Penataan BBM Subsidi Berpotensi Hemat Anggaran hingga 10 Persen

Jakarta – Pemerintah tengah menyiapkan penataan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) subsidi untuk memastikan bantuan energi tersebut diterima oleh kelompok masyarakat yang berhak. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut kebijakan tersebut berpotensi menghemat anggaran subsidi sekitar 10 persen.

Meski demikian, pemerintah masih menghitung secara rinci besaran penghematan yang dapat diperoleh. Perhitungan tersebut diperlukan untuk mengetahui dampak penataan penyaluran BBM subsidi terhadap anggaran negara sekaligus memastikan pelaksanaannya berjalan sesuai sasaran.

Penataan BBM Subsidi Berpotensi Hemat 10 Persen

Purbaya mengatakan, penataan penyaluran BBM subsidi diperkirakan dapat mengurangi anggaran subsidi sekitar sepersepuluh dari total anggaran yang selama ini dialokasikan. Namun, ia menegaskan angka tersebut masih berupa perkiraan dan belum menjadi hasil perhitungan final pemerintah.

“Nanti ada penghematan, kita masih menghitung. Kira-kira sepersepuluhnya kalau enggak salah,” ujar Purbaya saat ditemui di kawasan DPR RI, Kamis (20/8).

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah masih berada dalam tahap pengkajian untuk menentukan besaran manfaat fiskal dari kebijakan penataan BBM subsidi. Hasil perhitungan nantinya akan menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan skema penyaluran yang tepat.

Pembatasan Akses untuk Kelompok Desil 10

Salah satu skema yang tengah disiapkan pemerintah adalah membatasi akses BBM subsidi bagi masyarakat yang masuk dalam desil 10. Kelompok tersebut menjadi salah satu sasaran yang dipertimbangkan dalam upaya menata penyaluran subsidi agar tidak dinikmati oleh masyarakat yang dinilai tidak menjadi prioritas penerima.

Purbaya menegaskan bahwa pembatasan tersebut bukan dimaksudkan untuk memperketat penyaluran BBM subsidi secara keseluruhan. Menurut dia, langkah itu lebih diarahkan untuk memastikan subsidi disalurkan secara tepat sasaran.

“Enggak, enggak diperketat. Cuma akan dipastikan nanti yang saya tahu ya, supaya tepat sasaran. Mungkin kita akan coba nanti berapa bulan ke depan, yang desil 10, kita batasin dulu,” kata Purbaya.

Uji Coba Masih Menjadi Bagian dari Rencana

Berdasarkan penjelasan Purbaya, pembatasan terhadap kelompok desil 10 kemungkinan akan dicoba dalam beberapa bulan ke depan. Namun, belum terdapat keterangan lebih lanjut mengenai bentuk teknis pembatasan maupun waktu pasti penerapannya.

Rencana tersebut masih menjadi bagian dari proses penataan yang sedang disiapkan pemerintah. Karena itu, pelaksanaan kebijakan tetap menunggu hasil perhitungan dan pembahasan lebih lanjut antarinstansi terkait.

Pembatasan Pertalite untuk Desil 9 dan 10 Masih Dikaji

Sebelumnya, Purbaya telah bertemu dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Pertemuan yang berlangsung pada Selasa, 11 Agustus 2026, membahas rencana pembatasan subsidi BBM jenis Pertalite untuk kelompok masyarakat mampu, terutama mereka yang berada dalam desil 9 dan 10.

Dalam perkembangan terakhir, Bahlil menyatakan bahwa rencana tersebut masih dalam tahap kajian. Ia memastikan aturan pengisian Pertalite yang berlaku saat ini belum mengalami perubahan. Dengan demikian, masyarakat masih mengikuti ketentuan yang berjalan hingga keputusan resmi mengenai hasil kajian diterbitkan.

“Pembatasan pertalite sekarang kan kita masih dalam kajian, lagi dikaji. Kalau sampai dengan keputusan kajian belum ada, masih seperti sekarang ini,” ujar Bahlil saat ditemui di sela-sela acara Geothermal Convention & Exhibition di Jakarta International Convention Center, Rabu (19/8).

Menunggu Hasil Perhitungan Pemerintah

Perbedaan antara rencana yang disampaikan Purbaya dan penjelasan Bahlil menunjukkan bahwa penataan BBM subsidi masih berada dalam tahap persiapan. Pemerintah belum menetapkan keputusan final mengenai pembatasan akses maupun mekanisme pelaksanaannya.

Di sisi lain, potensi penghematan anggaran sekitar 10 persen menjadi salah satu alasan pemerintah menata kembali penyaluran subsidi. Meski begitu, penghematan tersebut masih harus dihitung secara lebih akurat agar kebijakan yang diterapkan dapat berjalan sesuai tujuan.

Kesimpulan

Penataan penyaluran BBM subsidi berpotensi memberikan penghematan anggaran sekitar 10 persen, menurut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Salah satu skema yang disiapkan adalah pembatasan akses bagi masyarakat dalam desil 10, dengan tujuan utama memastikan subsidi lebih tepat sasaran.

Namun, rencana pembatasan Pertalite untuk kelompok desil 9 dan 10 masih dalam tahap kajian. Selama belum ada keputusan resmi, aturan pengisian Pertalite tetap berjalan seperti saat ini. Ke depan, pemerintah masih perlu menyelesaikan perhitungan penghematan dan kajian kebijakan sebelum menentukan penerapan penataan BBM subsidi secara lebih lanjut.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment