Kebakaran di Kebayoran Lama Hanguskan 18 Rumah dan 4 Tempat Usaha, Kerugian Rp1,2 Miliar

JAKARTA SELATAN — Kebakaran melanda permukiman di Jalan Teuku Nyak Arif, RT 05/01, Kebayoran Lama Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Peristiwa tersebut berhasil dipadamkan pada Rabu (23/9) dini hari setelah petugas mengerahkan puluhan unit mobil pemadam kebakaran dan lebih dari seratus personel.

Akibat kebakaran itu, sebanyak 18 rumah tinggal dan empat tempat usaha hangus terbakar. Kebakaran yang terjadi di atas lahan seluas sekitar 1.205 meter persegi tersebut juga berdampak terhadap 150 jiwa. Sementara itu, total kerugian material ditaksir mencapai Rp1,2 miliar.

Kebakaran Menghanguskan Rumah dan Tempat Usaha

Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Selatan, Asril Rizal, menyampaikan bahwa api menghanguskan sejumlah bangunan yang berada di kawasan permukiman dan area usaha. Pernyataan tersebut disampaikan dalam keterangan di Jakarta pada Rabu.

“Taksiran kerugian kebakaran mencapai Rp1,2 miliar,” kata Asril.

Berdasarkan keterangan saksi bernama Atik, api pada awalnya terlihat dari sebuah rumah kontrakan yang berada di dekat lampu merah. Api kemudian merambat ke bagian belakang bangunan dan menjalar ke area di sekitarnya.

Warga Sempat Berusaha Memadamkan Api

Ketika kebakaran mulai diketahui, warga berupaya melakukan pemadaman secara mandiri menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Namun, usaha tersebut tidak berhasil menghentikan penyebaran api.

Asril menjelaskan, pemilik rumah sekaligus Ketua RT setempat, Nanang, sedang berjualan ketika seorang warga memberi tahu adanya kebakaran di bagian atas kontrakan. Nanang kemudian mencoba memadamkan api dengan APAR, tetapi upaya itu tidak membuahkan hasil.

“Pak RT Nanang, selaku pemilik rumah, sedang berjualan, dan ada warga yang melapor bahwa ada kebakaran di bagian atas kontrakan. Nanang mencoba memadamkan dengan APAR, namun gagal,” ujar Asril.

Petugas Kerahkan 24 Mobil Pemadam

Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan menerima laporan mengenai kebakaran yang telah membesar pada pukul 20.31 WIB. Laporan tersebut disampaikan warga melalui saluran telepon darurat.

Untuk menangani kobaran api, sebanyak 24 unit mobil pemadam kebakaran dan 128 personel dikerahkan ke lokasi. Petugas berjibaku memadamkan api yang melanda 18 rumah tinggal serta empat tempat usaha.

Petugas berhasil melokalisasi api pada pukul 21.20 WIB. Setelah itu, proses pendinginan dimulai pada pukul 21.33 WIB untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran kembali. Seluruh proses pemadaman dinyatakan selesai pada pukul 24.00 WIB.

Dugaan Sumber Api

Penyebab kebakaran sementara diduga berkaitan dengan korsleting listrik di salah satu rumah. Namun, berdasarkan keterangan saksi lainnya, api disebut bermula dari sebuah rumah makan warteg sebelum menjalar ke bangunan lain, termasuk bengkel ban.

Kasi Operasi Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan, Sjukri Bahanan, menyampaikan informasi tersebut berdasarkan keterangan seorang saksi bernama Jimmy.

“Menurut informasi dari Bapak Jimmy, api berawal dari warteg dan menjalar ke bengkel ban,” kata Sjukri dalam keterangannya.

150 Jiwa Terdampak Kebakaran

Peristiwa kebakaran tersebut menyebabkan 150 jiwa terdampak. Selain kehilangan tempat tinggal, sejumlah warga dan pelaku usaha juga mengalami kerugian akibat bangunan serta barang-barang yang terbakar.

Besarnya dampak kebakaran terlihat dari jumlah bangunan yang terdampak, yakni 18 rumah dan empat tempat usaha. Nilai kerugian material yang mencapai Rp1,2 miliar menjadi gambaran besarnya dampak kebakaran terhadap warga di kawasan tersebut.

Kesimpulan

Kebakaran di Jalan Teuku Nyak Arif, Kebayoran Lama Utara, Jakarta Selatan, berhasil dipadamkan setelah petugas mengerahkan 24 unit mobil pemadam dan 128 personel. Api membakar 18 rumah serta empat tempat usaha, berdampak terhadap 150 jiwa, dan menimbulkan kerugian sekitar Rp1,2 miliar.

Penyebab kebakaran masih disebut sebagai dugaan korsleting listrik, sementara keterangan saksi menyebut api berasal dari area warteg dan kemudian menjalar ke bangunan lain. Ke depan, kepastian mengenai sumber api menjadi hal penting untuk memberikan gambaran yang lebih jelas terkait awal mula kebakaran tersebut.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment