China dan ASEAN Siapkan CAFTA 3.0, Perkuat Perdagangan hingga Ekonomi Digital
China dan negara-negara ASEAN menyiapkan pembentukan kawasan perdagangan bebas tingkat lanjut melalui peningkatan kerja sama dalam China-ASEAN Free Trade Area atau CAFTA 3.0. Rencana tersebut diumumkan Wakil Perdana Menteri China Ding Xuexiang saat menghadiri upacara pembukaan China-ASEAN Expo (CAEXPO) di Kota Nanning, China, Kamis (17/9).
Menurut Ding, peningkatan perjanjian perdagangan bebas China-ASEAN diharapkan dapat memperkuat hubungan ekonomi kedua pihak. Selain mempermudah arus perdagangan, CAFTA 3.0 juga dirancang untuk memperluas ruang kerja sama ke sejumlah sektor baru, termasuk ekonomi digital dan ekonomi hijau.
China dan ASEAN Menyelesaikan Negosiasi CAFTA 3.0
Ding menjelaskan, China dan ASEAN secara resmi memulai negosiasi CAFTA 3.0 pada November 2022. Perundingan tersebut dilakukan untuk memperbarui sekaligus meningkatkan perjanjian perdagangan bebas yang telah menjadi salah satu dasar hubungan ekonomi China dan ASEAN.
“Berkat upaya bersama kedua belah pihak, Protokol Peningkatan CAFTA 3.0 telah ditandatangani secara resmi,” kata Ding, dikutip dari Antara, Sabtu (19/9).
Meski protokol telah ditandatangani, kedua pihak masih perlu menyelesaikan prosedur hukum di masing-masing negara. Proses pemberlakuan dan pelaksanaan perjanjian tersebut juga tengah dipercepat.
Perjanjian Dirancang Lebih Inklusif dan Modern
CAFTA 3.0 disebut dirancang dengan pendekatan yang lebih inklusif dan modern. Perjanjian tersebut diharapkan dapat memfasilitasi perdagangan antara China dan negara-negara ASEAN secara lebih luas.
Selain mengatur penguatan perdagangan, CAFTA 3.0 akan memperluas kerja sama di bidang-bidang baru. Ekonomi digital dan ekonomi hijau menjadi dua sektor yang disebut dalam peningkatan perjanjian tersebut.
Ding menilai pembentukan kawasan perdagangan bebas tingkat lanjut itu dapat menyediakan dukungan kelembagaan yang lebih kuat bagi kerja sama serta pembangunan regional. Peningkatan kerja sama tersebut juga diharapkan mendorong keterbukaan ekonomi di kawasan.
Indonesia Ingin Perkuat Kerja Sama dengan China
Di tengah rencana penguatan hubungan China dan ASEAN, Indonesia juga menyampaikan keinginan untuk memperdalam kerja sama bilateral dengan China. Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Panjaitan membahas hal tersebut dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi di Beijing pada Kamis lalu.
Dalam pertemuan itu, Luhut menyampaikan bahwa Indonesia berharap dapat mempelajari pengalaman China dalam menjalankan Rencana Lima Tahun ke-15. Indonesia juga ingin memperkuat kemitraan di sejumlah industri strategis baru.
Bidang yang menjadi perhatian antara lain kecerdasan buatan, bioteknologi, layanan kesehatan, manufaktur maju, dan keuangan digital. Indonesia juga ingin meningkatkan kerja sama dalam sektor pertambangan dan pengembangan sumber daya manusia.
Selain itu, kedua negara diharapkan dapat menjajaki peluang produksi bersama, penelitian dan pengembangan, serta inovasi. Menurut Luhut, hubungan Indonesia dan China memiliki arti penting dalam proses pembangunan nasional.
Kemitraan Strategis Didorong Menghasilkan Kerja Sama Konkret
Luhut menyebut China sebagai mitra strategis Indonesia yang dapat diandalkan dalam jangka panjang. Ia menilai persahabatan dan rasa saling percaya antara kedua negara telah terjalin erat.
Indonesia, kata Luhut, bersedia bekerja sama dengan China untuk menerjemahkan kemitraan strategis komprehensif yang telah disepakati menjadi lebih banyak hasil nyata. Kerja sama tersebut diharapkan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat kedua negara.
Luhut dan Wang Yi sebelumnya juga telah bertemu di Jakarta pada 22 Agustus 2026. Pertemuan itu berlangsung saat Wang Yi menghadiri pertemuan pertama Dialog Strategis Komprehensif atau Comprehensive Strategic Dialogue (CSD), serta Pertemuan ke-2 Mekanisme Dialog 2+2 antara menteri luar negeri dan menteri pertahanan Indonesia-China.
China Tawarkan Kolaborasi di Sektor Teknologi
Wang Yi mengatakan sejumlah pertemuan bilateral yang dilakukan China dan Indonesia telah meningkatkan pemahaman serta kepercayaan di antara kedua pihak. Ia menyebut China dan Indonesia merupakan dua negara besar yang sama-sama merepresentasikan perekonomian berkembang.
Menurut Wang, penguatan komunikasi dan kerja sama strategis tidak hanya sesuai dengan kepentingan masyarakat kedua negara, tetapi juga memiliki dampak yang lebih luas bagi hubungan antarnegara berkembang.
China menyambut baik percepatan pembangunan dan kebangkitan Indonesia. Wang juga menyatakan kesiapan China bekerja sama dengan Indonesia untuk mendorong negara-negara Global South memperkuat kapasitas secara kolektif.
Dalam kerja sama ekonomi, China dan Indonesia akan melanjutkan kolaborasi tradisional di bidang energi dan sumber daya mineral, infrastruktur, serta kawasan industri. Pada saat yang sama, China membuka peluang pengembangan kerja sama di sektor baru, seperti kecerdasan buatan, biofarmasi, dan teknologi informasi.
Wang juga menekankan pentingnya peningkatan pertukaran pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Ia menilai keputusan Presiden Prabowo agar Indonesia bergabung dengan Organisasi Kerja Sama Kecerdasan Buatan Dunia merupakan pilihan yang bijaksana.
China, lanjut Wang, bersedia bekerja sama dengan Indonesia untuk mendorong pengembangan kecerdasan buatan yang berorientasi pada kemajuan dan kemaslahatan, serta bersifat inklusif.
Kesimpulan
Rencana penerapan CAFTA 3.0 menunjukkan upaya China dan ASEAN untuk memperkuat kerja sama perdagangan sekaligus menyesuaikan hubungan ekonomi dengan perkembangan sektor baru. Perjanjian tersebut tidak hanya diarahkan pada peningkatan arus perdagangan, tetapi juga mencakup ekonomi digital dan ekonomi hijau.
Bagi Indonesia, momentum tersebut dapat berjalan beriringan dengan penguatan kemitraan strategis bersama China. Dengan adanya pembahasan mengenai teknologi, industri strategis, sumber daya manusia, serta penelitian dan inovasi, hubungan kedua negara diharapkan dapat menghasilkan kerja sama yang semakin konkret setelah seluruh prosedur hukum CAFTA 3.0 diselesaikan.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment