Polsek Asologaima Jayawijaya Ditembak OTK, Polisi Temukan 10 Selongsong Peluru

Polsek Asologaima yang berada di Kampung Kimbim, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, ditembak oleh orang tak dikenal (OTK) pada Senin pagi (17/8). Sedikitnya 10 kali rentetan tembakan terdengar mengarah ke markas kepolisian tersebut sekitar pukul 06.00 WIT.

Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz, Irjen Faizal Ramadhani, mengatakan personel Polsek Asologaima bersama personel BKO Brimob yang sedang melaksanakan siaga langsung meningkatkan kewaspadaan. Mereka juga merespons sumber suara tembakan setelah mengetahui adanya gangguan keamanan tersebut.

Rentetan Tembakan Mengarah ke Polsek Asologaima

Menurut Faizal, suara tembakan terdengar pada pagi hari dan mengarah ke Polsek Asologaima. Aparat yang berada di lokasi segera mengambil langkah pengamanan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya serangan lanjutan.

“Personel Polsek Asologaima bersama BKO Brimob yang sedang melaksanakan siaga langsung meningkatkan kewaspadaan dan melakukan respons terhadap sumber suara tembakan,” kata Faizal dalam keterangan tertulis pada Rabu (19/8).

Selain personel yang berada di Polsek Asologaima, petugas Satgas Operasi Damai Cartenz yang berjaga di Pos Wamena turut dikerahkan ke lokasi. Kehadiran mereka ditujukan untuk memberikan dukungan pengamanan sekaligus membantu memastikan kondisi di sekitar wilayah tetap terkendali.

Situasi di Lokasi Berangsur Normal

Faizal menyampaikan, aparat telah melakukan pemantauan dan penyisiran di sekitar wilayah setelah terdengar rentetan tembakan. Dari hasil kegiatan tersebut, situasi di sekitar Polsek Asologaima berangsur normal dan tidak ditemukan gangguan keamanan lanjutan.

Aktivitas masyarakat di sekitar lokasi juga kembali berjalan seperti biasa setelah aparat menyatakan kondisi aman dan terkendali. Hingga pengecekan awal dilakukan, tidak ada laporan mengenai korban maupun kerugian material pada bangunan Polsek Asologaima.

Meski demikian, aparat tetap melakukan pengamanan dan penyelidikan untuk mengetahui secara pasti rangkaian kejadian tersebut. Penanganan tidak berhenti pada respons awal terhadap suara tembakan, tetapi dilanjutkan dengan proses pengumpulan bukti serta keterangan dari sejumlah pihak.

Petugas Temukan Jejak Kaki dan Selongsong Peluru

Satgas Gakkum Operasi Damai Cartenz turut memberikan dukungan dalam proses olah tempat kejadian perkara (TKP). Proses tersebut dilakukan bersama personel Satreskrim Polres Jayawijaya untuk mengumpulkan informasi dan barang bukti yang berkaitan dengan insiden penembakan.

Dalam olah TKP, petugas meminta keterangan sejumlah saksi serta memeriksa area yang diduga menjadi lokasi asal tembakan. Dari pemeriksaan tersebut, aparat menemukan jejak kaki dan 10 selongsong peluru kaliber 5,56 milimeter di sekitar titik yang diduga menjadi sumber tembakan.

Seluruh temuan itu telah diamankan oleh personel identifikasi Satreskrim Polres Jayawijaya. Barang bukti tersebut akan digunakan untuk mendukung proses penyelidikan lebih lanjut, termasuk menelusuri fakta kejadian dan mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab.

Polisi Imbau Warga Tidak Sebarkan Informasi Belum Terverifikasi

Faizal menegaskan bahwa personel di lapangan telah mengambil langkah cepat dan terukur setelah menerima informasi mengenai gangguan tembakan. Aparat juga terus melakukan pendalaman berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan yang diperoleh dari lapangan.

Di tengah proses penyelidikan yang masih berlangsung, masyarakat diimbau tetap tenang. Warga juga diminta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar tidak menimbulkan keresahan maupun mengganggu proses penanganan perkara.

Kesimpulan

Penembakan Polsek Asologaima di Kampung Kimbim, Jayawijaya, Papua Pegunungan, terjadi pada Senin pagi dan terdengar sebanyak 10 kali. Aparat gabungan segera merespons, melakukan penyisiran, serta memastikan situasi di sekitar lokasi kembali aman. Tidak ada korban maupun kerugian material pada bangunan polsek berdasarkan pengecekan awal.

Petugas kini masih mendalami kasus tersebut setelah menemukan jejak kaki dan 10 selongsong peluru kaliber 5,56 milimeter. Ke depan, penyelidikan akan terus dilakukan berdasarkan bukti di TKP dan keterangan saksi untuk mengungkap fakta kejadian serta pihak yang bertanggung jawab. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan menunggu informasi resmi dari aparat.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment