Tim SAR Perluas Pencarian Korban KM Virgo Transport 8, 117 Orang Masih Dicari
Tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian dan evakuasi korban KM Virgo Transport 8 yang ditemukan dalam kondisi terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa. Hingga Selasa (22/9) malam, sebanyak 126 korban telah ditemukan. Dari jumlah tersebut, 108 orang dinyatakan selamat, sedangkan 18 korban lainnya meninggal dunia.
Operasi pencarian masih terus dilakukan karena terdapat 117 korban yang belum ditemukan. Basarnas mengerahkan berbagai upaya, mulai dari pencarian secara langsung di lokasi kejadian hingga penyebaran informasi kepada kapal-kapal dan masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasi.
126 Korban KM Virgo Transport 8 Telah Ditemukan
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin, I Putu Sudayana, mengatakan proses pencarian korban dilakukan secara berkelanjutan. Tim SAR tidak hanya mengandalkan operasi fisik di lokasi, tetapi juga memanfaatkan sistem komunikasi untuk memperluas jangkauan pencarian.
Data hingga Selasa malam mencatat 126 korban telah ditemukan. Sebanyak 108 korban berhasil diselamatkan, sementara 18 orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Di sisi lain, 117 korban masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.
Jumlah korban tersebut sesuai dengan total penumpang dan awak yang berada di dalam kapal, yakni sebanyak 243 orang. Proses pencarian menjadi perhatian utama karena sebagian korban masih belum diketahui keberadaannya setelah kapal ditemukan dalam kondisi terbalik.
Basarnas Sebarkan E-Broadcast kepada Kapal yang Melintas
Salah satu langkah yang dilakukan Basarnas adalah mengaktifkan e-broadcast melalui Basarnas Command Center di Jakarta. Sistem tersebut digunakan untuk mengirimkan pemberitahuan kepada kapal-kapal yang melintas di jalur operasi atau di sekitar lokasi tenggelamnya KM Virgo Transport 8.
Menurut Putu, pesan yang disebarkan berisi informasi mengenai kecelakaan kapal serta imbauan agar kapal yang melintas memberikan bantuan apabila menemukan korban. Kapal-kapal tersebut juga diminta melakukan penyelamatan dan melaporkan penemuan korban kepada pihak terkait.
“Kalau menemukan korban agar memberikan bantuan dan penyelamatan,” kata Putu dalam konferensi pers, Selasa.
Penyebaran informasi melalui e-broadcast diharapkan dapat membantu memperluas cakupan pencarian. Kapal yang berada di sekitar jalur pelayaran dapat menjadi bagian dari upaya pencarian apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Maklumat Pelayaran dan Bantuan Stasiun Radio Pantai
Selain mengaktifkan e-broadcast, Basarnas juga telah mengeluarkan maklumat pelayaran. Informasi tersebut ditujukan kepada kapal-kapal yang berlayar di sekitar lokasi kejadian agar mengetahui adanya insiden kapal terbalik di perairan Masalembo.
Basarnas turut meminta bantuan Stasiun Operasi Radio Pantai atau SROP untuk menyebarluaskan informasi kepada kapal-kapal yang melintas. Langkah ini dilakukan agar pemberitahuan mengenai operasi pencarian dapat diterima lebih banyak pihak di jalur pelayaran tersebut.
Operasi Pencarian Melibatkan Sejumlah Kantor SAR
Upaya pencarian korban juga diperluas dengan melibatkan sejumlah Kantor SAR di wilayah lain. Kantor SAR yang turut digandeng antara lain Palangkaraya, Pontianak, Surabaya, dan Semarang.
Koordinasi antarkantor SAR dilakukan untuk memperluas penyebaran informasi, terutama kepada masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir. Informasi juga diarahkan ke kampung-kampung nelayan yang berada di sekitar wilayah perairan yang menjadi jalur aktivitas pencarian.
Putu menjelaskan, nelayan yang biasa mencari ikan di sekitar perairan Kalimantan diharapkan dapat membantu apabila menemukan benda atau korban yang diduga berkaitan dengan KM Virgo Transport 8. Mereka diminta memberikan pertolongan, melakukan evakuasi, serta melaporkan temuan tersebut kepada instansi terkait atau Kantor SAR Banjarmasin.
Kronologi KM Virgo Transport 8 Hilang Kontak
KM Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 Wita. Sebelumnya, kapal tersebut berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9).
Kapal yang mengangkut 243 orang itu diduga hilang kontak setelah menghadapi cuaca buruk. Pada hari yang sama, kapal kemudian ditemukan dalam kondisi terbalik di perairan Laut Jawa.
Kesimpulan
Pencarian korban KM Virgo Transport 8 masih berlangsung dengan melibatkan tim SAR gabungan, kapal-kapal yang melintas, sejumlah Kantor SAR, SROP, serta masyarakat pesisir dan nelayan. Hingga Selasa malam, 126 korban telah ditemukan, terdiri atas 108 orang selamat dan 18 orang meninggal dunia, sementara 117 lainnya masih dicari.
Basarnas terus memperluas penyebaran informasi melalui e-broadcast, maklumat pelayaran, dan koordinasi lintas wilayah. Ke depan, keberadaan kapal-kapal yang melintas serta dukungan masyarakat pesisir diharapkan dapat membantu menemukan korban yang masih belum diketahui keberadaannya.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment