Gubernur NTB Siapkan Rekonstruksi 129 Rumah di Desa Adat Sade Usai Kebakaran
Lombok Tengah – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal menyiapkan skema rekonstruksi untuk membangun kembali rumah-rumah warga di Desa Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, yang terbakar pada Sabtu (22/8) malam. Sebanyak 129 rumah dilaporkan hangus akibat kebakaran tersebut.
Rencana rekonstruksi itu akan dikoordinasikan bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah. Iqbal menyampaikan hal tersebut saat meninjau lokasi kebakaran pada Minggu (23/8). Menurutnya, langkah cepat dan tepat perlu segera diambil untuk memulihkan kondisi desa adat yang menjadi salah satu ikon budaya masyarakat Suku Sasak.
Gubernur NTB Siapkan Skema Rekonstruksi Desa Adat Sade
Iqbal mengatakan, pemerintah akan segera berkomunikasi dengan Bupati Lombok Tengah untuk membahas upaya pembangunan kembali Desa Adat Sade. Rekonstruksi dinilai penting karena kawasan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal warga, tetapi juga memiliki nilai budaya bagi masyarakat NTB.
“Saya akan segera berkomunikasi dengan Bupati Lombok Tengah untuk mengambil langkah cepat dan tepat. Nanti kami pikirkan bagaimana merekonstruksi kembali Desa Adat Sade,” kata Iqbal, Minggu (23/8).
Desa Adat Sade dipandang sebagai salah satu ikon budaya Suku Sasak. Karena itu, pembangunan kembali kawasan tersebut menjadi perhatian pemerintah setelah kebakaran menghanguskan sebagian besar bangunan rumah warga.
Kebakaran Hanguskan 129 Rumah Warga
Kebakaran melanda Kampung Desa Adat Sade pada Sabtu malam. Berdasarkan informasi yang disampaikan, api diduga pertama kali muncul dari salah satu rumah warga. Kobaran api kemudian membesar dengan cepat dan merembet ke bangunan-bangunan lain di sekitarnya.
Akibat peristiwa tersebut, sebanyak 129 rumah hangus terbakar. Ratusan warga yang terdampak telah dievakuasi ke gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Rambitan untuk mendapatkan tempat penampungan sementara.
Kebutuhan Pengungsi dan Pendidikan Anak Jadi Perhatian
Gubernur NTB meminta jajarannya bergerak cepat untuk memenuhi kebutuhan pokok warga yang mengungsi. Ia menegaskan bahwa penanganan korban kebakaran tidak boleh berhenti pada penyediaan tempat tinggal sementara.
Menurut Iqbal, pemerintah perlu memastikan kebutuhan sandang dan pangan para pengungsi terpenuhi. Selain itu, rasa aman serta keberlangsungan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat juga harus diperhatikan selama mereka berada di tempat penampungan.
“Yang pertama sekarang dan harus cepat adalah bagaimana kebutuhan dan rasa aman masyarakat yang rumahnya terbakar kita perhatikan. Kebutuhan sandang, pangan, dan aktivitas sosial ekonomi mereka harus kita pastikan,” ujarnya.
Perhatian juga diberikan terhadap pendidikan anak-anak yang terdampak kebakaran. Iqbal menyatakan pemerintah akan memastikan proses pendidikan mereka tetap berjalan dan tidak terganggu akibat bencana tersebut.
“Anak-anak kita pastikan pendidikannya tidak terganggu,” ucapnya.
Desa Adat Sade dan Warisan Budaya Suku Sasak
Desa Adat Sade bukan sekadar kawasan permukiman. Kampung adat tersebut merupakan ruang hidup masyarakat Sasak yang selama puluhan generasi mempertahankan tradisi, bentuk hunian, serta tata kehidupan yang diwariskan oleh leluhur mereka.
Rumah adat Suku Sasak umumnya menggunakan bahan-bahan yang berasal dari lingkungan sekitar. Bangunannya terbuat dari jerami dan memiliki dinding berbahan anyaman bambu atau bedek. Sementara itu, lantainya dibuat dari tanah liat yang dicampur dengan kotoran kerbau dan abu jerami.
Campuran tersebut membuat lantai tanah mengeras hingga memiliki kekuatan seperti semen. Cara pembuatan lantai itu merupakan bagian dari pengetahuan tradisional yang diwariskan sejak zaman nenek moyang.
Dalam proses pembangunan, kayu dan bambu digunakan sebagai bahan utama. Bagian-bagian kayu disambungkan menggunakan paku yang juga dibuat dari bambu. Rumah Suku Sasak memiliki ciri khas berupa satu pintu yang berukuran sempit dan rendah, serta tidak dilengkapi jendela.
Kesimpulan
Kebakaran di Desa Adat Sade menghanguskan 129 rumah dan menyebabkan ratusan warga harus mengungsi. Pemerintah Provinsi NTB bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah akan menyiapkan langkah rekonstruksi untuk membangun kembali kawasan tersebut.
Selain pembangunan fisik, pemenuhan kebutuhan dasar, rasa aman, keberlangsungan aktivitas sosial ekonomi, serta pendidikan anak-anak terdampak menjadi perhatian penting. Ke depan, rekonstruksi diharapkan dapat memulihkan kehidupan warga sekaligus menjaga keberadaan Desa Adat Sade sebagai ruang hidup dan ikon budaya Suku Sasak.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment