Penutupan Delapan Bandara Diperpanjang akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau

Penutupan operasional penerbangan di delapan bandara resmi diperpanjang akibat meningkatnya aktivitas erupsi gunung berapi. Sebagian besar bandara tersebut ditutup hingga Senin, 7 September, pukul 18.00 WIB. Sementara itu, satu bandara lainnya masih akan mengalami penutupan hingga Selasa, 8 September, pukul 06.00 WIB.

Perpanjangan penutupan dilakukan sebagai langkah keselamatan bagi pengguna jasa penerbangan. Aktivitas Gunung Anak Krakatau menjadi alasan penutupan di tujuh bandara, sedangkan satu bandara lainnya terdampak aktivitas Gunung Ili Lewotolok.

Daftar Delapan Bandara yang Ditutup

Delapan bandara yang mengalami penghentian sementara operasional penerbangan tersebar di sejumlah wilayah, mulai dari Tangerang, Jakarta, Bandung, Lampung, hingga Nusa Tenggara Timur.

  • Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang
  • Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta
  • Bandara Pondok Cabe, Tangerang Selatan
  • Bandara Husein Sastranegara, Bandung
  • Bandara Radin Inten II, Lampung
  • Bandara Budiarto, Tangerang
  • Bandara Taufiq Kiemas, Lampung
  • Bandara Lewoleba Wunopito, Nusa Tenggara Timur

Dari delapan bandara tersebut, tujuh bandara diperpanjang masa penutupannya hingga Senin, 7 September, pukul 18.00 WIB. Keputusan ini berkaitan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang dinilai berdampak terhadap operasional penerbangan.

Bandara Lewoleba Ditutup hingga Selasa Pagi

Bandara Lewoleba Wunopito menjadi satu-satunya bandara dalam daftar tersebut yang mengalami perpanjangan penutupan dengan waktu berbeda. Bandara yang berada di Nusa Tenggara Timur itu ditutup hingga Selasa, 8 September, pukul 06.00 WIB.

Penutupan Bandara Lewoleba Wunopito dilakukan karena aktivitas Gunung Ili Lewotolok. Dengan demikian, jadwal penghentian operasional bandara tersebut lebih lama dibandingkan tujuh bandara lain yang terdampak aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Pengumuman Disampaikan InJourney

Informasi mengenai perpanjangan penutupan bandara turut disampaikan oleh PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports melalui unggahan di Instagram. Dalam pengumuman tersebut, InJourney menyebut empat bandara komersial yang menjadi jalur vital ikut ditutup sementara.

Keempat bandara itu adalah Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Radin Inten II, dan Bandara Husein Sastranegara. Penghentian sementara operasional penerbangan dilakukan sehubungan dengan meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

“Sehubungan dengan meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, beberapa bandara PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) mengalami penghentian operasional penerbangan,” tulis InJourney dalam unggahannya.

Keselamatan Penumpang Menjadi Prioritas

InJourney menegaskan bahwa aspek keamanan, keselamatan, dan kenyamanan penumpang tetap menjadi prioritas dalam menghadapi kondisi tersebut. Penghentian operasional penerbangan dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan pengguna jasa penerbangan.

Perusahaan juga mengimbau penumpang untuk memantau status penerbangan secara berkala melalui maskapai terkait. Selain itu, penumpang dapat menghubungi Contact Center InJourney untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai kondisi penerbangan dan operasional bandara.

Penumpang Diminta Memantau Informasi Penerbangan

Perpanjangan penutupan delapan bandara berpotensi memengaruhi jadwal penerbangan penumpang. Karena itu, penumpang yang memiliki rencana perjalanan dari atau menuju bandara-bandara tersebut perlu memperhatikan informasi terbaru yang disampaikan oleh maskapai maupun pengelola bandara.

Informasi mengenai status penerbangan dapat berubah mengikuti perkembangan aktivitas gunung berapi. Oleh sebab itu, pemantauan secara berkala menjadi hal penting agar penumpang dapat mengetahui apabila terdapat perubahan jadwal maupun informasi operasional lainnya.

Kesimpulan

Penutupan delapan bandara akibat aktivitas erupsi gunung berapi resmi diperpanjang. Tujuh bandara ditutup hingga Senin, 7 September, pukul 18.00 WIB karena aktivitas Gunung Anak Krakatau. Sementara itu, Bandara Lewoleba Wunopito ditutup hingga Selasa, 8 September, pukul 06.00 WIB akibat aktivitas Gunung Ili Lewotolok.

InJourney menyatakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penumpang tetap menjadi prioritas. Ke depan, penumpang diimbau terus mengikuti perkembangan informasi dari maskapai dan InJourney, terutama terkait perubahan status operasional serta jadwal penerbangan.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment