MACC Tangkap Mantan Pimpinan FELDA Terkait Dugaan Penyelewengan Proyek KLVC
Komisi Pemberantasan Korupsi Malaysia (MACC) menangkap dua mantan pejabat tinggi Federal Land Development Authority (FELDA) terkait dugaan penyelewengan proyek properti Kuala Lumpur Vertical City (KLVC). Kedua pejabat tersebut masing-masing merupakan mantan Direktur Jenderal FELDA dan mantan CEO Felda Investment Corporation (FIC), anak perusahaan FELDA.
Penangkapan itu dilakukan setelah MACC menyelesaikan penyidikan terhadap proyek KLVC. Proyek tersebut melibatkan FELDA, badan pengelola perkebunan sawit milik negara Malaysia, bersama FIC. MACC kini menunggu persetujuan dari Kejaksaan Agung Malaysia sebelum membawa perkara tersebut ke tahap penuntutan.
MACC Rekomendasikan Dakwaan terhadap Dua Mantan Pejabat
Ketua Pesuruhjaya MACC Abd Halim Aman mengonfirmasi penangkapan dua mantan pimpinan FELDA dan FIC tersebut. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers di Kajang pada Sabtu (19/9), sebagaimana dilaporkan media Malaysia, FMT.
Halim mengatakan MACC akan merekomendasikan agar dakwaan diajukan terhadap kedua individu berdasarkan hasil penyidikan yang telah dituangkan dalam berkas perkara. Namun, proses penuntutan belum dapat dilanjutkan karena lembaga antikorupsi masih menunggu persetujuan dari Kejaksaan Agung Malaysia.
“MACC akan merekomendasikan agar dakwaan diajukan terhadap kedua individu tersebut berdasarkan berkas penyidikan,” ujar Abd Halim Aman.
Kasus ini menjadi bagian dari penyelidikan terhadap dugaan penyalahgunaan kewenangan serta penyelewengan yang berkaitan dengan pengelolaan investasi dan aset FELDA. Proyek KLVC sendiri menjadi salah satu perkara yang mendapat perhatian dalam penyidikan MACC terhadap aktivitas FELDA dan FIC.
Isa Samad Diperiksa dari Penjara Sungai Buloh
Selain menangkap dua mantan pejabat tersebut, MACC juga memeriksa mantan Ketua FELDA, Isa Samad. Pemeriksaan dilakukan di Penjara Sungai Buloh dan berkaitan dengan tujuh berkas penyidikan terpisah.
Tujuh perkara tersebut mencakup dugaan penyalahgunaan kekuasaan, korupsi, serta penyelewengan dana investasi di lingkungan FELDA dan FIC. Menurut Halim, keterangan Isa Samad dicatat pada Kamis (17/9), dan proses pemeriksaan diperkirakan masih berlanjut pada pekan berikutnya.
Hingga Jumat (18/9), sebanyak 34 saksi telah dipanggil untuk memberikan keterangan terkait tujuh perkara tersebut. Pengumpulan keterangan saksi dilakukan untuk membantu MACC mengungkap rangkaian transaksi dan keputusan yang menjadi objek penyelidikan.
Op Fella Telusuri Transaksi FELDA Selama Satu Dekade
Penyidikan berskala besar itu diberi nama Op Fella. Operasi tersebut berfokus pada seluruh transaksi investasi dan akuisisi aset FELDA selama kurun waktu 10 tahun, yakni dari 2010 hingga 2020.
Dengan cakupan penyidikan yang luas, MACC menelusuri berbagai aktivitas investasi dan akuisisi aset yang berlangsung selama periode tersebut. Pemeriksaan terhadap para pejabat dan saksi menjadi bagian dari upaya untuk mendapatkan gambaran mengenai proses pengambilan keputusan serta pengelolaan dana di lingkungan FELDA dan FIC.
MACC belum menyampaikan rincian lebih lanjut mengenai bentuk dakwaan yang akan diajukan terhadap dua mantan pejabat yang telah ditangkap. Kejelasan mengenai kelanjutan perkara akan menunggu keputusan Kejaksaan Agung Malaysia setelah menerima rekomendasi dan berkas penyidikan dari MACC.
Penyelidikan Lain Terkait Keterlambatan Pasokan Pupuk
Dalam perkembangan terpisah, MACC juga mencatat keterangan Menteri Pertanian dan Ketahanan Pangan Malaysia Mohamad Sabu serta sekretaris jenderal kementerian tersebut. Pemeriksaan itu berkaitan dengan penyelidikan mengenai keterlambatan pasokan pupuk di Kedah.
Halim menjelaskan, keterangan Mohamad Sabu dicatat pada Rabu (16/9), sedangkan keterangan sekretaris jenderal kementerian dicatat sehari sebelumnya. Penyelidikan tersebut berhubungan dengan penunjukan sebuah perusahaan oleh Kementerian Pertanian dan Ketahanan Pangan.
Sejauh ini, sebanyak 37 saksi telah dipanggil untuk memberikan keterangan dalam penyelidikan yang dimulai pada 26 Agustus tersebut. MACC menyatakan proses pemeriksaan masih berlangsung dan diperkirakan dapat diselesaikan dalam waktu satu hingga dua minggu.
Kesimpulan
Penangkapan mantan Direktur Jenderal FELDA dan mantan CEO FIC menandai perkembangan penting dalam penyidikan dugaan penyelewengan proyek KLVC. MACC juga terus mendalami tujuh perkara lain yang berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan kekuasaan, korupsi, dan penyelewengan dana investasi di lingkungan FELDA.
Ke depan, kelanjutan kasus tersebut bergantung pada persetujuan Kejaksaan Agung Malaysia terhadap rekomendasi dakwaan MACC. Sementara itu, pemeriksaan terhadap para saksi dan penyelidikan terkait transaksi FELDA maupun dugaan keterlambatan pasokan pupuk di Kedah masih terus berjalan.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment