Kementan Siapkan Dukungan Rp55,65 Miliar untuk Kembangkan Bawang Putih di Lombok Timur

Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat upaya untuk mengembalikan swasembada bawang putih nasional. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengembangkan kawasan bawang putih di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), melalui dukungan anggaran dan penyediaan sarana produksi bagi petani.

Total dukungan yang disalurkan Kementan untuk pengembangan bawang putih di Lombok Timur mencapai Rp55,65 miliar. Bantuan tersebut diarahkan untuk memperluas areal tanam, meningkatkan kapasitas produksi, serta memperkuat infrastruktur pendukung yang dibutuhkan petani di lapangan.

Dukungan Pengembangan Bawang Putih di Lombok Timur

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah akan terus memberikan dukungan terhadap pengembangan bawang putih. Salah satu perhatian utama pemerintah adalah memastikan ketersediaan benih bagi petani agar peningkatan produksi dalam negeri dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Terima kasih kepada Pak Kapolri dan jajarannya, Kapolda seluruh Indonesia dalam dukungan untuk swasembada bawang putih. Benih kita upaya untuk mendukung produksi, kalau ketersediaan dalam negeri kurang kita upayakan impor,” kata Amran setelah menghadiri penanaman bawang putih serentak di 17 provinsi yang dipusatkan di Sembalun, Lombok Timur, Rabu (19/8).

Di Lombok Timur, dukungan Kementan mencakup pengembangan kawasan bawang putih seluas 658 hektare dengan nilai Rp52,64 miliar. Selain itu, pemerintah menyediakan berbagai sarana produksi, yakni 15 unit irigasi perpompaan, sembilan unit hand traktor, dan 17 unit pompa air.

Berbagai bantuan tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat produksi bawang putih nasional. Pengembangan kawasan dan penyediaan sarana produksi diharapkan dapat membantu petani meningkatkan produktivitas sekaligus memperluas lahan tanam bawang putih.

Produksi Dalam Negeri Masih Jauh dari Kebutuhan Nasional

Penguatan produksi bawang putih menjadi penting karena Indonesia masih menghadapi kesenjangan besar antara produksi dalam negeri dan kebutuhan nasional. Dalam kegiatan tersebut disebutkan bahwa produksi bawang putih domestik saat ini berada di kisaran 39 ribu hingga 40 ribu ton.

Sementara itu, kebutuhan bawang putih nasional mencapai sekitar 600 ribu ton per tahun. Kondisi tersebut membuat ketergantungan Indonesia terhadap pasokan impor masih sangat tinggi, yakni sekitar 90 hingga 95 persen.

Dengan adanya dukungan kawasan, benih, serta sarana produksi, pemerintah berharap produksi bawang putih dalam negeri dapat terus ditingkatkan. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap impor secara bertahap.

Penanaman Serentak Digelar di 17 Provinsi

Penanaman bawang putih yang dipusatkan di Sembalun merupakan bagian dari kegiatan ketahanan pangan Polri. Kegiatan tersebut mencakup potensi lahan sekitar 2.593,1 hektare yang tersebar di 17 provinsi.

Agenda penanaman serentak itu juga dirangkaikan dengan panen bawang putih dan peresmian gudang ketahanan pangan Polri. Kolaborasi antara berbagai pihak dinilai penting untuk memperkuat pelaksanaan program swasembada pangan, termasuk pada komoditas bawang putih.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyampaikan apresiasi terhadap kerja Menteri Pertanian dan jajaran Kementan dalam mendorong pencapaian swasembada pangan nasional.

“Alhamdulillah dipimpin Bapak Mentan kita semakin hari bisa terus meningkatkan apa yang diharapkan atau diperintahkan Bapak Presiden Prabowo untuk swasembada,” ujar Sigit.

Bawang Putih Menjadi Tantangan Berikutnya

Menurut Sigit, capaian swasembada pada sejumlah komoditas merupakan kebanggaan bersama. Namun, bawang putih masih menjadi tantangan karena produksi nasional masih berada jauh di bawah kebutuhan masyarakat.

Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia pernah mencapai swasembada bawang putih. Karena itu, pencapaian tersebut diharapkan dapat kembali diwujudkan melalui kerja bersama dan dukungan yang konsisten.

“Ini menjadi tantangan bagi kita semua apakah kita bisa melaksanakan tugas tersebut,” katanya.

Dorongan agar Program Berjalan Berkelanjutan

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto turut mengapresiasi kerja keras Menteri Pertanian dan jajarannya dalam meningkatkan produksi pangan nasional. Menurutnya, capaian swasembada pada beras, jagung, telur, dan komoditas lainnya perlu dilanjutkan pada komoditas yang masih menghadapi tantangan.

Ia menyebut bawang putih, kedelai, dan gula sebagai komoditas yang perlu mendapat perhatian dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.

Titiek juga mengingatkan bahwa Indonesia pernah mengalami masa kejayaan bawang putih pada 1994-1995. Pada periode tersebut, produksi dalam negeri disebut mampu memenuhi kebutuhan nasional. Pengalaman itu dinilai dapat menjadi motivasi untuk kembali mengejar swasembada bawang putih.

“Pertanyaan sederhana kita, kita pernah swasembada, mengapa kita tidak mampu lagi untuk swasembada?” ujarnya.

Ia menekankan agar penanaman bawang putih tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Program tersebut perlu menjadi awal dari gerakan yang konsisten dan berkelanjutan, dengan tetap memperhatikan kesejahteraan petani serta memastikan mereka memperoleh pendapatan yang layak.

Kesimpulan

Kementan menyiapkan dukungan Rp55,65 miliar untuk memperkuat pengembangan bawang putih di Lombok Timur. Bantuan itu mencakup pengembangan kawasan seluas 658 hektare, penyediaan irigasi perpompaan, hand traktor, pompa air, serta dukungan terhadap ketersediaan benih.

Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan produksi bawang putih dalam negeri yang saat ini masih jauh di bawah kebutuhan nasional. Dengan pengembangan kawasan, kolaborasi lintas lembaga, dan program yang dilaksanakan secara konsisten, target swasembada bawang putih diharapkan dapat diwujudkan secara bertahap dan berkelanjutan.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment