6 Kebiasaan yang Bikin Warna Rambut Cepat Pudar dan Cara Merawatnya
Mewarnai rambut menjadi salah satu cara untuk mengubah penampilan secara cepat. Tidak sedikit orang merasa tampil sebagai pribadi yang berbeda setelah mengganti warna rambut. Namun, proses pewarnaan, terutama untuk mendapatkan warna yang cukup cerah, membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit.
Karena itu, warna rambut yang cepat memudar dapat menimbulkan rasa kesal. Hasil pewarnaan yang seharusnya bisa dinikmati lebih lama justru terlihat kusam dalam waktu singkat. Sebelum menyalahkan salon atau produk cat rambut yang digunakan, ada baiknya mengevaluasi kebiasaan sehari-hari dalam merawat rambut.
Tanpa disadari, rutinitas seperti pemilihan sampo, penggunaan alat penata rambut, hingga kebiasaan membasahi rambut saat mandi dapat membuat warna lebih cepat luntur. Berikut sejumlah kebiasaan yang perlu diperhatikan agar warna rambut tetap lebih awet.
Kebiasaan yang Membuat Warna Rambut Cepat Pudar
1. Menggunakan Sampo yang Mengandung SLS
Sampo yang digunakan sehari-hari ternyata dapat memengaruhi ketahanan cat rambut. Beberapa jenis sampo mengandung SLS atau sodium lauryl sulfate. Kandungan tersebut dapat membuka kutikula rambut dan melunturkan molekul warna ketika rambut dibilas.
Jika ingin menjaga warna rambut, pilih sampo yang memiliki label bebas sulfat atau bebas SLS. Frekuensi keramas juga sebaiknya tidak terlalu sering. Berdasarkan informasi yang ada, keramas cukup dilakukan dua hingga tiga kali dalam seminggu. Saat mencuci rambut, gunakan air dingin atau air suam-suam kuku, bukan air panas.
2. Terlalu Sering Menggunakan Alat Bersuhu Tinggi
Catok atau flat iron dan alat pengeriting rambut seperti curling wand memang dapat membantu menata rambut. Namun, penggunaan alat-alat tersebut perlu diperhatikan, terutama pada rambut yang telah diwarnai.
Suhu tinggi dapat menguapkan kelembapan rambut dan merusak struktur proteinnya. Ketika rambut mengalami kerusakan, kemampuannya untuk mempertahankan warna ikut berkurang. Akibatnya, rambut berwarna bisa tampak lebih kusam dan warna cat rambut lebih cepat memudar.
3. Membiarkan Rambut Terlalu Lama Terpapar Sinar Matahari
Sinar matahari, khususnya sinar ultraviolet atau UV, juga dapat memengaruhi warna rambut. Paparan sinar UV mampu merusak pigmen pada rambut dan mengubah rona warnanya. Bahkan, perubahan tersebut dapat terjadi meski rambut hanya terpapar sinar matahari dalam waktu singkat.
Hal ini perlu menjadi perhatian bagi pemilik rambut yang baru saja diwarnai. Warna rambut yang semula terlihat cerah dapat berubah apabila pigmennya terus-menerus terpapar sinar matahari.
4. Berenang di Kolam atau Laut
Aktivitas berenang di kolam renang maupun laut juga berpotensi membuat warna rambut cepat pudar. Air kolam renang mengandung klorin yang dapat menempel pada rambut. Sementara itu, garam dari air laut dapat mengangkat kutikula rambut.
Kedua kondisi tersebut dapat memengaruhi rambut yang telah diberi warna. Karena itu, kebiasaan berenang perlu diperhitungkan dalam rutinitas perawatan rambut berwarna.
5. Membasahi Rambut Saat Mandi
Sebagian orang terbiasa membasahi rambut setiap kali mandi, meskipun tidak sedang keramas. Kebiasaan ini ternyata dapat membuat warna rambut lebih cepat memudar. Rambut sebaiknya hanya dibasahi ketika keramas agar tidak terlalu sering terkena air.
Untuk menjaga rambut tetap kering saat mandi, gunakan shower cap. Cara sederhana ini dapat membantu mengurangi frekuensi rambut terkena air di luar waktu keramas.
6. Memakai Produk Perawatan Rambut yang Mengandung Alkohol
Alkohol pada produk perawatan rambut juga dapat memberikan dampak buruk, meskipun hanya menempel pada permukaan rambut. Kandungan tersebut dapat membuat helai rambut menjadi kering dan menyebabkan warna rambut lebih cepat memudar.
Jika produk yang mengandung alkohol digunakan terus-menerus, masalah lain dapat muncul. Rambut berisiko mengalami ujung bercabang, mudah patah, serta terlihat semakin kusam.
Kesimpulan
Warna rambut yang cepat pudar tidak selalu disebabkan oleh proses pewarnaan atau salon. Kebiasaan sehari-hari dalam merawat rambut juga memiliki peran penting. Penggunaan sampo yang mengandung SLS, terlalu sering memakai alat bersuhu tinggi, paparan sinar matahari, aktivitas berenang, membasahi rambut saat mandi, serta penggunaan produk berbahan alkohol dapat membuat warna rambut lebih cepat luntur.
Dengan mengevaluasi rutinitas tersebut, perawatan rambut berwarna dapat dilakukan secara lebih tepat. Pemilihan sampo bebas sulfat atau SLS, pengaturan frekuensi keramas, penggunaan air yang tidak panas, serta perlindungan dari kebiasaan yang memicu pemudaran warna dapat membantu mempertahankan tampilan rambut agar tetap lebih menarik.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment