IHSG Diproyeksi Menguat, Analis Ungkap Target dan Saham Pilihan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melanjutkan penguatan pada perdagangan Rabu (2/9). Proyeksi tersebut disampaikan oleh sejumlah analis setelah IHSG berhasil mengakhiri perdagangan sebelumnya di zona positif dan ditutup di atas level teknikal penting.

Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai IHSG masih memiliki peluang untuk meneruskan tren penguatan dalam jangka pendek. Pergerakan indeks diperkirakan akan mengarah untuk menguji area tertentu, termasuk celah atau gap yang terbentuk pada perdagangan sebelumnya.

IHSG Berpeluang Menguji Area 6.615-6.666

Dalam riset hariannya, Herditya memperkirakan IHSG berpotensi menguat menuju rentang 6.615-6.666. Area tersebut sekaligus menjadi sasaran pengujian gap yang terbentuk beberapa waktu lalu.

“Kami memperkirakan IHSG berpeluang menguat untuk menguji area 6.615-6.666 sekaligus menguji area gap yang terbentuk beberapa waktu lalu,” ujar Herditya dalam riset tersebut.

Ia memproyeksikan IHSG bergerak dengan level support di 6.476 dan 6.373. Sementara itu, area resistance yang perlu diperhatikan berada di level 6.635 dan 6.705.

Saham Pilihan MNC Sekuritas

Sejalan dengan proyeksi penguatan IHSG, Herditya turut menyampaikan sejumlah saham yang menjadi perhatian. Saham-saham tersebut adalah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA), dan PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA).

Level support dan resistance tersebut menjadi acuan teknikal untuk melihat potensi pergerakan indeks pada perdagangan hari ini. Namun, perkembangan IHSG tetap akan bergantung pada kemampuan indeks dalam mempertahankan level-level penting tersebut.

Penutupan di Atas 6.545 Jadi Sinyal Positif

Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova juga melihat peluang berlanjutnya tren penguatan IHSG. Menurut dia, penutupan indeks di atas level 6.545 memperbesar kemungkinan IHSG untuk menguji area gap yang berada di kisaran 6.635-6.705.

“Penutupan di atas 6.545 membuat peluang IHSG untuk menguji area gap 6.635-6.705 semakin terbuka. Tren positif masih kuat selama IHSG tidak turun di bawah 6.496,” ujar Ivan.

Dengan demikian, level 6.496 menjadi salah satu batas penting yang perlu diperhatikan. Apabila IHSG mampu bertahan di atas level tersebut, peluang penguatan masih dinilai terbuka. Sebaliknya, penurunan di bawah level itu dapat menjadi perhatian dalam melihat arah pergerakan indeks selanjutnya.

Proyeksi Level IHSG dan Saham Rekomendasi

Ivan memprediksi IHSG memiliki level support di 6.496, 6.435, 6.373, dan 6.230. Sementara itu, level resistance yang diperkirakan berada di 6.666, 6.835, dan 6.916.

Untuk saham pilihan, Ivan merekomendasikan perhatian terhadap PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF).

Kinerja IHSG pada Perdagangan Sebelumnya

Pada perdagangan Selasa (1/9), IHSG ditutup di level 6.599. Indeks menguat 74,46 poin atau naik 1,14 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Berdasarkan data RTI Infokom, nilai transaksi yang dilakukan investor mencapai Rp20,73 triliun. Adapun jumlah saham yang diperdagangkan tercatat sebanyak 59,69 miliar saham.

Pergerakan pasar saham juga didominasi oleh saham yang menguat. Sebanyak 407 saham ditutup naik, sedangkan 215 saham mengalami koreksi dan 169 saham lainnya stagnan.

Kesimpulan

IHSG diproyeksikan melanjutkan penguatan pada perdagangan Rabu (2/9), dengan target pengujian area 6.615-6.666 hingga resistance 6.635-6.705. Analis menilai penutupan IHSG di atas 6.545 menjadi sinyal positif, sementara level 6.496 dipandang sebagai batas penting untuk menjaga tren penguatan.

Meski demikian, proyeksi teknikal tersebut bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca dengan mempertimbangkan strategi dan risiko masing-masing.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment