Rupiah Melemah ke Rp17.698 per Dolar AS, Pasar Asia Bergerak Bervariasi

Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Senin (24/8) pagi. Mata uang Garuda berada di level Rp17.698 per dolar AS, turun 4 poin atau 0,02 persen dibandingkan posisi pada perdagangan sebelumnya.

Pergerakan rupiah tersebut berlangsung di tengah kondisi pasar valuta asing Asia yang bergerak beragam. Sejumlah mata uang regional tercatat melemah, sementara beberapa lainnya mampu menguat terhadap dolar AS. Di pasar negara maju, pergerakan mata uang juga menunjukkan arah yang bervariasi.

Analis mata uang DOO Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan rupiah masih akan bergerak konsolidatif sepanjang perdagangan hari ini. Menurutnya, terdapat peluang penguatan, tetapi ruang apresiasi rupiah diperkirakan masih terbatas.

Rupiah Melemah Tipis pada Perdagangan Pagi

Rupiah tercatat berada di level Rp17.698 per dolar AS pada perdagangan Senin pagi. Posisi tersebut mencerminkan pelemahan sebesar 4 poin atau 0,02 persen dari perdagangan sebelumnya.

Pelemahan rupiah sejalan dengan pergerakan sejumlah mata uang Asia yang juga berada di zona merah. Yuan China tercatat turun 0,03 persen. Peso Filipina melemah 0,04 persen, sedangkan ringgit Malaysia mengalami depresiasi sebesar 0,06 persen.

Pergerakan mata uang regional tersebut menunjukkan bahwa pasar Asia tidak bergerak dalam satu arah. Tekanan terhadap sejumlah mata uang berlangsung bersamaan dengan penguatan yang dialami beberapa mata uang lainnya.

Mata Uang Asia Bergerak Beragam

Di tengah pelemahan beberapa mata uang regional, sejumlah mata uang Asia lainnya justru mencatatkan penguatan. Dolar Singapura naik tipis sebesar 0,01 persen. Yen Jepang menguat 0,06 persen, sedangkan won Korea Selatan terapresiasi 0,40 persen.

Dolar Hong Kong juga bergerak menguat sebesar 0,04 persen. Dengan demikian, kinerja mata uang Asia pada perdagangan pagi tersebut cenderung beragam, dengan sebagian mata uang mengalami tekanan dan sebagian lainnya mampu mencatatkan penguatan.

Pergerakan Mata Uang Negara Maju

Situasi serupa terlihat pada mata uang negara maju. Euro Eropa menguat 0,02 persen, sementara poundsterling Inggris naik 0,3 persen. Franc Swiss juga mengalami penguatan sebesar 0,12 persen.

Namun, tidak seluruh mata uang negara maju bergerak positif. Dolar Australia terkoreksi 0,04 persen, sedangkan dolar Kanada melemah 0,24 persen. Perbedaan arah pergerakan tersebut memperlihatkan bahwa pasar valuta asing masih bergerak secara bervariasi pada awal perdagangan.

Rupiah Diperkirakan Konsolidatif

Lukman Leong mengatakan rupiah berpotensi bergerak konsolidatif dengan peluang penguatan yang terbatas pada perdagangan hari ini. Konsolidasi menggambarkan kondisi ketika nilai tukar bergerak dalam rentang tertentu dan belum menunjukkan arah penguatan atau pelemahan yang kuat.

Menurut Lukman, pelemahan dolar AS dapat memberikan ruang bagi rupiah untuk menguat. Meski demikian, peluang tersebut diperkirakan tidak terlalu besar karena masih terdapat sejumlah faktor yang menahan pergerakan mata uang Garuda.

“Rupiah diperkirakan akan berkonsolidasi dengan potensi menguat terbatas oleh pelemahan dolar AS. Namun, ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah dan harga minyak yang masih tinggi menahan rupiah,” ujar Lukman.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa arah pergerakan rupiah masih dipengaruhi oleh kombinasi kondisi dolar AS dan faktor eksternal. Pelemahan dolar AS berpotensi mendukung rupiah, tetapi ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah serta harga minyak yang masih tinggi menjadi faktor yang membatasi penguatan.

Proyeksi Rentang Pergerakan Rupiah

Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp17.650 hingga Rp17.750 per dolar AS. Rentang tersebut menjadi proyeksi pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini di tengah kondisi pasar yang masih beragam.

Dengan posisi awal di level Rp17.698 per dolar AS, rupiah masih berada di dalam rentang proyeksi tersebut. Pelaku pasar akan mencermati kemampuan rupiah untuk bertahan sekaligus melihat peluang penguatan terbatas sebagaimana yang diperkirakan oleh analis.

Kesimpulan

Rupiah melemah tipis 4 poin atau 0,02 persen ke level Rp17.698 per dolar AS pada perdagangan Senin (24/8) pagi. Pergerakan tersebut sejalan dengan pelemahan sejumlah mata uang Asia, meskipun beberapa mata uang regional lainnya mencatatkan penguatan.

Untuk perdagangan hari ini, rupiah diperkirakan bergerak konsolidatif dengan peluang penguatan terbatas. Pelemahan dolar AS dapat menjadi faktor pendukung, tetapi ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah dan harga minyak yang masih tinggi masih berpotensi menahan penguatan rupiah. Berdasarkan proyeksi analis, rupiah diperkirakan bergerak pada rentang Rp17.650 hingga Rp17.750 per dolar AS.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment