BRI Catat Kredit UMKM Rp1.235,4 Triliun pada Triwulan II 2026, Tumbuh 8,6 Persen
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mencatat pertumbuhan positif pada portofolio kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga akhir triwulan II 2026. Nilai pembiayaan UMKM BRI mencapai Rp1.235,4 triliun atau meningkat 8,6 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).
Pertumbuhan tersebut menegaskan konsistensi BRI dalam menjadikan sektor UMKM sebagai fokus utama pengembangan bisnis. Di tengah ekspansi perusahaan yang terus berlangsung, segmen UMKM tetap menjadi core business sekaligus fondasi penting dalam mendukung penguatan ekonomi kerakyatan.
Besarnya porsi kredit UMKM tidak hanya mencerminkan peran BRI sebagai lembaga intermediasi keuangan, tetapi juga menunjukkan komitmen perseroan dalam mendorong pelaku usaha agar dapat berkembang, meningkatkan kapasitas, dan naik kelas.
Portofolio Kredit UMKM BRI Tumbuh 8,6 Persen
Direktur Network & Retail Funding BRI, Aquarius Rudianto, menyampaikan hal tersebut dalam Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan II 2026 di Jakarta. Menurutnya, dukungan terhadap UMKM dilakukan melalui pendekatan pemberdayaan secara menyeluruh atau end-to-end.
Pendekatan tersebut mencakup berbagai tingkatan, mulai dari desa, komunitas usaha, hingga pelaku UMKM secara individu. Dengan cara ini, dukungan yang diberikan tidak berhenti pada pembiayaan, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat kemampuan usaha dan mengoptimalkan potensi ekonomi yang tersedia.
BRI Perkuat Pemberdayaan dari Tingkat Desa hingga Individu
Program Desa BRILiaN Jangkau Lebih dari 5.700 Desa
Salah satu bentuk pemberdayaan yang dijalankan BRI adalah melalui program Desa BRILiaN. Hingga saat ini, program tersebut telah memberdayakan lebih dari 5.700 desa.
Desa BRILiaN berfokus pada pengoptimalan potensi ekonomi lokal. Selain itu, program ini juga diarahkan untuk memperkuat kapasitas dan kelembagaan desa. Dengan dukungan tersebut, desa diharapkan mampu mengembangkan potensi yang dimiliki dan membangun aktivitas ekonomi secara lebih terarah.
Klasterku Hidupku Menjangkau 44 Ribu Klaster Usaha
Pada tingkat komunitas usaha, BRI mengembangkan program Klasterku Hidupku. Program ini telah menjangkau lebih dari 44 ribu klaster usaha.
Pengembangan berbasis klaster menjadi bagian dari upaya BRI dalam memberikan dukungan kepada pelaku usaha dalam ekosistem komunitas. Pemberdayaan tersebut melengkapi pembiayaan yang disalurkan melalui penguatan usaha di tingkat kelompok.
LinkUMKM Digunakan 17,3 Juta Pelaku UMKM
BRI juga memperluas jangkauan pemberdayaan melalui platform digital LinkUMKM. Platform tersebut telah digunakan oleh sekitar 17,3 juta pelaku UMKM.
Kehadiran LinkUMKM menjadi bagian dari pemanfaatan kanal digital untuk mendukung pelaku usaha. Melalui platform ini, jangkauan pemberdayaan BRI dapat mencakup lebih banyak pelaku UMKM dalam ekosistem yang lebih luas.
Rumah BUMN Diikuti 596 Ribu Pelaku UMKM
Selain memberikan dukungan melalui platform digital, BRI juga menyediakan pendampingan secara langsung melalui Rumah BUMN. Hingga Juni 2026, sekitar 596 ribu pelaku UMKM telah bergabung dalam ekosistem tersebut.
Berbagai program itu menunjukkan peran BRI yang tidak hanya sebagai financial intermediary, tetapi juga sebagai enabler bagi pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Pemberdayaan secara berkelanjutan diharapkan membantu UMKM meningkatkan kapasitas usaha, berkembang, naik kelas, serta terintegrasi ke dalam ekosistem ekonomi yang lebih luas.
Kinerja BRI Group Tetap Solid
Komitmen BRI dalam mendorong pertumbuhan UMKM berjalan seiring dengan kinerja perseroan yang tetap solid. Hingga triwulan II 2026, total aset BRI Group mencapai Rp2.352 triliun atau tumbuh 11,7 persen secara YoY.
Pada periode yang sama, penyaluran kredit BRI tumbuh 16,2 persen secara YoY menjadi Rp1.646 triliun. Sementara itu, laba bersih konsolidasian perseroan tercatat sebesar Rp31,2 triliun atau meningkat 17,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kesimpulan
Pertumbuhan portofolio kredit UMKM BRI menjadi Rp1.235,4 triliun pada triwulan II 2026 menegaskan posisi sektor UMKM sebagai fondasi utama bisnis perseroan. Dukungan tersebut diperkuat melalui program Desa BRILiaN, Klasterku Hidupku, LinkUMKM, dan Rumah BUMN yang menjangkau desa, komunitas, hingga pelaku usaha individu.
Ke depan, pendekatan pemberdayaan yang terintegrasi diharapkan dapat membangun siklus pertumbuhan yang berkelanjutan bagi UMKM. Dengan demikian, pelaku usaha memiliki peluang untuk meningkatkan kapasitas, naik kelas, serta mendorong peningkatan pendapatan dan kesejahteraan.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment