Bandara Soekarno-Hatta Dibuka Kembali Secara Bertahap Usai Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Bandara Internasional Soekarno-Hatta kembali membuka operasional penerbangan pada Selasa (8/9) dini hari setelah sebelumnya sempat ditutup akibat sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Pembukaan kembali tersebut dilakukan setelah AirNav Indonesia menerbitkan Notice to Air Missions (Notam) dengan status resumed operations pada pukul 00.30 WIB.

Meski aktivitas penerbangan telah kembali berjalan, pengelola bandara menerapkan proses pemulihan secara bertahap. Langkah ini dilakukan dengan tetap menempatkan keselamatan penerbangan sebagai prioritas utama, terutama karena terdapat sejumlah penerbangan yang terdampak selama penutupan operasional.

Operasional Bandara Soekarno-Hatta Kembali Dibuka

General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, menyampaikan bahwa pembukaan kembali bandara tidak dilakukan secara langsung pada kapasitas penuh. Pada tahap awal pemulihan, pengelola bersama pihak terkait mengatur arus lalu lintas penerbangan secara bertahap dan terukur.

Salah satu strategi yang diterapkan adalah Air Traffic Flow Management atau ATFM. Sistem tersebut digunakan untuk mengendalikan arus penerbangan, baik keberangkatan maupun kedatangan, sehingga kegiatan operasional dapat kembali berlangsung dengan aman dan tertib.

“Pada fase awal recovery, pengendalian penerbangan dilakukan secara bertahap dan terukur melalui penerapan ATFM. Pengaturan ini diperlukan agar arus keberangkatan dan kedatangan dapat kembali berjalan dengan aman dan tertib, sekaligus memungkinkan kapasitas operasional bandara dipulihkan secara bertahap,” ujar Heru, dikutip Antara, Selasa (8/9).

Pemulihan Penerbangan Dilakukan Secara Terukur

Penerapan ATFM menjadi bagian penting dalam proses pemulihan setelah operasional bandara sempat dihentikan. Pengaturan tersebut mempertimbangkan berbagai kondisi di lapangan, termasuk kebutuhan untuk mempercepat keberangkatan pesawat yang sebelumnya terdampak penutupan bandara.

Selain mengatur kembali jadwal penerbangan, pihak bandara juga perlu memulihkan kapasitas apron secara bertahap. Apron merupakan area yang digunakan untuk mendukung aktivitas pesawat, seperti parkir, naik turun penumpang, serta proses persiapan penerbangan.

Penyesuaian Jadwal Penerbangan

Dengan diberlakukannya pemulihan secara bertahap, jadwal penerbangan masih berpotensi mengalami penyesuaian. Pengaturan ini diperlukan agar arus pesawat tidak menumpuk dan seluruh kegiatan di area bandara dapat berlangsung secara terkendali.

Calon penumpang yang memiliki jadwal penerbangan dari atau menuju Bandara Soekarno-Hatta diminta untuk tidak hanya mengandalkan informasi sebelumnya. Mereka perlu memeriksa kembali status penerbangan melalui kanal resmi maskapai masing-masing sebelum berangkat menuju bandara.

Pengecekan tersebut penting karena adanya perubahan jadwal penerbangan sebagai bagian dari proses pemulihan operasional. Informasi resmi dari maskapai menjadi rujukan bagi penumpang untuk memastikan keberangkatan dan menghindari ketidakpastian selama perjalanan menuju bandara.

Koordinasi dengan Operator Transportasi Publik

Selain mengatur penerbangan, pihak Bandara Soekarno-Hatta juga telah berkoordinasi dengan seluruh operator transportasi publik. Koordinasi ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan armada yang mendukung mobilitas penumpang dari dan menuju bandara.

Ketersediaan transportasi publik menjadi salah satu hal yang diperhatikan dalam fase pembukaan kembali bandara. Dengan dukungan armada yang memadai, mobilitas penumpang diharapkan dapat tetap terlayani seiring dengan kembali berlangsungnya aktivitas penerbangan.

Namun, penumpang tetap diimbau untuk menyesuaikan waktu perjalanan dengan informasi terbaru mengenai jadwal penerbangan. Langkah tersebut diperlukan karena operasional bandara masih berada dalam tahap pemulihan dan pengaturan arus penerbangan dilakukan secara bertahap.

Kesimpulan

Bandara Soekarno-Hatta kembali beroperasi pada Selasa (8/9) dini hari setelah sempat ditutup akibat sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Pembukaan kembali dilakukan setelah AirNav Indonesia menerbitkan Notam berstatus resumed operations pada pukul 00.30 WIB.

Dalam proses pemulihan, pengelola bandara menerapkan ATFM untuk mengendalikan arus keberangkatan dan kedatangan secara bertahap. Pengaturan tersebut juga mempertimbangkan penerbangan yang sebelumnya terdampak serta proses pengembalian kapasitas apron.

Ke depan, kelancaran operasional akan bergantung pada penerapan pengaturan penerbangan secara terukur dan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk operator transportasi publik. Sementara itu, calon penumpang disarankan untuk terus memantau status penerbangan melalui kanal resmi maskapai karena jadwal masih dapat mengalami penyesuaian selama masa pemulihan.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment