IHSG Diproyeksi Menguat pada Perdagangan Selasa, Investor Perlu Cermati Level Support 6.370

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan memiliki peluang menguat pada perdagangan Selasa (22/9). Meski demikian, sejumlah analis menilai pergerakan indeks masih berada dalam kondisi campuran atau mixed. Risiko koreksi tetap membayangi, terutama apabila IHSG gagal bertahan di atas level support penting.

Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan peluang penguatan IHSG masih terbuka selama indeks mampu menjaga posisi di atas area support. Namun, investor tetap perlu mewaspadai potensi pengujian ulang terhadap level bawah apabila tekanan jual kembali meningkat.

IHSG Berpeluang Menguat jika Bertahan di Atas 6.370

Dalam riset hariannya, Herditya memperkirakan IHSG masih berada pada bagian wave iv dari wave (c) pada label hitam. Kondisi tersebut membuat indeks berpotensi kembali menguji area 6.290-6.370.

Menurutnya, level 6.370 menjadi salah satu batas penting bagi arah pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini. Apabila indeks mampu bertahan di atas level tersebut, peluang penguatan menuju rentang 6.541-6.581 masih terbuka.

“IHSG diperkirakan masih berada pada bagian wave iv dari wave (c) pada label hitam sehingga rawan menguji kembali area 6.290-6.370. Namun, selama mampu bertahan di atas 6.370, IHSG berpeluang menguat ke rentang 6.541-6.581,” ujar Herditya dalam risetnya.

Proyeksi Support dan Resistance dari MNC Sekuritas

Herditya memproyeksikan IHSG bergerak pada rentang support 6.371 dan 6.279. Sementara itu, level resistance yang perlu diperhatikan berada di 6.585 dan 6.633.

Berdasarkan analisisnya, beberapa saham yang menjadi perhatian Herditya adalah PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA).

Analis Binaartha Sekuritas Waspadai Risiko Koreksi

Senada dengan Herditya, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova juga melihat adanya peluang rebound pada IHSG. Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa potensi koreksi yang lebih dalam tetap perlu diwaspadai apabila indeks menembus support terdekat.

Ivan menyebut IHSG berpeluang bergerak menuju area 6.582-6.639 selama level support 6.370 mampu dipertahankan. Sebaliknya, apabila indeks turun menembus level tersebut, tekanan koreksi berpotensi berlanjut menuju area 6.290.

“Selama support 6.370 bertahan, IHSG berpeluang rebound menuju area 6.582-6.639. Namun, jika menembus di bawah 6.370, koreksi berpotensi berlanjut menuju 6.290,” ujar Ivan.

Level yang Perlu Diperhatikan Investor

Ivan memperkirakan level support IHSG berada di 6.370, 6.290, dan 6.179. Adapun sejumlah level resistance yang menjadi perhatian adalah 6.639, 6.752, 6.835, dan 6.916.

Untuk saham yang menjadi rekomendasi pengamatannya, Ivan menyebut PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR), PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), serta PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).

Kinerja IHSG pada Perdagangan Sebelumnya

Pada perdagangan Senin (21/9), IHSG ditutup di level 6.384. Indeks melemah 56,43 poin atau turun 0,88 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Mengutip data RTI Infokom, nilai transaksi yang dilakukan investor mencapai Rp11,84 triliun. Sementara itu, volume saham yang diperdagangkan tercatat sebanyak 26,90 miliar saham.

Pergerakan saham pada penutupan perdagangan tersebut cenderung didominasi oleh saham yang mengalami koreksi. Sebanyak 280 saham tercatat menguat, 354 saham melemah, dan 156 saham lainnya stagnan.

Kesimpulan

IHSG masih memiliki peluang menguat pada perdagangan Selasa (22/9), tetapi arah pergerakannya diperkirakan tetap fluktuatif. Level 6.370 menjadi area penting yang perlu dicermati karena kemampuan indeks bertahan di atas support tersebut dapat membuka peluang rebound menuju area 6.541-6.581 atau 6.582-6.639.

Di sisi lain, penembusan ke bawah level 6.370 dapat meningkatkan risiko koreksi menuju 6.290. Dengan demikian, investor perlu mencermati dinamika IHSG, level support dan resistance, serta perkembangan saham-saham yang menjadi perhatian analis.

Informasi ini tidak dimaksudkan sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual saham tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca dengan mempertimbangkan profil risiko dan analisis masing-masing.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment