Danantara Siapkan Solusi untuk 2.400 Konsumen LRT City yang Terdampak Proyek Mangkrak
Danantara Indonesia tengah menyiapkan sejumlah langkah untuk membantu konsumen LRT City yang belum menerima unit apartemen akibat terhentinya pembangunan proyek. Salah satu opsi yang sedang dikaji adalah memindahkan konsumen terdampak ke unit LRT City lain yang telah selesai dan berstatus siap huni.
Rencana tersebut disampaikan oleh Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria. Menurutnya, PT Adhi Karya (Persero) Tbk telah memaparkan sejumlah alternatif penyelesaian atas persoalan yang dihadapi para konsumen. Danantara akan memilih skema yang dinilai paling cepat dan dapat membantu masyarakat memperoleh kepastian hunian.
Opsi Pemindahan Unit LRT City
Dony mengatakan, pemindahan unit menjadi salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan. Konsumen yang terdampak dapat ditawarkan unit di proyek LRT City lain yang sudah siap dihuni, dengan tetap memperhatikan kesesuaian solusi bagi pihak-pihak terkait.
“Mereka baru paparan pertama sama saya. Kita akan pilih mana yang paling cepat. Tentu nanti akan ada, apakah pemindahan unit dan lain sebagainya,” ujar Dony ketika ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (31/8).
Proyek apartemen LRT City dikembangkan oleh PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP), anak usaha Adhi Karya. Untuk mematangkan rencana penyelesaian, Danantara akan kembali memanggil dan bertemu dengan manajemen Adhi Karya pada pekan tersebut.
Danantara Siapkan Dana Rp456 Miliar
Selain menyiapkan opsi pemindahan unit, Danantara juga telah menyediakan dana sebesar Rp456 miliar untuk mendukung penyelesaian proyek LRT City. Dana tersebut rencananya akan disuntikkan kepada Adhi Karya melalui mekanisme yang masih dalam tahap pembahasan.
“Setelah minggu ini kita akan langsung masukkan ke dalam proses bantuan kepada Adhi Karya untuk penyelesaian project ini,” kata Dony.
Pemanggilan manajemen Adhi Karya diperlukan karena perusahaan tersebut berstatus sebagai perusahaan terbuka. Dengan demikian, setiap tambahan dana atau pemasukan baru harus melalui proses pengambilan keputusan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Skema Penyuntikan Dana Masih Dikaji
Danantara masih mempertimbangkan bentuk dukungan yang akan diberikan kepada Adhi Karya. Pilihannya antara lain berupa penyertaan modal atau equity, yang berpotensi membuat kepemilikan pemegang saham lain terdilusi, maupun pinjaman pemegang saham atau shareholder loan.
Dony menyampaikan bahwa mekanisme tersebut akan segera diselesaikan. Danantara menargetkan dana dapat dimasukkan ke Adhi Karya pada bulan yang sama agar proses penyelesaian proyek untuk konsumen dapat berjalan.
Sejumlah Proyek LRT City Mengalami Hambatan
Proyek yang mengalami hambatan pembangunan antara lain LRT City Ciracas dan LRT City Tebet. Kedua proyek tersebut telah memiliki struktur bangunan hingga tahap topping off. Namun, pekerjaan interior dan pembangunan fasilitas terhenti setelah Lebaran 2025.
Berbeda dengan dua proyek tersebut, LRT City Cibubur bahkan belum memasuki tahap pembangunan fisik. Hingga kini, lahan proyek tersebut masih berupa area kosong.
Berdasarkan data ADCP, sekitar 2.400 konsumen belum menerima unit apartemen yang telah mereka beli. Sebagian besar konsumen sebelumnya dijanjikan menerima unit pada periode 2023 hingga 2024. Kondisi ini membuat pembeli yang telah melunasi pembayaran maupun yang masih mencicil Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) belum memperoleh kepastian penyelesaian.
ADCP Tawarkan Hunian Sementara
ADCP telah dipertemukan dengan sejumlah konsumen yang menyampaikan pengaduan kepada Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman melalui kanal BENAR-PKP. Dalam mediasi pada 24 Juli 2026, ADCP menjelaskan bahwa terhentinya proyek dipengaruhi tekanan likuiditas perusahaan, proses restrukturisasi internal, serta perubahan kepemimpinan.
Sebagai langkah awal, pengembang menyampaikan komitmen untuk melanjutkan penyelesaian proyek secara bertahap. ADCP juga menawarkan skema pinjam pakai unit yang telah selesai dibangun di proyek lain, termasuk di kawasan Jatibening dan Sentul.
Selain skema pinjam pakai, konsumen juga dapat ditawarkan perpindahan ke unit lain dengan spesifikasi yang setara. Opsi tersebut diharapkan dapat menjadi solusi sementara bagi konsumen yang membutuhkan hunian sambil menunggu kepastian penyelesaian proyek utama.
Namun, untuk permintaan pengembalian dana atau refund, ADCP menyatakan belum dapat memenuhinya. Pengembang menyebut kondisi arus kas perusahaan masih mengalami tekanan.
Kesimpulan
Danantara dan Adhi Karya tengah menyiapkan beberapa alternatif untuk menyelesaikan persoalan sekitar 2.400 konsumen LRT City. Pemindahan unit ke proyek yang siap huni, pinjam pakai unit di kawasan lain, serta penyelesaian pembangunan secara bertahap menjadi opsi yang sedang dipertimbangkan.
Dukungan dana Rp456 miliar dari Danantara diharapkan dapat mempercepat proses penyelesaian. Meski demikian, mekanisme penyuntikan dana masih harus dimatangkan dan mengikuti prosedur sebagai perusahaan terbuka. Konsumen kini menantikan keputusan final yang dapat memberikan kepastian terhadap unit apartemen maupun skema hunian yang akan mereka terima.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment