Adaptasi Film Laut Bercerita Angkat Persahabatan Biru Laut dan Penantian Keluarga

JAKARTA – Sutradara Yosep Anggi Noen mengungkap proses adaptasi novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori ke layar lebar. Bersama Leila, Anggi menyusun kembali cerita novel tersebut ke dalam bentuk skenario yang sesuai dengan kebutuhan sinema.

Proses kolaborasi itu menghasilkan sejumlah penyesuaian terhadap struktur cerita. Jika novel memiliki alur yang terbagi dalam dua perspektif besar, film Laut Bercerita akan memberikan perhatian pada persahabatan Biru Laut, hubungan antarkarakter, serta penantian keluarga yang ditinggalkan.

Adaptasi Disusun agar Sesuai dengan Sinema

Anggi mengatakan, proses penulisan skenario berlangsung cukup panjang. Ia bersama Leila berupaya mempertahankan kekuatan cerita asli, sekaligus mengolahnya menjadi pengalaman sinematik yang dapat diterima penonton.

“Jadi saya dan Mbak Leila berproses yang cukup panjang untuk menuliskan skenarionya menjadi tentu skenario yang cocok untuk sinema,” kata Anggi dalam acara media luncheon di Jakarta Selatan, Jumat (21/8).

Menurut Anggi, film ini tidak hanya akan menampilkan konflik dan latar politik yang menjadi bagian penting dalam kisah Laut Bercerita. Film tersebut juga berusaha menghadirkan berbagai perasaan yang muncul dari hubungan persahabatan, keluarga, dan pengalaman personal para tokohnya.

Ia menyebut sejumlah unsur emosional seperti pengalaman yang menyentuh, menginspirasi, menghangatkan, serta mendorong penonton untuk kembali memaknai kehidupan akan ditampilkan dalam film.

Dua Perspektif Utama Tetap Dipertahankan

Novel Laut Bercerita memiliki dua bagian besar yang disampaikan melalui perspektif Biru Laut dan adiknya, Asmara Jati. Bagian pertama mengikuti perjalanan Laut sebagai mahasiswa aktivis pada era 1990-an.

Kisah tersebut mencakup persahabatan Laut, keterlibatannya dalam gerakan perlawanan, hingga penangkapan dan penghilangan dirinya. Sementara itu, bagian kedua beralih pada keluarga serta orang-orang yang ditinggalkan setelah Laut menghilang.

Asmara Jati menjadi tokoh penting dalam bagian tersebut. Ia berusaha mencari keberadaan sang kakak dan menjalani penantian bersama orang tuanya. Dua sudut pandang ini tetap dipertahankan Anggi dalam versi film.

Meski demikian, film ini juga akan membuka ruang lebih luas bagi kisah persahabatan Laut dan teman-temannya. Cerita tidak hanya berfokus pada aktivisme atau peristiwa 1998, tetapi turut menggambarkan kehidupan orang-orang yang berada di sekitar Laut.

Ratih Anjani Mendapat Peran Lebih Sentral

Salah satu karakter yang memperoleh porsi lebih besar dalam film adalah Ratih Anjani, kekasih Biru Laut. Dalam novel, kisah Anjani hadir melalui cerita, mimpi, dan surat-surat yang ditulis Laut.

Perubahan serta penderitaan Anjani setelah kehilangan Laut juga disampaikan melalui narasi Asmara Jati. Film kemudian memberikan posisi yang lebih sentral bagi Anjani dengan menampilkan perjalanan emosionalnya setelah kehilangan orang yang dicintai.

Anggi menjelaskan, Anjani mengalami perubahan fisik dan emosional yang drastis. Ia digambarkan sebagai sosok yang awalnya ceria, dekat dengan seni, dan penuh cinta kepada Laut. Namun, setelah kehilangan tersebut, kehidupannya berubah secara mendalam.

“Posisi Anjani di film ini sentral karena dia adalah sebuah tokoh yang punya lompatan physically dan emotionally drastis,” ujar Anggi.

Penggambaran itu memperlihatkan bahwa dampak kehilangan tidak hanya dirasakan oleh keluarga Laut, tetapi juga oleh orang-orang terdekatnya. Dengan demikian, kisah Anjani menjadi salah satu pintu masuk emosional bagi penonton untuk memahami konsekuensi dari peristiwa yang dialami para tokoh.

Menggunakan Pendekatan Pop Culture

Anggi memandang adaptasi Laut Bercerita bukan sekadar upaya menghadirkan kembali sejarah secara kaku. Film ini akan menggunakan pendekatan pop culture dengan memadukan kisah cinta, keluarga, persahabatan, dan politik.

Menurutnya, setiap penonton dapat memiliki pintu masuk yang berbeda untuk menikmati film tersebut. Sebagian penonton mungkin terhubung melalui kisah keluarga atau persahabatan, sedangkan penonton lain dapat menyelami aspek politik secara lebih mendalam.

Pendekatan tersebut juga didukung oleh popularitas novel Laut Bercerita yang telah dibaca oleh berbagai generasi sejak pertama kali terbit pada 2017. Anggi menilai, kekuatan utama film tetap bersumber dari novel yang menjadi materi adaptasinya.

“Bukunya ini sudah punya bukti bahwa lintas generasi itu juga membaca,” kata Anggi.

Daftar Pemain dan Jadwal Tayang

Film Laut Bercerita menghadirkan Reza Rahadian sebagai Biru Laut Wibisono dan Yunita Siregar sebagai Asmara Jati. Dian Sastrowardoyo akan memerankan Kasih Kinanti, sementara Eva Celia berperan sebagai Ratih Anjani.

Christine Hakim dan Arswendy Bening Swara masing-masing dipercaya memerankan ibu dan ayah Biru Laut. Film ini juga dibintangi Kevin Julio sebagai Daniel Tumbuan, Ben Nugroho sebagai Alex Perazon, Dewa Dayana sebagai Sunu Dyantoro, Yoga Pratama sebagai Arifin Bramantyo, Nagra Kautsar sebagai Naratama, Natalius Chendana sebagai Julius, serta Afrian Arisandy sebagai Gala Pranaya.

Sebelum diadaptasi menjadi film layar lebar, Laut Bercerita pernah dibuat dalam bentuk film pendek pada 2017. Film pendek tersebut juga dibintangi Reza Rahadian dan Dian Sastrowardoyo.

Kesimpulan

Adaptasi layar lebar Laut Bercerita akan tetap berpijak pada cerita novel karya Leila S. Chudori, meski menghadirkan sejumlah perubahan dalam struktur dan penekanan kisah. Film ini mempertahankan perspektif Biru Laut dan Asmara Jati, sekaligus memperluas cerita mengenai persahabatan, keluarga, serta perubahan emosional Ratih Anjani.

Dengan pendekatan yang memadukan unsur sejarah, politik, cinta, dan keluarga, film terbaru Yosep Anggi Noen tersebut diharapkan dapat menjangkau penonton dari berbagai latar. Laut Bercerita dijadwalkan tayang di bioskop pada Oktober 2026.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment