542 Model Kendaraan Meluncur di China dalam Lima Bulan, Persaingan Otomotif Makin Brutal
Industri otomotif China menghadapi persaingan yang semakin ketat di tengah melemahnya pasar domestik. Sebanyak 542 model kendaraan dilaporkan meluncur di China sepanjang Januari hingga Mei 2026. Angka tersebut setara dengan rata-rata 3,6 model baru setiap hari, menunjukkan betapa cepatnya produsen menghadirkan kendaraan baru untuk menarik konsumen.
Informasi itu disampaikan Wakil Presiden Eksekutif BYD, He Zhiqi, melalui unggahan di Weibo. Ia membagikan gambar yang dikirim oleh seorang koleganya. Dalam unggahan tersebut, frekuensi peluncuran kendaraan di China disebut-sebut setara dengan frekuensi seseorang makan dalam sehari.
Data itu tampaknya mencakup seluruh jenis kendaraan, termasuk mobil bermesin bensin, bukan hanya kendaraan listrik atau new energy vehicle (NEV). Fenomena tersebut menggambarkan ketatnya kompetisi antarprodusen di pasar otomotif terbesar China.
Peluncuran Model Baru Berlangsung Sangat Cepat
He Zhiqi menilai persaingan dalam industri otomotif China berlangsung brutal. Ia menggambarkan pasar tersebut seperti sebuah gym yang menempa perusahaan agar semakin kuat menghadapi tekanan kompetisi.
“Sekalipun Anda menanamkan 1 miliar yuan untuk satu model dan menghabiskan dua tahun atau lebih untuk pengembangan, puncak penjualan tidak bertahan sampai tiga bulan,” tulis He, seperti dikutip Nikkei Asia.
Pernyataan tersebut mencerminkan singkatnya masa kejayaan sebuah model kendaraan di China. Produsen harus terus memperbarui produk, meluncurkan model baru, atau menghadirkan penyegaran agar tetap mampu bersaing mendapatkan perhatian konsumen.
Gambaran mengenai cepatnya siklus peluncuran juga terlihat pada 16 Juli 2026. Setidaknya delapan produsen otomotif China merilis model baru pada hari yang sama. Pabrikan yang terlibat mencakup nama besar seperti Great Wall Motor hingga perusahaan yang lebih kecil, Leapmotor Technology.
Enam Pabrikan Perkenalkan Kendaraan Listrik
Dari delapan produsen tersebut, enam di antaranya memperkenalkan kendaraan listrik atau NEV baru. Sebagian lainnya menghadirkan versi penyegaran dari model yang sudah dipasarkan.
Media lokal bahkan menjuluki momentum itu sebagai “Kamis Gila”. Istilah tersebut meminjam nama kampanye diskon mingguan Kentucky Fried Chicken yang pernah populer. Julukan itu digunakan untuk menggambarkan banyaknya model kendaraan yang meluncur dalam satu hari.
Pasar Otomotif China Justru Mengalami Penyusutan
Gelombang peluncuran model baru terjadi ketika ukuran pasar otomotif China mulai menyusut. Penjualan mobil domestik, termasuk kendaraan bermesin bensin, turun 21 persen secara tahunan pada semester pertama 2026. Pada periode yang sama, penjualan NEV juga tercatat turun 13 persen.
Penurunan tersebut dipengaruhi oleh lemahnya permintaan. Selain itu, pemangkasan plafon keringanan pajak pembelian kendaraan listrik turut memberikan tekanan terhadap pasar.
BYD, salah satu produsen kendaraan listrik terbesar di China, juga tidak sepenuhnya terhindar dari kondisi tersebut. Penjualan kendaraan barunya sepanjang Januari hingga Juni 2026 menyusut 16 persen menjadi 1,8 juta unit.
Penurunan itu menjadi yang pertama dialami BYD untuk periode semester dalam enam tahun. Penjualan mobil penumpang listrik perusahaan tersebut juga turun 15 persen menjadi 860 ribu unit.
Tekanan Keuangan Menghantui Produsen
Tekanan pasar turut tercermin dalam proyeksi kinerja keuangan sejumlah produsen otomotif China. Great Wall Motor memperkirakan laba bersihnya pada semester pertama 2026 anjlok sekitar 60 persen.
Seres Group, perusahaan yang memproduksi merek Aito bersama Huawei, memperkirakan akan mencatatkan rugi bersih. Sementara itu, Guangzhou Automobile Group (GAC) yang dimiliki negara memprediksi kerugiannya semakin melebar.
Kenaikan biaya baterai dan semikonduktor menjadi faktor tambahan yang membebani perusahaan. Di tengah penurunan penjualan, produsen tetap harus mengeluarkan biaya besar untuk mengembangkan teknologi dan menghadirkan model baru.
Berbeda dengan Pertumbuhan pada 2025
Situasi pada 2026 berbanding terbalik dengan kinerja industri otomotif China pada 2025. Berdasarkan data China Association of Automobile Manufacturers (CAAM), penjualan NEV China tumbuh sekitar 30 persen menjadi 16,49 juta unit. Angka tersebut mencakup penjualan di dalam negeri dan ekspor.
Penjualan kendaraan listrik meningkat 38 persen menjadi 10,62 juta unit. Jumlah itu setara dengan 31 persen dari total penjualan mobil. Sementara itu, penjualan NEV domestik tumbuh lebih lambat, yakni 20 persen menjadi 13,87 juta unit.
Di antara produsen kendaraan China, BYD masih memimpin berdasarkan pangsa penjualan kendaraan listrik yang dihitung dari pengiriman pabrik. Menurut MarkLines, BYD memiliki pangsa 23 persen. Posisi berikutnya ditempati Geely Automobile dengan 13 persen dan SAIC Motor sebesar 12 persen.
Permintaan Kendaraan Diperkirakan Belum Pulih
Pendiri sekaligus CEO Nio, William Li, menilai pasar otomotif China telah memasuki fase yang berbeda. Ia tidak memperkirakan permintaan kendaraan domestik akan pulih pada paruh kedua 2026.
“Kami tidak memperkirakan permintaan kendaraan domestik pulih pada paruh kedua tahun ini,” kata Li dalam sebuah acara di Chongqing pada pertengahan Juni.
Menurut Li, salah satu penyebabnya adalah banyak rumah tangga di China sudah memiliki satu kendaraan. Kondisi tersebut membuat ruang pertumbuhan permintaan baru menjadi lebih terbatas.
Kesimpulan
Peluncuran 542 model kendaraan dalam lima bulan menunjukkan tingginya intensitas persaingan otomotif di China. Produsen berlomba menghadirkan model baru meski pasar domestik sedang mengalami penurunan penjualan dan tekanan biaya.
BYD masih menjadi pemimpin di segmen kendaraan listrik, tetapi penurunan penjualan menunjukkan bahwa perusahaan besar pun menghadapi tantangan yang sama. Dengan permintaan yang belum diperkirakan pulih dalam waktu dekat, produsen otomotif China harus menghadapi siklus pengembangan yang mahal, masa puncak penjualan yang singkat, serta persaingan yang semakin agresif.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment