Jokowi Tinjau Gereja Santa Familia Lei yang Rusak akibat Gempa NTT

Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), meninjau kondisi Gereja Santa Familia Lei di Desa Tuanggeo, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (17/9). Gereja tersebut menjadi salah satu bangunan di Pulau Palue yang terdampak gempa NTT pada Agustus lalu.

Kunjungan itu dilakukan di tengah aktivitas Jokowi menemui masyarakat yang terdampak bencana di Kabupaten Sikka. Selain melihat langsung kerusakan gereja, Jokowi juga berdialog dengan warga di lokasi pengungsian serta meninjau sejumlah bangunan dan infrastruktur yang terdampak gempa.

Jokowi Tiba di Gereja Santa Familia Lei Pagi Hari

Jokowi tiba di Gereja Santa Familia Lei sekitar pukul 06.15 WITA. Kedatangannya disambut Ketua Adat Franky Sanda melalui prosesi adat Flores. Dalam penyambutan tersebut, Jokowi menerima pengalungan kain adat dan mengikuti doa bersama.

Gereja Santa Familia Lei diketahui berada di bawah yurisdiksi Keuskupan Maumere. Bangunan ini mengalami dampak akibat gempa yang melanda wilayah NTT pada Agustus lalu. Kerusakan tersebut membuat aktivitas peribadatan jemaat tidak dapat berlangsung seperti biasa.

Jemaat Beribadah di Tenda Pengungsian

Saat memeriksa kondisi gereja, Jokowi menyampaikan bahwa bangunan tersebut perlu segera diperbaiki. Perbaikan dinilai penting agar gereja dapat kembali digunakan oleh masyarakat untuk menjalankan ibadah.

Untuk sementara, para jemaat masih melaksanakan ibadah di tenda pengungsian. Kondisi itu menjadi salah satu perhatian dalam peninjauan Jokowi di kawasan terdampak gempa.

“Iya harus diperbaiki, biar bisa dipakai lagi,” kata Jokowi, seperti dikutip dari keterangan tertulis.

Jokowi Melanjutkan Perjalanan ke Pelabuhan Uwa

Usai meninjau Gereja Santa Familia Lei, Jokowi bersama rombongan langsung menuju Pelabuhan Uwa. Dari pelabuhan tersebut, ia melanjutkan perjalanan untuk kembali ke Ende, NTT.

Kunjungan ke Pulau Palue menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Jokowi di Kabupaten Sikka. Ia telah berada di wilayah tersebut sejak Rabu (16/9) untuk bertemu langsung dengan masyarakat yang terdampak gempa.

Warga Sampaikan Kondisi Pascagempa

Selama berada di lokasi pengungsian, Jokowi berdialog dengan warga yang terdampak bencana. Kesempatan tersebut dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan berbagai kondisi yang mereka alami setelah gempa, termasuk kerusakan tempat tinggal dan kebutuhan pascabencana.

Jokowi juga meninjau sejumlah kerusakan pada infrastruktur dan bangunan akibat gempa. Dalam kesempatan yang sama, ia menyerahkan bantuan kepada warga secara simbolis.

Selain berdialog dan meninjau kerusakan, Jokowi turut menginap bersama warga terdampak di lokasi pengungsian. Kehadiran tersebut menjadi bagian dari kunjungannya untuk melihat secara langsung situasi masyarakat setelah bencana.

Kunjungan Jokowi ke NTT

Sebelumnya, pada awal Agustus, Jokowi juga mengunjungi NTT. Ia berada di Kupang selama tiga hari, mulai 31 Juli hingga 2 Agustus 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Jokowi menjalani sejumlah agenda. Di antaranya bertemu dengan nelayan rumput laut di Pantai Oesina, Kabupaten Kupang, menghadiri Rakorda PSI Kota Kupang, mengikuti jalan santai dalam kegiatan Car Free Day (CFD), serta menghadiri karnaval budaya.

Kesimpulan

Peninjauan Gereja Santa Familia Lei menunjukkan perhatian terhadap dampak gempa yang dirasakan masyarakat di Pulau Palue, khususnya jemaat yang masih beribadah di tenda pengungsian. Jokowi menegaskan bahwa gereja tersebut perlu segera diperbaiki agar dapat kembali digunakan.

Ke depan, kondisi gereja dan kebutuhan warga terdampak menjadi hal yang perlu terus diperhatikan. Perbaikan bangunan ibadah, pemulihan hunian, serta pemenuhan kebutuhan masyarakat pascagempa diharapkan dapat membantu warga kembali menjalani aktivitas dengan lebih baik.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment