Blood Moon Total Hiasi Langit Akhir Agustus 2026, Ini Wilayah Terbaik untuk Menyaksikannya
Fenomena blood moon atau gerhana bulan total akan menghiasi langit pada akhir Agustus 2026. Peristiwa astronomi ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni Kamis, 27 Agustus, dan Jumat, 28 Agustus. Sejumlah wilayah di dunia akan menjadi lokasi terbaik untuk menyaksikan perubahan warna bulan tersebut.
Gerhana bulan total diperkirakan terlihat jelas dari Amerika Utara, beberapa wilayah Eropa, dan Inggris. Namun, tidak semua wilayah dapat menyaksikan seluruh tahapan fenomena ini. Waktu terjadinya gerhana sangat bergantung pada posisi suatu wilayah terhadap siang dan malam.
Rangkaian Gerhana Dimulai pada 27 Agustus
Mengutip informasi dari Time and Date, bulan purnama akan mulai memasuki bagian luar bayangan Bumi pada Kamis, 27 Agustus, pukul 01.23 UTC atau sekitar 08.23 WIB. Tahap awal ini disebut sebagai gerhana penumbra.
Pada fase gerhana penumbra, bulan memasuki bagian terluar dari bayangan Bumi. Setelah itu, sekitar satu jam kemudian, bulan akan bergerak menuju bagian bayangan yang lebih gelap dan padat, yaitu umbra.
Ketika bulan mulai memasuki umbra, gerhana akan tampak lebih jelas. Tahap ini diperkirakan dimulai sekitar pukul 04.12 UTC atau pukul 11.00 WIB. Pada saat itulah perubahan tampilan bulan mulai dapat diamati dengan lebih nyata.
Wilayah Terbaik untuk Menyaksikan Blood Moon
Amerika Utara
Amerika Utara menjadi salah satu wilayah yang berpeluang menyaksikan rangkaian gerhana secara jelas. Di pantai barat Amerika Serikat dan Kanada, fase-fase gerhana akan dimulai pada malam 27 Agustus sekitar pukul 19.33 waktu setempat.
Sementara itu, wilayah Pantai Timur Amerika Serikat akan mulai mengalami fase gerhana pada pukul 22.33 waktu setempat. Perbedaan waktu tersebut terjadi karena posisi geografis setiap wilayah memengaruhi waktu kemunculan gerhana di langit.
Eropa, Inggris, Afrika, dan Timur Tengah
Di Eropa dan Inggris, gerhana bulan total akan berlangsung pada Jumat, 28 Agustus, dini hari atau sebelum matahari terbit. Kondisi ini membuat sejumlah wilayah di kawasan tersebut menjadi tempat yang cukup baik untuk mengamati blood moon.
Namun, di beberapa wilayah Eropa, Afrika, dan Timur Tengah, fenomena tersebut akan berlangsung setelah matahari terbit. Situasi ini dapat memengaruhi kesempatan masyarakat di wilayah-wilayah tersebut untuk menyaksikan gerhana secara langsung.
Blood Moon Tidak Terlihat dari Indonesia
Masyarakat Indonesia tidak dapat menyaksikan fenomena blood moon kali ini. Pasalnya, rangkaian gerhana berlangsung pada siang hari di Indonesia. Dengan demikian, bulan tidak dapat diamati dalam kondisi langit malam sebagaimana yang terjadi di sejumlah wilayah Amerika Utara dan Eropa.
Waktu terjadinya gerhana menjadi faktor penting dalam menentukan wilayah yang dapat menyaksikan fenomena tersebut. Wilayah yang mengalami malam hari saat gerhana berlangsung memiliki peluang lebih besar untuk mengamati perubahan tampilan bulan.
Mengapa Bulan Berubah Menjadi Merah?
Istilah blood moon digunakan ketika Bumi berada tepat di antara Matahari dan Bulan. Dalam posisi tersebut, bulan masuk sepenuhnya ke dalam umbra Bumi, yakni bagian paling gelap dari bayangan Bumi.
Masuknya bulan ke dalam umbra tidak membuat bulan menghilang sepenuhnya. Sebagian sinar Matahari masih dapat mencapai permukaan bulan. Namun, atmosfer Bumi menyaring cahaya pada bagian spektrum berwarna ungu.
Akibat proses tersebut, cahaya yang sampai ke permukaan bulan didominasi oleh cahaya berwarna merah. Inilah yang menyebabkan bulan tampak kemerahan dan kemudian dikenal sebagai blood moon.
Kesimpulan
Gerhana bulan total pada 27 dan 28 Agustus 2026 akan menjadi fenomena langit yang dapat diamati dengan jelas di Amerika Utara, beberapa wilayah Eropa, dan Inggris. Tahap awal gerhana dimulai pada 27 Agustus pukul 01.23 UTC, sedangkan fase yang lebih jelas dimulai sekitar pukul 04.12 UTC.
Sayangnya, fenomena blood moon tersebut tidak dapat disaksikan dari Indonesia karena berlangsung pada siang hari. Meski demikian, peristiwa ini tetap menjadi salah satu fenomena astronomi yang menarik untuk diperhatikan, terutama bagi masyarakat di wilayah yang mengalami malam hari ketika gerhana berlangsung.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment