IHSG Diproyeksi Menguat, Investor Perlu Mencermati Risiko Koreksi Jangka Pendek
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa (1/9). Kendati demikian, pelaku pasar tetap perlu mencermati potensi koreksi dalam jangka pendek karena sejumlah level support penting masih menjadi perhatian analis.
Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai pergerakan IHSG masih berpeluang positif. Berdasarkan analisis teknikalnya, indeks saat ini dapat melanjutkan penguatan apabila berada dalam skenario terbaik. Namun, terdapat pula skenario lain yang membuka ruang bagi IHSG untuk mengalami pelemahan menuju area support tertentu.
IHSG Berpeluang Menguat ke Area 6.666
Herditya menjelaskan, dalam skenario terbaik, posisi IHSG saat ini berada di awal wave v dari wave (c). Kondisi tersebut membuka peluang bagi indeks untuk melanjutkan penguatan menuju area 6.599 hingga 6.666.
“Dalam skenario terbaik, posisi IHSG sedang berada di awal wave v dari wave (c) sehingga masih berpeluang menguat ke area 6.599-6.666. Namun, pada skenario terburuk, IHSG berpotensi terkoreksi ke kisaran 6.289-6.352,” ujar Herditya dalam riset hariannya.
Dalam proyeksinya untuk perdagangan hari ini, Herditya memperkirakan IHSG memiliki level support di 6.373 dan 6.272. Sementara itu, level resistance berada di 6.599 dan 6.705.
Rekomendasi Saham dari MNC Sekuritas
Sejalan dengan analisis tersebut, Herditya turut merekomendasikan sejumlah saham yang dapat dicermati investor. Saham-saham tersebut adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BBNI, PT Harum Energy Tbk atau HRUM, PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk atau INET, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk atau SIDO, serta XIPI.
Rekomendasi tersebut diberikan sebagai bagian dari analisis pasar dan bukan merupakan ajakan untuk melakukan transaksi tertentu. Investor tetap perlu mempertimbangkan kondisi pasar serta keputusan investasinya masing-masing.
Analis Lain Melihat Potensi Koreksi IHSG
Pandangan berbeda disampaikan Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova. Ia memperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan koreksi pada perdagangan Selasa setelah indeks bergerak konsolidasi pada sesi perdagangan Senin.
Menurut Ivan, level 6.435 menjadi salah satu titik penting yang perlu diperhatikan. Apabila support tersebut ditembus, tekanan terhadap IHSG berpotensi berlanjut ke level yang lebih rendah.
“Jika support 6.435 ditembus, koreksi IHSG berpotensi berlanjut menuju level 6.361 atau bahkan 6.298,” ujar Ivan.
Ivan memproyeksikan level support IHSG berada di 6.435, 6.361, 6.230, dan 6.089. Adapun level resistance yang diperkirakan menjadi perhatian pasar berada di 6.666, 6.835, dan 6.916.
Saham Pilihan Binaartha Sekuritas
Dalam risetnya, Ivan merekomendasikan sejumlah saham untuk dicermati, yaitu AADI, BRPT, DEWA, dan PGEO. Rekomendasi tersebut disampaikan bersamaan dengan analisis teknikal terhadap arah pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini.
Perbedaan proyeksi antara Herditya dan Ivan menunjukkan bahwa pergerakan IHSG masih berpotensi menghadapi dinamika dalam jangka pendek. Di satu sisi, indeks dapat melanjutkan tren penguatan apabila mampu bertahan di atas level support. Di sisi lain, penembusan support dapat memicu koreksi menuju level yang lebih rendah.
IHSG Menguat Tipis pada Perdagangan Senin
Sebelumnya, IHSG ditutup di level 6.525 pada perdagangan Senin (31/8) sore. Indeks menguat 7,35 poin atau naik 0,11 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Mengutip RTI Infokom, nilai transaksi investor pada perdagangan tersebut mencapai Rp24,74 triliun. Sementara itu, volume saham yang diperdagangkan tercatat sebanyak 49,94 miliar saham.
Data perdagangan menunjukkan sebanyak 392 saham berakhir menguat. Sebanyak 233 saham mengalami koreksi, sedangkan 166 saham lainnya ditutup stagnan.
Kesimpulan
IHSG diproyeksikan masih memiliki peluang untuk menguat pada perdagangan Selasa, dengan target optimistis berada di area 6.599 hingga 6.666. Namun, risiko koreksi tetap perlu diperhatikan, khususnya apabila indeks menembus level support yang telah dipetakan oleh para analis.
Pelaku pasar dapat mencermati level support dan resistance sebagai acuan dalam melihat arah pergerakan IHSG. Meski demikian, berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment