TNI AD Klarifikasi Insiden Jembatan Gantung Pongpet Pangandaran, Bukan Ambruk Total

Pangandaran — TNI Angkatan Darat memberikan klarifikasi terkait insiden di Jembatan Gantung Merah Putih Pongpet, Dusun Margajaya RT 01/12, Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Jembatan tersebut mengalami perubahan posisi saat digunakan dalam rangkaian peresmian pada Minggu (30/8).

Sebelumnya, sejumlah pemberitaan menyebut Jembatan Gantung Pongpet ambruk atau runtuh ketika Bupati Pangandaran Citra Pitriyami, Dandim 0625/Pangandaran, serta sejumlah pejabat berada di atasnya. Namun, TNI AD menegaskan bahwa insiden tersebut bukan merupakan keruntuhan seluruh struktur jembatan.

TNI AD Sebut Jembatan Mengalami Perubahan Posisi

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen Donny Pramono mengatakan, kondisi jembatan berubah setelah lebih dari 50 orang melintas secara bersamaan. Jumlah tersebut disebut telah melampaui kapasitas yang ditentukan.

Akibat beban yang melebihi ketentuan, tali sling pada sisi kiri jembatan terlepas dari pengikat utama. Kondisi itu menyebabkan jembatan menjadi miring, tetapi struktur utama jembatan tetap berada pada posisinya.

“Sebagaimana diberitakan sejumlah media, kondisi tersebut disebut sebagai ambruknya jembatan. Untuk meluruskan informasi tersebut, kondisi yang terjadi bukan merupakan keruntuhan atau ambruknya keseluruhan struktur jembatan,” kata Donny dalam keterangan tertulis, Senin (31/8).

Tali Sling Terlepas dari Pengikat Utama

Donny menjelaskan, bagian jembatan yang mengalami kendala adalah tali sling di sisi kiri. Komponen tersebut terlepas dari sistem pengikat utama sehingga posisi jembatan berubah dan menjadi miring.

Sebelum jembatan digunakan, Kodim 0625/Pangandaran telah memberikan sosialisasi kepada masyarakat. Papan pemberitahuan mengenai kapasitas dan ketentuan penggunaan juga telah dipasang di sisi jembatan.

Namun, antusiasme warga setelah prosesi peresmian membuat aturan tersebut tidak diindahkan. Peristiwa terjadi ketika jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama masyarakat bergerak menuju lokasi acara setelah prosesi pengguntingan pita oleh Bupati Pangandaran.

Pejabat yang Berada di Atas Jembatan Selamat

Dalam video yang beredar, Bupati Pangandaran Citra Pitriyami terlihat berada di atas Jembatan Gantung Pongpet bersama Dandim 0625/Pangandaran dan sejumlah pejabat lainnya. Tidak lama kemudian, bagian jembatan mengalami kerusakan dan membuat beberapa orang yang berada di atasnya terjatuh.

Kapolsek Cijulang Iptu Dimas Aditama memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Seluruh pejabat yang hadir dinyatakan selamat.

“Aparat langsung melakukan pengamanan di lokasi. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dan situasi tetap aman serta kondusif,” ujar Dimas, Senin (31/8).

Jembatan Ditutup Sementara untuk Perbaikan

Setelah kejadian, Kodim 0625/Pangandaran bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pangandaran langsung melakukan penanganan. Jembatan tersebut belum dibuka kembali untuk masyarakat dan masih menjalani perbaikan serta evaluasi teknis.

Evaluasi Meliputi Struktur dan Kapasitas

Evaluasi dilakukan untuk memastikan keamanan dan kelayakan jembatan sebelum kembali digunakan. Pemeriksaan mencakup kekuatan struktur, sistem pengikat tali sling, serta kapasitas maksimal jembatan.

Hasil evaluasi nantinya akan menjadi dasar untuk memastikan seluruh komponen konstruksi berada dalam kondisi aman. Selain itu, pengaturan penggunaan jembatan juga akan disempurnakan agar kapasitas yang telah ditentukan dapat dipatuhi.

Jembatan Dibangun untuk Mendukung Akses Warga

Jembatan Gantung Pongpet dibangun oleh Kodim 0625/Pangandaran sebagai bagian dari upaya membantu meningkatkan akses dan konektivitas masyarakat Desa Margacinta dan wilayah sekitarnya.

Setelah seluruh proses perbaikan dinyatakan selesai, jembatan tersebut diharapkan dapat mendukung mobilitas warga, sekaligus menunjang aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Kesimpulan

TNI AD menegaskan insiden Jembatan Gantung Merah Putih Pongpet bukanlah ambruknya seluruh struktur jembatan, melainkan perubahan posisi akibat tali sling sisi kiri yang terlepas setelah lebih dari 50 orang melintas secara bersamaan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Untuk memastikan keselamatan masyarakat, jembatan masih ditutup dan menjalani perbaikan serta evaluasi teknis. Penggunaan kembali jembatan akan dilakukan setelah kondisi struktur, sistem pengikat, dan kapasitas maksimal dinyatakan aman.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment