Air Pemandian di Gunung Sindur Berubah Merah, Diduga Mengandung Zat Pewarna Kain

Perubahan warna air di sebuah pemandian keramat di Kampung Kreo, Desa Cibadung, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, menjadi perhatian warga dan pengguna media sosial. Air yang semula terlihat normal tiba-tiba berubah menjadi merah pada Minggu pagi, 21 September. Fenomena tersebut kemudian direkam warga dan beredar luas di media sosial.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor telah mendatangi lokasi untuk mengambil sampel air. Berdasarkan pemeriksaan awal di lapangan, perubahan warna itu diduga berkaitan dengan zat pewarna kain atau bahan lain yang dapat membuat air berubah warna dalam waktu singkat. Namun, kepastian mengenai penyebab perubahan warna tersebut masih menunggu hasil uji laboratorium.

Air Pemandian Berubah Merah Secara Tiba-Tiba

Kepala DLH Kabupaten Bogor Teuku Bayu mengatakan perubahan warna air di pemandian tersebut masih merupakan dugaan sementara. Ia menyebut air diduga terpapar zat pewarna kain atau bahan lain yang dapat menyebabkan perubahan warna merah sesaat.

“Jadi ini dugaan sementara, ini sambil menunggu hasil lab ya, dugaan sementara itu adalah semacam pewarna kain atau bahan-bahan yang lain, yang memerah sesaat, air berubah warna sesaat,” kata Teuku Bayu, dikutip dari detikcom, Selasa, 22 September.

Menurut Bayu, perubahan warna itu tidak berlangsung lama. Ia memperkirakan kondisi air dapat kembali normal dalam waktu kurang dari satu jam. Karena itu, ia menyebut fenomena tersebut sebagai perubahan yang kemungkinan disebabkan oleh faktor buatan, bukan perubahan permanen pada kondisi air.

“Jadi, dalam hitungan enggak sampai sejam udah selesai lagi perubahan warnanya,” ujar Bayu.

DLH Ambil Sampel Air untuk Uji Laboratorium

Petugas DLH Kabupaten Bogor telah mendatangi pemandian yang menjadi perhatian warga. Namun, ketika petugas tiba di lokasi, warna air sudah kembali seperti semula sehingga tidak lagi tampak merah seperti dalam video yang beredar.

Meski demikian, petugas tetap mengambil sampel air untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Hasil uji laboratorium diperlukan guna mengetahui kandungan yang menyebabkan air berubah warna sekaligus memastikan tingkat keamanannya.

Keamanan Air Masih Menunggu Hasil Pemeriksaan

Teuku Bayu menegaskan bahwa air tersebut belum dapat dinyatakan aman untuk dikonsumsi sebelum hasil laboratorium keluar. Ia menyampaikan bahwa keberadaan zat pewarna dalam air secara umum tidak baik. Namun, terdapat ketentuan mengenai ambang batas kandungan zat tertentu yang menjadi acuan dalam menentukan tingkat keamanan.

“Secara umum sih tidak baik ya. Tapi kan gini, ada ambang batas. Kalau di bawah ambang batas yang dalam aturannya itu, nggak ada masalah jika diminum,” kata Bayu.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam konteks menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Dengan demikian, warga masih perlu menanti hasil analisis resmi sebelum mengambil kesimpulan mengenai kondisi air di pemandian tersebut.

Kronologi Air Pemandian Menjadi Merah

Sebelumnya, warga Kampung Kreo dikejutkan oleh perubahan warna air di sebuah pemandian keramat pada Minggu pagi. Video amatir yang beredar di media sosial memperlihatkan air di lokasi tersebut berwarna merah. Sejumlah warga terlihat datang ke pemandian dan mengambil air menggunakan berbagai wadah, termasuk botol air mineral.

Petugas desa bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kemudian mendatangi lokasi pada Senin, 22 September. Namun, kondisi air telah kembali normal ketika petugas tiba.

Juru kunci pemandian keramat, Harpin Sahari, mengatakan perubahan warna air terjadi saat ada warga yang sedang berziarah dan mandi di lokasi tersebut. Ia menuturkan, air yang semula normal mendadak berubah menjadi merah.

Menurut Harpin, perubahan itu berlangsung sekitar satu setengah jam sebelum air kembali ke kondisi semula. Ia mengaku dipanggil setelah mengetahui air berubah warna ketika sedang berada di lokasi.

“Saya datang ke sini, ada orang berziarah. Saya dipanggil saat sedang mandi, air berubah merah,” kata Harpin.

Harpin menambahkan, pemandian tersebut memang kerap didatangi warga untuk berziarah dan mandi. Ketika air berubah menjadi merah, sejumlah warga juga berdatangan untuk melihat serta mengambil air tersebut.

Kesimpulan

Perubahan warna air di pemandian keramat Desa Cibadung, Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, untuk sementara diduga disebabkan oleh zat pewarna kain atau bahan lain yang memicu perubahan warna sesaat. Meski air telah kembali normal, penyebab pastinya belum dapat dipastikan karena hasil uji laboratorium masih ditunggu.

Pemeriksaan laboratorium juga akan menentukan apakah air tersebut aman digunakan atau dikonsumsi. Untuk itu, informasi mengenai kandungan air sebaiknya mengacu pada hasil pemeriksaan resmi dari pihak berwenang. Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada hasil analisis sampel yang telah diambil oleh DLH Kabupaten Bogor.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment