BGN Hentikan Sementara Penyaluran MBG di Wilayah Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah wilayah yang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Kebijakan tersebut diambil setelah sekolah-sekolah penerima manfaat menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sebagai bagian dari langkah penanganan situasi darurat.

Penghentian sementara itu bukan berarti Program MBG dihentikan secara keseluruhan. BGN menyebut langkah tersebut sebagai penyesuaian operasional agar pelaksanaan program tetap aman, tepat sasaran, dan sesuai dengan kondisi di masing-masing daerah terdampak.

Keselamatan Peserta Didik Menjadi Prioritas

Kepala Biro Hukum dan Humas BGN Khairul Hidayati mengatakan, penyesuaian operasional MBG dilakukan untuk merespons kondisi kedaruratan di wilayah yang terdampak erupsi. Menurutnya, keselamatan peserta didik dan seluruh warga satuan pendidikan menjadi pertimbangan utama dalam menentukan mekanisme pelaksanaan program.

Ketika kegiatan belajar mengajar tidak lagi berlangsung secara tatap muka, mekanisme pemberian makanan bergizi di sekolah juga perlu disesuaikan. Hal tersebut penting agar pelaksanaan MBG tetap sejalan dengan kebijakan penanganan bencana dan tidak mengabaikan aspek keamanan.

“Keselamatan peserta didik dan seluruh warga satuan pendidikan menjadi pertimbangan utama dalam penyesuaian operasional MBG. Ketika proses pembelajaran dialihkan menjadi pembelajaran jarak jauh, mekanisme pemberian MBG di sekolah juga perlu disesuaikan agar pelaksanaannya tetap tepat sasaran, aman, dan selaras dengan kebijakan penanganan kondisi darurat,” ujar Hida dalam keterangan tertulis pada Minggu (6/9).

PJJ Diterapkan di Tiga Wilayah

Penerapan PJJ di wilayah terdampak dilakukan dengan durasi yang berbeda. Perbedaan waktu pelaksanaan tersebut mengikuti perkembangan situasi dan kebijakan pemerintah daerah di masing-masing wilayah.

Lampung

Di Provinsi Lampung, kegiatan pembelajaran dialihkan ke sistem jarak jauh selama dua hari. PJJ dijadwalkan berlangsung pada Senin dan Selasa, 7–8 September 2026.

Banten

Sementara itu, Provinsi Banten menerapkan PJJ selama tiga hari. Kebijakan tersebut berlaku mulai Senin hingga Rabu, 7–9 September 2026.

DKI Jakarta

Untuk wilayah DKI Jakarta, PJJ mulai diberlakukan pada Senin, 7 September 2026. Namun, durasi pelaksanaannya belum ditentukan. Kebijakan tersebut akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan serta arahan lebih lanjut dari pemerintah daerah.

Dasar Kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh

Kebijakan PJJ di wilayah terdampak mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 33 Tahun 2019 tentang Satuan Pendidikan Aman Bencana. Selain itu, pelaksanaannya juga merujuk pada Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 1 Tahun 2026 tentang Pembelajaran dalam Situasi Darurat.

Kedua regulasi tersebut menjadi dasar dalam memastikan kegiatan pendidikan tetap mempertimbangkan keselamatan dan kesiapsiagaan. Dalam situasi bencana atau keadaan darurat, satuan pendidikan perlu menyesuaikan metode pembelajaran agar proses pendidikan tetap dapat berjalan tanpa mengesampingkan perlindungan bagi peserta didik dan tenaga pendidikan.

BGN Pantau Perkembangan Situasi

BGN menegaskan bahwa penghentian sementara operasional MBG di satuan pendidikan tidak dapat dimaknai sebagai penghentian program. Kebijakan tersebut merupakan penyesuaian akibat perubahan mekanisme pembelajaran dari tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh.

“Penyesuaian ini bersifat sementara dan mengikuti dinamika kondisi di masing-masing wilayah. BGN akan terus memantau perkembangan dan melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah serta pemangku kepentingan terkait agar operasional MBG dapat kembali disesuaikan ketika kondisi memungkinkan,” jelas Hida.

Untuk memastikan keputusan operasional tetap sesuai dengan kondisi terbaru, BGN melanjutkan koordinasi lintas sektor. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memperoleh informasi terkini mengenai perkembangan situasi di wilayah terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

Informasi tersebut akan menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan langkah berikutnya. Selain perkembangan kebencanaan, BGN juga akan memperhatikan kesiapan satuan pendidikan dan penyelenggara MBG ketika pembelajaran tatap muka kembali diberlakukan.

Kesimpulan

BGN menghentikan sementara penyaluran MBG di sekolah-sekolah yang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau karena kegiatan pembelajaran dialihkan ke sistem PJJ. Keputusan ini diambil untuk mengutamakan keselamatan peserta didik dan warga satuan pendidikan, sekaligus memastikan pelaksanaan program tetap terukur dan tepat sasaran.

Operasional MBG akan kembali disesuaikan berdasarkan kebijakan pembelajaran dan perkembangan kondisi kebencanaan di setiap daerah. Ke depan, BGN berkomitmen menjaga keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis melalui pemantauan dan koordinasi dengan pemerintah daerah serta pemangku kepentingan terkait.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment