IHSG Diproyeksi Menguat pada Perdagangan Jumat, Waspadai Potensi Koreksi
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan berpeluang menguat pada perdagangan Jumat (11/9). Kendati demikian, pelaku pasar tetap perlu mencermati potensi koreksi dalam jangka pendek, terutama setelah indeks mengalami tekanan pada perdagangan sebelumnya.
Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai IHSG masih berada dalam tren penguatan. Berdasarkan analisis teknikalnya, pergerakan indeks saat ini diperkirakan masih berada pada bagian wave v dari wave (c). Kondisi tersebut membuka peluang bagi IHSG untuk melanjutkan penguatan, meski ruang koreksi tetap terbuka.
IHSG Berpeluang Menguji Area 6.737-6.837
Herditya memperkirakan area penguatan IHSG berada pada rentang 6.737 hingga 6.837. Menurut dia, indeks masih memiliki peluang untuk melanjutkan tren positif apabila mampu bertahan di area teknikal yang mendukung.
Namun, apabila terjadi koreksi, IHSG diperkirakan dapat menguji area 6.505-6.584. Pergerakan menuju area tersebut menjadi salah satu risiko yang perlu diperhatikan oleh investor dalam jangka pendek.
“Posisi IHSG diperkirakan masih berada pada bagian wave v dari wave (c), dengan area penguatan di 6.737-6.837. Jika terkoreksi, IHSG diperkirakan menguji area 6.505-6.584,” ujar Herditya dalam riset hariannya.
Level Support dan Resistance IHSG
Untuk perdagangan Jumat, Herditya memproyeksikan IHSG bergerak pada rentang support 6.561 dan 6.476. Sementara itu, level resistance yang menjadi perhatian berada di 6.705 dan 6.755.
Dalam riset tersebut, Herditya turut menyebut sejumlah saham yang menjadi perhatiannya, yakni CDIA, DEWA, UNTR, dan AADI. Penyebutan saham tersebut merupakan bagian dari analisis pasar dan bukan merupakan ajakan untuk melakukan transaksi.
Analis Lain Melihat Risiko Pelemahan
Berbeda dengan proyeksi penguatan yang disampaikan Herditya, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova melihat indeks masih bergerak mixed dengan kecenderungan melemah. Pandangan tersebut muncul setelah IHSG mencatatkan higher high yang dinilai relatif lemah.
Ivan menilai potensi koreksi mulai perlu diwaspadai setelah IHSG bergerak di bawah level fraktal 6.610. Dalam analisis teknikal, pergerakan di bawah level tersebut menjadi salah satu sinyal yang perlu dicermati karena dapat meningkatkan peluang terjadinya tekanan terhadap indeks.
“Pola ending diagonal pada chart 4H mengindikasikan IHSG berpotensi terkoreksi setidaknya menuju level 6.541,” kata Ivan.
Proyeksi Support dan Resistance Menurut Ivan
Ivan memproyeksikan level support IHSG berada di 6.542, 6.476, dan 6.376. Adapun level resistance yang diperkirakan menjadi perhatian pasar berada di 6.765, 6.835, 6.916, dan 7.071.
Untuk saham yang menjadi perhatian, Ivan merekomendasikan AMRT dan UNVR. Seperti halnya analisis Herditya, rekomendasi tersebut perlu dipandang sebagai referensi pasar. Keputusan investasi tetap harus disesuaikan dengan pertimbangan dan risiko masing-masing investor.
Kinerja IHSG pada Perdagangan Sebelumnya
Pada perdagangan Kamis (10/9), IHSG ditutup di level 6.589. Indeks melemah 88,86 poin atau turun 1,33 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Mengutip data RTI Infokom, nilai transaksi perdagangan saham mencapai Rp21,51 triliun. Sementara itu, volume saham yang diperdagangkan tercatat sebanyak 50,05 miliar saham.
Tekanan terhadap pasar juga terlihat dari komposisi saham pada penutupan perdagangan. Sebanyak 150 saham tercatat menguat, sedangkan 516 saham mengalami koreksi. Adapun 127 saham lainnya bergerak stagnan.
Kesimpulan
IHSG masih memiliki peluang untuk menguat pada perdagangan Jumat berdasarkan proyeksi teknikal Herditya Wicaksana. Area 6.737-6.837 menjadi sasaran penguatan yang perlu diperhatikan, dengan support di 6.561 dan 6.476.
Di sisi lain, Ivan Rosanova mengingatkan adanya risiko pelemahan setelah IHSG bergerak di bawah level fraktal 6.610. Pola teknikal yang terbentuk juga membuka peluang koreksi menuju level 6.541, dengan sejumlah support berada di bawahnya.
Dengan adanya perbedaan pandangan tersebut, arah IHSG akan sangat bergantung pada kemampuannya bertahan di level support maupun menembus area resistance. Investor disarankan mencermati pergerakan indeks secara hati-hati serta mempertimbangkan risiko sebelum mengambil keputusan. Artikel ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment