listrik tersebut. Namun, situasi kemudian berkembang hingga menyebabkan Budi terseret ketika mobil BYD kembali melaju.

Kronologi Insiden di Pintu Keluar Gerbang Tol Tomang

Menurut keterangan Budi Hendra, mobil BYD yang dikemudikan Agustam awalnya melaju searah dengan taksi listrik Green SM di ruas jalan tol. Saat berada di kawasan pintu keluar Gerbang Tol Tomang arah Timur, mobil BYD tersebut menabrak taksi listrik yang berada di depannya.

Tabrakan itu mengakibatkan kerusakan pada bagian bemper kanan taksi Green SM. Budi kemudian berupaya meminta penjelasan serta pertanggungjawaban kepada pengemudi mobil BYD terkait kerusakan tersebut.

Dalam upaya meminta pertanggungjawaban, Budi membuka pintu depan bagian kiri mobil BYD. Namun, pengemudi mobil tersebut justru kembali menjalankan kendaraannya. Akibatnya, Budi ikut terseret ketika masih bergelantungan di pintu mobil.

Sopir Terseret hingga 50 Meter

Budi disebut terseret sejauh sekitar 50 meter di kawasan pintu keluar gerbang tol tersebut. Peristiwa itu terjadi setelah mobil BYD yang dikemudikan Agustam melaju ketika Budi masih berada di bagian pintu depan sisi kiri kendaraan.

Informasi mengenai kejadian tersebut disampaikan berdasarkan keterangan Budi sebagai sopir taksi listrik Green SM. Rangkaian peristiwa bermula dari tabrakan antara kedua kendaraan, kemudian berlanjut saat Budi meminta pertanggungjawaban atas kerusakan pada bemper kanan taksinya.

Insiden ini memperlihatkan adanya perselisihan setelah kecelakaan lalu lintas. Permintaan pertanggungjawaban atas kerusakan kendaraan kemudian berujung pada situasi ketika sopir taksi ikut terseret oleh mobil BYD yang kembali melaju.

Polisi Sebut Kasus Diselesaikan secara Kekeluargaan

Kanit Gakkum Satlantas Polres Jakarta Barat AKP Joko Siswanto mengatakan, permasalahan antara pihak-pihak yang terlibat telah diselesaikan secara kekeluargaan. Penyelesaian tersebut dilakukan berdasarkan hasil mediasi.

Dengan adanya mediasi, persoalan yang muncul setelah insiden di pintu keluar Gerbang Tol Tomang tersebut dinyatakan telah diselesaikan secara kekeluargaan. Keterangan dari pihak kepolisian ini menjadi informasi terakhir mengenai penanganan permasalahan antara sopir taksi listrik Green SM dan pengemudi mobil listrik BYD.

Kesimpulan

Insiden di pintu keluar Gerbang Tol Tomang arah Timur, Jakarta Barat, bermula ketika mobil BYD menabrak taksi listrik Green SM yang melaju searah. Setelah meminta pertanggungjawaban atas kerusakan bemper kanan, sopir taksi membuka pintu depan sisi kiri mobil BYD. Ketika mobil tersebut kembali melaju, Budi Hendra ikut terseret hingga sekitar 50 meter.

Polisi menyampaikan bahwa persoalan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan melalui mediasi. Penyelesaian ini diharapkan menjadi penutup atas perselisihan yang muncul setelah kecelakaan lalu lintas tersebut, dengan seluruh pihak mengikuti hasil kesepakatan yang dicapai dalam proses mediasi.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment