Banjir Bandang Terjang Kompleks Perkantoran Bupati Solok, Empat Warga Luka dan 32 Jiwa Mengungsi
Banjir Bandang Terjang Kompleks Perkantoran Bupati Solok, Empat Warga Luka dan 32 Jiwa Mengungsi
Banjir bandang melanda kawasan sekitar Kompleks Perkantoran Bupati Solok di Arosuka, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, pada Senin malam (21/9). Bencana tersebut merusak sejumlah kantor pemerintahan dan rumah warga. Derasnya arus banjir juga menyebabkan sejumlah warga mengalami luka-luka.
Sejumlah fasilitas pemerintahan terdampak cukup parah karena aliran air masuk ke kawasan perkantoran. Selain menggenangi ruangan, banjir turut merusak fasilitas dan membawa sejumlah peralatan kantor keluar dari gedung. Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah daerah lantaran kantor-kantor yang terdampak memiliki kaitan langsung dengan pelayanan kepada masyarakat.
Sejumlah Kantor Pemerintahan Terdampak Parah
Bupati Solok Jon Firman Pandu menyampaikan bahwa beberapa kantor pemerintahan mengalami dampak cukup berat akibat banjir bandang. Fasilitas yang terdampak antara lain Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Kesehatan, Badan Keuangan Daerah (BKD), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari (DPMN), serta Bapelitbang.
Kawasan DPRD Kabupaten Solok juga termasuk area pemerintahan yang terdampak. Menurut Jon, derasnya aliran air membuat sejumlah ruangan dan fasilitas di kantor-kantor tersebut terkena banjir. Beberapa peralatan kantor bahkan ikut terbawa arus.
“Dinas PUPR, kesehatan, BKD, DPMN, Bapelitbang termasuk DPRD terdampak parah,” ujar Jon.
Ia menjelaskan, kerusakan dan gangguan terhadap fasilitas pemerintahan secara umum disebabkan oleh masuknya air dalam jumlah besar ke kawasan perkantoran. Material dan peralatan yang berada di dalam kantor tidak semuanya dapat diselamatkan karena terbawa arus banjir.
Rumah Warga Ikut Terdampak
Selain merusak kantor pemerintahan, banjir bandang juga berdampak pada rumah-rumah warga yang berada di sekitar Kompleks Perkantoran Bupati Solok. Sejumlah warga harus dievakuasi untuk mengantisipasi kemungkinan kondisi yang lebih buruk.
Pemerintah Kabupaten Solok bersama unsur TNI, Polri, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan evakuasi terhadap warga yang rumahnya terdampak. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya perlindungan bagi masyarakat yang berada di wilayah terdampak banjir.
Pemkab Solok juga menyiapkan posko pengungsian sementara bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan atau terdampak banjir. Posko tersebut disiapkan untuk mendukung kebutuhan warga selama mereka belum dapat kembali ke rumah masing-masing.
“Kami juga tengah menyiapkan posko pengungsian sementara untuk warga yang rumahnya mengalami kerusakan atau terdampak banjir,” kata Jon.
Empat Warga Mengalami Luka-Luka
BPBD Kabupaten Solok mencatat sedikitnya empat warga mengalami luka-luka akibat banjir bandang. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Solok Khairul menyampaikan informasi tersebut melalui keterangan tertulis di Solok, Selasa.
Dari empat korban, tiga orang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arosuka. Sementara itu, satu korban lainnya dirujuk ke salah satu rumah sakit di Padang, yakni SPH Padang.
“Data sementara ada empat orang yang mengalami luka-luka. Tiga dirawat di RSUD Arosuka dan satu dirujuk ke SPH Padang,” kata Khairul.
Selain korban luka, BPBD Kabupaten Solok mencatat sembilan kepala keluarga atau 32 jiwa terpaksa mengungsi akibat bencana tersebut. Data itu masih menjadi bagian dari pendataan yang dilakukan pemerintah daerah bersama pihak terkait.
Pendataan dan Pembersihan Masih Berlangsung
Pemerintah Kabupaten Solok masih melakukan pendataan terhadap rumah warga, kantor pemerintahan, serta fasilitas lain yang terdampak banjir bandang. Pendataan dilakukan untuk mengetahui dampak bencana secara lebih menyeluruh.
Di sisi lain, tim gabungan dikerahkan untuk membersihkan material yang terbawa arus dan masuk ke kawasan Kompleks Perkantoran Bupati Solok. Pembersihan tersebut diperlukan agar area perkantoran dapat ditangani dan kondisi lingkungan berangsur pulih.
Dampak terhadap sejumlah kantor pemerintahan menjadi perhatian karena beberapa di antaranya berkaitan langsung dengan pelayanan publik. Kerusakan ruangan, fasilitas, dan peralatan kantor berpotensi mengganggu aktivitas pelayanan sehingga penanganan di area tersebut terus dilakukan.
Warga Diminta Meningkatkan Kewaspadaan
Bupati Solok mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Solok. Imbauan terutama ditujukan kepada warga yang tinggal di daerah rawan banjir, longsor, dan kawasan sekitar aliran sungai.
Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan saat hujan turun dengan intensitas tinggi. Apabila kondisi lingkungan mulai membahayakan, warga diharapkan segera mengungsi ke tempat yang lebih aman dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
Warga juga diminta melaporkan kondisi darurat maupun kebutuhan bantuan kepada pemerintah nagari, pemerintah kecamatan, atau petugas penanggulangan bencana. Pelaporan tersebut penting agar penanganan terhadap warga terdampak dapat dilakukan sesuai kebutuhan.
Kesimpulan
Banjir bandang di sekitar Kompleks Perkantoran Bupati Solok menyebabkan sejumlah kantor pemerintahan dan rumah warga mengalami kerusakan. Sebanyak empat warga tercatat mengalami luka-luka, sedangkan sembilan kepala keluarga atau 32 jiwa harus mengungsi.
Pemkab Solok bersama TNI, Polri, BPBD, dan tim gabungan masih melakukan evakuasi, pendataan, penyiapan posko pengungsian, serta pembersihan material banjir. Ke depan, pemantauan terhadap wilayah rawan dan kewaspadaan masyarakat menjadi hal penting, terutama ketika hujan berintensitas tinggi terjadi. Warga diharapkan segera mengikuti arahan petugas apabila situasi di lingkungan mulai membahayakan.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment