IHSG Diproyeksi Melemah pada Perdagangan Kamis, Simak Level Support dan Resistance

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan kembali mengalami tekanan pada perdagangan Kamis (27/8). Sejumlah analis memperkirakan indeks bergerak dalam kecenderungan negatif dengan volatilitas yang tinggi, setelah IHSG terkoreksi cukup tajam pada perdagangan sehari sebelumnya.

Meski demikian, peluang penguatan teknikal masih terbuka. Pergerakan IHSG secara umum dinilai masih berada dalam tren penguatan, meskipun saat ini indeks tengah menghadapi fase koreksi. Investor juga perlu mencermati sejumlah sentimen eksternal dan domestik yang berpotensi memengaruhi arah pasar saham.

IHSG Masih Berada dalam Fase Koreksi

Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG masih bergerak dalam fase koreksi pada perdagangan Kamis. Menurutnya, koreksi tersebut masih dapat berlanjut sebelum indeks kembali memperoleh momentum penguatan.

Herditya memperkirakan area koreksi IHSG berada di kisaran 6.290 hingga 6.394. Setelah fase koreksi berakhir, indeks berpotensi kembali menguat dan menguji level 6.666.

“Kami memperkirakan area koreksi IHSG berada di kisaran 6.290-6.394. Sementara itu, area penguatan berikutnya berpotensi menguji level 6.666,” ujar Herditya dalam riset hariannya.

Level Support dan Resistance IHSG

Untuk perdagangan hari ini, Herditya memproyeksikan IHSG bergerak pada rentang support 6.373 dan 6.272. Sementara itu, level resistance yang perlu diperhatikan berada di posisi 6.599 dan 6.705.

Dalam risetnya, Herditya turut menyebut sejumlah saham yang menjadi perhatian, yakni ADRO, BUVA, DSNG, dan MAPA. Namun, informasi tersebut merupakan bagian dari analisis pasar dan bukan rekomendasi investasi yang bersifat wajib diikuti.

Sentimen Pasar Diperkirakan Negatif dan Volatil

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji juga memperkirakan indeks saham bergerak negatif dengan volatilitas tinggi pada perdagangan Kamis. Proyeksi tersebut muncul setelah IHSG mengalami koreksi tajam pada perdagangan sebelumnya.

Meski tekanan masih membayangi pasar, Nafan melihat peluang terjadinya technical rebound. Penguatan teknikal tersebut berpotensi terjadi setelah indeks mengalami penurunan dalam perdagangan sebelumnya.

Menurut Nafan, secara teknikal IHSG telah mengalami koreksi wajar untuk kedua kalinya. Kendati demikian, pergerakan indeks secara garis besar masih berada dalam tren penguatan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa koreksi yang terjadi belum serta-merta mengubah kecenderungan utama pergerakan IHSG.

“Secara teknikal, meskipun telah terjadi koreksi wajar yang kedua kalinya, pergerakan IHSG secara garis besar masih dalam keadaan tren penguatan. Namun, sentimen IHSG pada hari ini cenderung negatif dengan volatilitas tinggi, meskipun peluang technical rebound tetap terbuka,” ujar Nafan.

Perhatian Investor Tertuju pada Sentimen Eksternal dan Domestik

Sejumlah sentimen eksternal masih menjadi perhatian pelaku pasar. Faktor tersebut meliputi ekspektasi terhadap kebijakan bank sentral Amerika Serikat atau The Fed, rilis data Personal Consumption Expenditures (PCE) Amerika Serikat, serta kinerja Nvidia.

Selain itu, ketegangan geopolitik antara Rusia dan Ukraina juga berpotensi memengaruhi sentimen investor. Perkembangan dari faktor-faktor tersebut dapat mendorong perubahan volatilitas di pasar saham.

Dari dalam negeri, investor turut mencermati aksi penyampaian pendapat di Gedung DPR RI. Situasi tersebut dinilai berpotensi memberikan pengaruh terhadap sentimen pasar pada perdagangan hari ini.

Proyeksi Level IHSG Menurut Mirae Asset Sekuritas

Nafan memprediksi IHSG memiliki level support di posisi 6.358 dan 6.273. Sementara itu, resistance indeks diperkirakan berada pada level 6.454 dan 6.552.

Sejumlah saham yang menjadi perhatian Nafan dalam perdagangan hari ini adalah ASII, CMRY, dan INET. Perbedaan level support dan resistance dari masing-masing analis menunjukkan adanya variasi dalam melihat potensi pergerakan indeks di tengah kondisi pasar yang masih berfluktuasi.

IHSG Terkoreksi 1,48 Persen pada Perdagangan Sebelumnya

Pada perdagangan Rabu (26/8), IHSG ditutup di level 6.405. Indeks melemah 95,98 poin atau turun 1,48 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Berdasarkan data RTI Infokom, nilai transaksi yang dilakukan investor mencapai Rp18,07 triliun. Adapun jumlah saham yang diperdagangkan tercatat sebanyak 42,06 miliar saham.

Tekanan jual terlihat dari mayoritas saham yang mengalami penurunan. Pada penutupan perdagangan tersebut, sebanyak 118 saham tercatat menguat, 583 saham terkoreksi, sedangkan 89 saham lainnya bergerak stagnan.

Kesimpulan

IHSG diperkirakan masih menghadapi tekanan pada perdagangan Kamis (27/8), dengan kecenderungan bergerak negatif dan volatilitas tinggi. Meski demikian, peluang technical rebound tetap terbuka karena tren penguatan indeks secara umum belum sepenuhnya berubah.

Investor perlu mencermati level support dan resistance, serta mengikuti perkembangan sentimen The Fed, data ekonomi Amerika Serikat, kinerja Nvidia, ketegangan Rusia-Ukraina, dan kondisi domestik. Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment