Pertamina Patra Niaga Siapkan Jalur Darat untuk Jaga Distribusi BBM di Tengah El Nino
Pertamina Patra Niaga memastikan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) kepada masyarakat tetap berjalan di tengah kekeringan yang dipicu fenomena iklim El Nino. Perusahaan telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi agar pasokan energi tetap dapat disalurkan, meskipun kondisi alam memengaruhi jalur distribusi yang selama ini digunakan.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan perusahaan berkomitmen untuk mengupayakan penyaluran BBM semaksimal mungkin. Pernyataan tersebut disampaikan saat ditemui dalam acara media gathering di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (10/9).
Menurut Roberth, kondisi kekeringan akibat El Nino telah berdampak pada sejumlah sungai yang menjadi jalur pelayaran kapal pengangkut BBM. Menurunnya debit air membuat sebagian rute transportasi melalui sungai tidak dapat digunakan secara optimal.
El Nino Ganggu Jalur Distribusi BBM
Distribusi BBM melalui jalur air menjadi salah satu metode yang terdampak oleh kekeringan. Sungai yang biasanya dilalui kapal pengangkut BBM mengalami kondisi kering, sehingga perjalanan kapal tidak dapat dilakukan seperti biasa.
Situasi tersebut mendorong Pertamina Patra Niaga untuk mengaktifkan rencana kontingensi atau contingency plan. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap kondisi lapangan sekaligus untuk menjaga agar kebutuhan BBM masyarakat tetap dapat dipenuhi.
Roberth menjelaskan bahwa perusahaan tidak dapat mempertahankan jalur sungai apabila kondisi perairan tidak memungkinkan. Karena itu, pengalihan moda transportasi menjadi pilihan yang harus dilakukan untuk menjaga keberlangsungan distribusi.
Pasokan Dialihkan Menggunakan Mobil Tangki
Melalui rencana kontingensi tersebut, pasokan BBM yang sebelumnya dikirim menggunakan transportasi air dialihkan melalui jalur darat. Pertamina mengerahkan mobil tangki untuk membawa BBM menuju wilayah yang membutuhkan pasokan.
Pengalihan jalur ini menjadi bagian dari skenario khusus yang telah disiapkan perusahaan dalam menghadapi dampak El Nino. Dengan menggunakan jalur darat, distribusi BBM tetap dapat dilanjutkan meskipun rute sungai mengalami kendala.
Waktu Tempuh Distribusi Berpotensi Lebih Lama
Namun, perubahan moda transportasi tersebut memiliki konsekuensi terhadap waktu tempuh pengiriman. Roberth mengungkapkan, distribusi melalui sungai yang biasanya dapat ditempuh dalam waktu sekitar satu hari berpotensi membutuhkan waktu lebih lama apabila dilakukan menggunakan mobil tangki melalui jalur darat.
Perbedaan waktu tempuh ini perlu menjadi perhatian karena kondisi kekeringan dapat memengaruhi kelancaran logistik. Meski demikian, Pertamina Patra Niaga tetap berupaya menjalankan distribusi BBM dengan menyesuaikan jalur pengiriman berdasarkan kondisi yang tersedia.
Masyarakat Diimbau Menggunakan BBM secara Bijak
Di tengah potensi perlambatan distribusi, Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat agar menggunakan BBM secara bijak dan hemat. Imbauan tersebut disampaikan untuk menjaga penggunaan energi tetap terkendali selama kondisi kekeringan berlangsung.
Selain mengajak masyarakat menghemat BBM, Roberth juga mengingatkan agar kondisi darurat akibat El Nino tidak dimanfaatkan oleh oknum pengecer. Ia menyoroti kemungkinan adanya praktik pembelian BBM secara berulang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) untuk kemudian dijual kembali dengan harga lebih tinggi.
Menurutnya, praktik semacam itu dapat merugikan masyarakat yang sedang membutuhkan energi di tengah situasi sulit. Ketika masyarakat menghadapi dampak El Nino, upaya mengambil keuntungan dengan menjual kembali BBM pada harga tinggi dinilai sangat disayangkan.
Kesimpulan
Pertamina Patra Niaga telah menyiapkan rencana kontingensi untuk menjaga distribusi BBM tetap berjalan selama El Nino menyebabkan kekeringan pada jalur sungai. Pengalihan pengiriman dari transportasi air ke jalur darat menggunakan mobil tangki menjadi langkah yang ditempuh untuk mengatasi gangguan tersebut.
Peralihan jalur distribusi memang berpotensi memperpanjang waktu pengiriman. Karena itu, masyarakat diharapkan menggunakan BBM secara hemat dan tidak melakukan pembelian berulang untuk dijual kembali dengan harga tinggi. Ke depan, kelancaran distribusi BBM akan sangat bergantung pada kemampuan penyesuaian jalur logistik serta penggunaan energi yang bijak di tengah kondisi kekeringan.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment