RAPBN 2027 Siapkan Rp32,9 Triliun untuk Sekolah Rakyat dan Pembangunan Pendidikan

Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp32,9 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 untuk melanjutkan penyelenggaraan serta pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat. Program tersebut ditujukan bagi masyarakat miskin dan miskin ekstrem sebagai bagian dari upaya pemerintah menyediakan layanan pendidikan yang terpadu.

Selain anggaran untuk Sekolah Rakyat, pemerintah juga mengalokasikan dana untuk revitalisasi sekolah dan madrasah serta melanjutkan pembangunan Sekolah Unggul Garuda. Kebijakan ini menunjukkan adanya beberapa agenda pendidikan yang akan menjadi fokus pemerintah pada 2027, mulai dari penyediaan akses pendidikan berasrama hingga perbaikan sarana dan prasarana pembelajaran.

Anggaran Sekolah Rakyat Capai Rp32,9 Triliun

Berdasarkan Buku II Nota Keuangan, pemerintah berencana mengalokasikan Rp32.902,3 miliar atau sekitar Rp32,9 triliun pada 2027 untuk melanjutkan penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Anggaran tersebut juga digunakan untuk pembangunan gedung permanen sekolah yang menjadi bagian dari program tersebut.

“Pada tahun 2027, Pemerintah akan melanjutkan penyelenggaraan sekolah rakyat dengan berencana mengalokasikan Rp32.902,3 miliar,” tulis Buku II Nota Keuangan, Selasa (18/7).

Sekolah Rakyat dibentuk pemerintah untuk masyarakat miskin dan miskin ekstrem berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025. Program ini dirancang sebagai sekolah berasrama sehingga peserta didik tidak hanya memperoleh pendidikan formal, tetapi juga mendapatkan berbagai layanan pendukung secara terpadu.

Layanan Pendidikan Terpadu dalam Sekolah Rakyat

Konsep Sekolah Rakyat mencakup sejumlah layanan yang diselenggarakan dalam satu lingkungan pendidikan. Layanan tersebut meliputi pendidikan, pengasuhan, pemenuhan gizi, layanan kesehatan, pembinaan karakter, pendampingan psikososial, serta pengembangan keterampilan.

Dengan rancangan tersebut, Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada kegiatan belajar mengajar. Program ini juga mencakup aspek pengasuhan dan pemenuhan kebutuhan peserta didik selama mengikuti pendidikan berasrama. Pendampingan psikososial dan pembinaan karakter menjadi bagian dari layanan yang disiapkan secara terpadu.

Pengembangan keterampilan juga menjadi salah satu unsur dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Sementara itu, pemenuhan gizi serta layanan kesehatan menjadi bagian lain dari dukungan yang disediakan melalui program tersebut. Keseluruhan layanan itu dirancang untuk mendukung proses pendidikan bagi masyarakat miskin dan miskin ekstrem.

Revitalisasi Sekolah dan Madrasah Dapat Rp18,17 Triliun

Selain membiayai Sekolah Rakyat, pemerintah menyiapkan anggaran Rp18,17 triliun untuk melanjutkan revitalisasi sekolah dan madrasah pada 2027. Nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan alokasi pada 2026, yang terdiri atas Rp14,56 triliun untuk revitalisasi sekolah dan Rp2,5 triliun untuk revitalisasi madrasah.

Revitalisasi sekolah dan madrasah merupakan salah satu agenda dalam Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang diluncurkan Presiden. Program tersebut ditujukan untuk mempercepat perbaikan sarana dan prasarana pendidikan yang berada dalam kondisi rusak di seluruh Indonesia.

Dalam Buku Nota Keuangan disebutkan bahwa sarana dan prasarana memiliki peran penting sebagai penunjang proses pembelajaran. Karena itu, perbaikan fasilitas pendidikan menjadi bagian dari program yang kembali dilanjutkan pemerintah pada 2027.

Anggaran untuk Sekolah Unggul Garuda

Pemerintah juga mengalokasikan Rp2,67 triliun melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) untuk Sekolah Unggul Garuda. Anggaran tersebut akan digunakan untuk melanjutkan pembangunan.

Alokasi bagi Sekolah Unggul Garuda melengkapi sejumlah anggaran pendidikan yang tercantum dalam RAPBN 2027. Dengan demikian, rencana belanja pemerintah di bidang pendidikan mencakup penyelenggaraan Sekolah Rakyat, pembangunan gedung permanen, revitalisasi sekolah dan madrasah, serta kelanjutan pembangunan Sekolah Unggul Garuda.

Kesimpulan

RAPBN 2027 menempatkan sejumlah program pendidikan sebagai bagian penting dari rencana pemerintah. Sekolah Rakyat memperoleh alokasi sekitar Rp32,9 triliun untuk penyelenggaraan dan pembangunan gedung permanen bagi masyarakat miskin dan miskin ekstrem. Program berasrama ini menyediakan layanan pendidikan, pengasuhan, gizi, kesehatan, pembinaan karakter, pendampingan psikososial, dan pengembangan keterampilan secara terpadu.

Di sisi lain, anggaran Rp18,17 triliun disiapkan untuk melanjutkan revitalisasi sekolah dan madrasah, sedangkan Rp2,67 triliun dialokasikan bagi kelanjutan pembangunan Sekolah Unggul Garuda. Ke depan, pelaksanaan berbagai alokasi tersebut akan menjadi bagian dari kelanjutan agenda pemerintah dalam memperluas layanan pendidikan dan memperbaiki sarana serta prasarana pembelajaran.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment