Mendag Budi Santoso Serahkan Bantuan Rp250 Juta untuk Korban Gempa NTT

JAKARTA – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyerahkan bantuan Kemendag Peduli senilai Rp250 juta untuk masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut menjadi bentuk solidaritas keluarga besar Kementerian Perdagangan (Kemendag) bagi warga yang tengah menghadapi situasi sulit pascabencana.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis kepada Kepala Badan Penghubung Provinsi NTT, Florida Taty Satyawati, di sela-sela peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-81. Kegiatan tersebut berlangsung di kantor Kemendag, Jakarta, pada Senin (17/8).

Mendag Budi Santoso, yang akrab disapa Busan, mengatakan penggalangan dana tersebut merupakan wujud kepedulian dan semangat gotong royong di lingkungan Kemendag. Menurutnya, momentum peringatan kemerdekaan dapat dimanfaatkan untuk memperkuat solidaritas, khususnya dengan membantu masyarakat yang sedang tertimpa musibah.

Kemendag Peduli Salurkan Donasi Tahap Awal

Busan menyampaikan, keluarga besar Kemendag sepakat untuk memberikan dukungan kepada masyarakat NTT yang terdampak gempa. Donasi yang terkumpul hingga siang hari mencapai Rp250 juta dan langsung diserahkan kepada Kantor Penghubung Provinsi NTT di Jakarta.

“Keluarga besar Kemendag sepakat untuk menunjukkan kepedulian kepada saudara-saudara kita yang terkena musibah di NTT. Sejak pagi hingga siang, telah terkumpul donasi sebesar Rp250 juta dan langsung kami serahkan kepada Kantor Penghubung Provinsi NTT di Jakarta,” tutur Busan.

Ia menegaskan bahwa bantuan tersebut baru merupakan tahap pertama. Busan berharap penggalangan donasi dapat terus dilanjutkan sehingga dukungan untuk masyarakat NTT dapat diberikan secara berkelanjutan sesuai kebutuhan di lapangan.

Empat Pasar Mengalami Kerusakan

Selain menyerahkan bantuan sosial, Mendag juga menyoroti kondisi sarana perdagangan di wilayah yang terdampak gempa. Berdasarkan identifikasi awal, terdapat empat pasar yang mengalami kerusakan dengan tingkat yang berbeda-beda.

Pasar Inpres Ruteng Ditutup Sementara

Salah satu sarana perdagangan yang terdampak adalah Pasar Inpres Ruteng di Kabupaten Manggarai. Pasar tersebut mengalami kerusakan pada sejumlah tiang penyangga sehingga untuk sementara waktu tidak dapat digunakan.

Kemendag telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar Pasar Inpres Ruteng tidak digunakan terlebih dahulu. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah risiko terhadap keselamatan pedagang maupun masyarakat yang beraktivitas di kawasan pasar.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar pasar tersebut tidak digunakan untuk sementara waktu demi keselamatan masyarakat,” ujar Busan.

Pemulihan Sarana Perdagangan Jadi Perhatian

Menurut Busan, pemulihan sarana perdagangan merupakan bagian penting dari proses penanganan dan pemulihan pascabencana di NTT. Pasar rakyat, kios, serta berbagai fasilitas perdagangan lainnya memiliki peran strategis dalam menggerakkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat.

Sarana perdagangan tidak hanya berfungsi sebagai tempat transaksi, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Karena itu, setelah masa darurat tertangani, pemerintah berharap aktivitas perdagangan dapat segera berjalan kembali.

“Sarana perdagangan ini penting karena menjadi tempat masyarakat beraktivitas dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Setelah kondisi darurat tertangani, kami ingin perdagangan dapat segera pulih. Pedagang bisa kembali berjualan dan masyarakat bisa kembali beraktivitas,” kata Busan.

Pasokan Barang Kebutuhan Pokok Dipastikan Aman

Di samping memantau kerusakan sarana perdagangan, Kemendag juga memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok di wilayah terdampak gempa. Koordinasi dilakukan bersama distributor, termasuk pelaku usaha yang berada di luar wilayah terdampak maupun di provinsi terdekat.

Koordinasi tersebut ditujukan untuk menjaga kesinambungan pasokan barang kebutuhan pokok ke NTT selama proses penanganan darurat. Kemendag juga terus memperkuat komunikasi dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha melalui tim yang dipimpin oleh Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri.

Busan mengatakan, pelaku usaha, termasuk ritel modern, telah menyampaikan bahwa kondisi pasokan masih aman. Untuk saat ini, perhatian utama diarahkan pada penanganan darurat pascabencana, sembari memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pelaku usaha, termasuk ritel modern, dan mereka menyampaikan pasokan masih aman. Saat ini, fokus ada pada penanganan darurat pascabencana,” pungkas Busan.

Kesimpulan

Penyaluran bantuan Kemendag Peduli sebesar Rp250 juta menjadi bentuk solidaritas bagi masyarakat NTT yang terdampak gempa. Selain bantuan sosial, Kemendag turut memprioritaskan keselamatan masyarakat, pemulihan pasar dan sarana perdagangan, serta kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok.

Ke depan, penggalangan bantuan diharapkan dapat terus berlanjut. Penguatan koordinasi antara Kemendag, pemerintah daerah, distributor, dan pelaku usaha juga menjadi langkah penting agar penanganan darurat berjalan baik dan aktivitas perdagangan di NTT dapat kembali pulih secara bertahap.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment