Pimpinan Uni Eropa Dijadwalkan Kunjungi Indonesia Akhir Oktober 2026 Bahas IEU-CEPA
JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan rencana kunjungan pimpinan Uni Eropa ke Indonesia pada akhir Oktober atau awal November 2026. Kunjungan tersebut berkaitan dengan proses penyelesaian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA), sebuah perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif antara Indonesia dan Uni Eropa.
Menurut Airlangga, rencana kunjungan itu menjadi bagian dari rangkaian pembahasan menuju penandatanganan dan ratifikasi IEU-CEPA. Ia menyampaikan informasi tersebut setelah menghadiri agenda di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/9).
Pimpinan Uni Eropa Akan Kunjungi Indonesia
Airlangga menyebut terdapat rencana kedatangan Komisioner Maroš ke Indonesia. Selain itu, Presiden Uni Eropa juga dijadwalkan berkunjung pada penghujung Oktober atau awal November 2026.
“Memang dalam IEU CEPA itu sendiri ada rencana daripada Komisioner Maroš untuk datang ke Indonesia dan juga ada rencana dari Presiden EU untuk datang ke Indonesia di akhir Oktober ataupun awal November,” ujar Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
Rencana kunjungan tersebut berlangsung ketika IEU-CEPA memasuki tahapan penting sebelum perjanjian dapat disahkan dan diterapkan. Pemerintah Indonesia menilai penyelesaian proses ini perlu dilakukan melalui sejumlah tahapan sesuai mekanisme yang berlaku di masing-masing pihak.
Ratifikasi IEU-CEPA Ditargetkan Semester Kedua 2026
Airlangga menargetkan proses ratifikasi IEU-CEPA dapat berlangsung pada semester kedua 2026. Dengan target tersebut, perjanjian dagang antara Indonesia dan Uni Eropa diharapkan mulai diterapkan pada awal 2027.
Saat ini, dokumen IEU-CEPA masih berada dalam tahap penyelesaian kelengkapan materi berbahasa Inggris. Setelah dokumen tersebut rampung, materi perjanjian akan dibawa ke Parlemen Eropa untuk menjalani proses yang diperlukan.
Indonesia kemudian akan melanjutkan tahapan ratifikasi melalui parlemen nasional sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Airlangga menjelaskan, penyelesaian dokumen dalam bahasa Inggris menjadi salah satu langkah yang harus dilakukan sebelum proses pembahasan di Parlemen Eropa dan ratifikasi di Indonesia.
“IEU CEPA diharapkan sekarang dalam proses untuk diproses dalam kelengkapan bahannya dalam bahasa Inggris untuk dibawa ke Parlemen Eropa dan dari situ baru kita, dalam versi kita, untuk dibawa ke Parlemen untuk ratifikasi,” kata Airlangga.
Masuk Tahap Akhir Menuju Penandatanganan
Pada 22 Agustus 2026, IEU-CEPA disebut telah memasuki tahap akhir menuju penandatanganan dan ratifikasi. Tahap ini menjadi kelanjutan dari proses panjang perundingan dagang antara Indonesia dan Uni Eropa.
IEU-CEPA diproyeksikan dapat memperluas akses pasar bagi kedua pihak. Selain itu, perjanjian tersebut diharapkan meningkatkan hubungan perdagangan dan investasi serta memperkuat kemitraan ekonomi Indonesia dengan Uni Eropa.
IEU-CEPA Disepakati Setelah 10 Tahun Negosiasi
Kesepakatan IEU-CEPA dicapai pada Juli 2025 ketika Presiden RI Prabowo Subianto melakukan lawatan ke Brussel, Belgia. Kesepakatan itu diumumkan oleh Prabowo bersama Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen di kantor Uni Eropa, Gedung Berlaymont, Brussel, pada Minggu (13/7).
Prabowo menyatakan bahwa Indonesia dan Uni Eropa berhasil menyepakati Comprehensive Economic Partnership Agreement setelah melalui proses negosiasi selama 10 tahun. Ia menjelaskan bahwa CEPA pada dasarnya merupakan perjanjian perdagangan bebas.
Presiden Prabowo juga menyebut perjanjian tersebut akan memberikan manfaat bagi kepentingan perekonomian kedua belah pihak. Menurutnya, kemitraan dengan Uni Eropa memiliki arti penting bagi Indonesia.
Prabowo menilai Uni Eropa memiliki kontribusi besar terhadap stabilitas ekonomi dan geopolitik global. Selain itu, Uni Eropa juga dinilai berperan penting dalam bidang sains, teknologi, dan keuangan.
Sementara itu, Ursula von der Leyen menyatakan bahwa kesepakatan IEU-CEPA merupakan langkah besar dalam memperkuat kemitraan perdagangan antara Indonesia dan Uni Eropa.
Menanti Tahap Implementasi pada Awal 2027
Rencana kunjungan pimpinan Uni Eropa pada akhir Oktober atau awal November 2026 akan berlangsung di tengah persiapan menuju tahapan ratifikasi. Pemerintah Indonesia masih harus menyelesaikan dokumen berbahasa Inggris sebelum materi tersebut diproses di Parlemen Eropa.
Apabila seluruh tahapan ratifikasi berjalan sesuai target, IEU-CEPA diharapkan dapat mulai diterapkan pada awal 2027. Penerapan perjanjian ini nantinya menjadi tahap penting dalam merealisasikan berbagai peluang perdagangan, investasi, dan kerja sama ekonomi yang telah disepakati Indonesia dan Uni Eropa.
Kesimpulan
IEU-CEPA saat ini berada pada tahap akhir menuju penandatanganan dan ratifikasi. Kunjungan pimpinan Uni Eropa ke Indonesia pada akhir Oktober atau awal November 2026 direncanakan menjadi bagian dari proses penyelesaian perjanjian tersebut.
Indonesia menargetkan ratifikasi berlangsung pada semester kedua 2026 agar IEU-CEPA dapat diterapkan mulai awal 2027. Dengan kesepakatan yang dicapai setelah 10 tahun negosiasi, perjanjian ini diharapkan memperluas akses pasar, meningkatkan perdagangan dan investasi, serta memperkuat hubungan ekonomi antara Indonesia dan Uni Eropa.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment