Resident Evil Reboot Berpeluang Lanjut ke Sekuel Usai Raup US$60 Juta

Kesuksesan reboot Resident Evil di box office membuka peluang bagi sutradara Zach Cregger untuk melanjutkan kisahnya melalui film sekuel. Padahal, Cregger sejak awal merancang film versi 2026 tersebut sebagai cerita tunggal yang berfokus pada ketegangan di Raccoon City.

Antusiasme penonton dan dorongan kreatif yang terus berkembang kini membuat Cregger tidak lagi menutup kemungkinan untuk kembali menggarap waralaba survival horror tersebut. Sinyal ini muncul setelah film yang dibintangi Austin Abrams itu mencatat pencapaian komersial dan sambutan positif dari penonton.

Zach Cregger Mulai Membuka Peluang untuk Sekuel

Dalam wawancara dengan ComicBook.com, Cregger mengungkapkan bahwa dirinya mulai memiliki sejumlah gagasan mengenai kelanjutan cerita Resident Evil. Ia mengakui, ide-ide baru terus bermunculan meskipun pada awalnya hanya ingin membuat satu film.

“Tapi saya tidak bisa menahan diri. Selalu ada ide yang bermunculan, dan saya sudah punya beberapa pemikiran tentang apa yang bisa terjadi ke depannya,” ujar Cregger.

Sang sutradara kemudian menegaskan bahwa masa depan proyek tersebut masih terbuka. Menurutnya, berbagai kemungkinan dapat terjadi apabila cerita baru memang dinilai layak untuk dikembangkan.

Ketertarikan Cregger terhadap sekuel menjadi hal menarik karena ia sejauh ini belum pernah menyutradarai secara langsung kelanjutan dari film-film sebelumnya. Ia dikenal melalui karya seperti Barbarian dan Weapons. Dalam proyek Weapons, Cregger hanya terlibat dalam pengembangan naskah prakisah atau prequel, tanpa kembali menduduki kursi sutradara.

Resident Evil 2026 Dibuat sebagai Cerita Mandiri

Film Resident Evil versi 2026 pada awalnya dirancang sebagai cerita mandiri. Fokus utama film berada pada perjuangan Bryan, karakter penyintas biasa yang diperankan Austin Abrams, saat menghadapi situasi genting di Raccoon City.

Pendekatan tersebut memungkinkan Cregger memiliki ruang kreatif yang lebih luas dalam membangun cerita. Ia tidak harus bergantung pada deretan karakter legendaris dari gim yang berpotensi membatasi arah penceritaan.

Konsep sebagai film tunggal juga membuat film ini memiliki konklusi yang utuh. Dengan demikian, penonton tetap memperoleh penyelesaian cerita meskipun belum ada kepastian mengenai kelanjutan kisahnya.

Namun, gagasan mengenai sekuel tetap sejalan dengan pola yang sebelumnya kerap diterapkan Sony Pictures dalam waralaba Resident Evil. Film-film dalam seri tersebut biasanya menyisakan celah yang memungkinkan cerita dikembangkan ke babak berikutnya.

Reboot Resident Evil Cetak Rekor Box Office

Peluang dibuatnya sekuel semakin besar setelah reboot Resident Evil mencatat hasil box office yang kuat. Film tersebut mengumpulkan US$60 juta pada pekan debutnya. Raihan itu menjadi pembukaan terbaik untuk waralaba Resident Evil di layar lebar dalam beberapa dekade terakhir.

Angka tersebut sekaligus melampaui rekor debut yang sebelumnya dipegang Resident Evil: Afterlife pada 2010. Film tersebut tercatat meraih US$26 juta pada pekan pembukaannya.

Keberhasilan komersial ini semakin memperkuat posisi Cregger sebagai salah satu nama penting dalam genre horor modern. Sebelumnya, ia telah mendapatkan perhatian melalui Barbarian yang dirilis pada 2022 serta Weapons pada tahun berikutnya.

Sambutan Penonton Ikut Menguatkan Momentum

Selain menghasilkan pendapatan besar, reboot Resident Evil juga memperoleh respons positif dari penonton. Film ini mencatat skor 96 persen di Rotten Tomatoes dan mendapatkan nilai B+ dari CinemaScore.

Analis tren pasar Rentrak, Paul Dergarabedian, menilai keputusan Sony Pictures menunjuk Cregger untuk menggarap waralaba tersebut terbukti efektif. Menurutnya, pendekatan sang sutradara mampu memberikan kesegaran baru, terutama bagi penonton muda.

Pengamat industri dari FranchiseRe, David A. Gross, juga menyebut pencapaian tersebut sebagai tanda kebangkitan besar bagi seri Resident Evil. Waralaba ini sebelumnya sempat mengalami kemunduran setelah film Resident Evil: Welcome to Raccoon City yang dirilis pada 2021.

Kesimpulan

Meski belum ada kepastian mengenai produksi sekuel, pernyataan Zach Cregger menunjukkan bahwa kemungkinan tersebut mulai dipertimbangkan secara serius. Kesuksesan box office, skor penonton yang tinggi, serta respons positif terhadap pendekatan barunya menjadi modal kuat untuk melanjutkan cerita.

Pihak studio pun diyakini tidak akan begitu saja melewatkan momentum tersebut. Untuk saat ini, Resident Evil telah tayang di bioskop Indonesia sejak 16 September. Jika minat penonton terus bertahan, babak baru waralaba ini berpeluang segera mendapatkan arah yang lebih jelas.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment