IHSG Diproyeksi Menguat Terbatas pada Perdagangan Senin, Investor Wajib Cermati Level Support dan Resistance
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan menguat terbatas pada perdagangan Senin (21/9). Meski masih memiliki peluang melanjutkan penguatan, pergerakan indeks dinilai tetap dibayangi risiko koreksi. Pelaku pasar perlu mencermati sejumlah level support dan resistance yang menjadi acuan teknikal dalam perdagangan hari ini.
Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG masih berpotensi melanjutkan penguatan, tetapi ruang kenaikannya diprediksi terbatas. Berdasarkan riset hariannya, indeks diperkirakan menguji area 6.290 hingga 6.370.
IHSG Berpeluang Menguat, tetapi Masih Rawan Koreksi
Herditya mengatakan, IHSG masih berada dalam kondisi yang perlu diwaspadai. Menurut dia, indeks berpeluang menguat secara terbatas sekaligus masih memiliki risiko untuk kembali menguji rentang 6.290-6.370.
“Kami memperkirakan IHSG menguat terbatas dan masih rawan menguji kembali 6.290-6.370. Namun, selama masih mampu berada di atas 6.370, maka terdapat peluang menguat ke rentang 6.541-6.581,” ujar Herditya dalam riset hariannya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa posisi IHSG di atas level 6.370 menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan arah pergerakan indeks. Apabila level tersebut mampu dipertahankan, IHSG masih berpeluang bergerak menuju area yang lebih tinggi, yakni 6.541-6.581.
Level Support dan Resistance Menurut MNC Sekuritas
Untuk perdagangan Senin, Herditya memproyeksikan IHSG bergerak dengan level support di 6.279 dan 6.201. Sementara itu, level resistance yang menjadi perhatian berada di 6.685 dan 6.633.
Dalam risetnya, Herditya turut mencantumkan sejumlah saham yang dapat dicermati oleh investor, yaitu PT Bank Central Asia Tbk atau BBCA, PT Bursa Efek Indonesia? BULL, PT Kalbe Farma Tbk atau KLBF, serta PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk atau TLKM. Pencantuman saham tersebut merupakan bagian dari analisis pasar dan bukan ajakan untuk melakukan transaksi.
Analis Binaartha Sekuritas Melihat Risiko Tren Turun
Berbeda dengan proyeksi penguatan terbatas dari MNC Sekuritas, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova menilai IHSG masih rawan melanjutkan tren penurunan pada pekan ini.
Ivan menyoroti penutupan IHSG pada level 6.441 pada perdagangan pekan sebelumnya. Menurut dia, posisi tersebut kurang menguntungkan karena berada dekat dengan area support Fibonacci 6.370.
“Penutupan yang menyentuh 6.441 pekan lalu kurang menguntungkan karena dekat dengan support Fibonacci 6.370. IHSG terlihat berkonsolidasi di bawah garis SMA-20, mengindikasikan kerawanan untuk melanjutkan tren turun di pekan ini,” kata Ivan.
Proyeksi Level IHSG dan Saham Pilihan
Ivan memperkirakan level support IHSG pada perdagangan hari ini berada di 6.370, 6.290, dan 6.179. Adapun level resistance yang perlu diperhatikan masing-masing berada di 6.639, 6.752, 6.832, dan 6.916.
Sejumlah saham yang direkomendasikan untuk dicermati berdasarkan analisis Ivan adalah PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk atau ICBP, PT Medco Energi Internasional Tbk atau MEDC, PT Perusahaan Gas Negara Tbk atau PGEO, serta PT United Tractors Tbk atau UNTR.
Kinerja IHSG pada Perdagangan Jumat
Sebelumnya, IHSG ditutup di level 6.441 pada perdagangan Jumat (18/9) sore. Indeks melemah 21,27 poin atau turun 0,33 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Berdasarkan data RTI Infokom, nilai transaksi investor pada perdagangan tersebut mencapai Rp19,25 triliun. Sementara itu, volume saham yang diperdagangkan tercatat sebanyak 32,57 miliar saham.
Pergerakan mayoritas saham juga menunjukkan tekanan terhadap indeks. Pada penutupan perdagangan Jumat, sebanyak 204 saham tercatat menguat, 442 saham terkoreksi, dan 144 saham lainnya bergerak stagnan.
Kesimpulan
IHSG menghadapi perdagangan yang penuh tantangan pada Senin (21/9). Dua analis memberikan pandangan yang berbeda, tetapi sama-sama menekankan pentingnya level teknikal dalam menentukan arah indeks. MNC Sekuritas melihat peluang penguatan terbatas selama IHSG mampu bertahan di atas 6.370, sedangkan Binaartha Sekuritas menilai indeks masih berisiko melanjutkan tren penurunan karena berada di bawah garis SMA-20.
Dengan kondisi tersebut, investor perlu mencermati pergerakan IHSG terhadap level support 6.370 dan rentang 6.290-6.279. Di sisi lain, area resistance mulai dari 6.633 hingga 6.685 dapat menjadi batas penting apabila indeks mencoba menguat. Setiap keputusan investasi sebaiknya dilakukan secara cermat dengan mempertimbangkan profil risiko dan strategi masing-masing investor.
Catatan redaksi: Artikel ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment