Frozen Yogurt atau Es Krim, Mana yang Lebih Baik untuk Menjaga Gula Darah?
Menjaga kadar gula darah tetap stabil merupakan hal penting, terutama bagi orang yang hidup dengan diabetes. Meski demikian, makanan manis seperti es krim dan frozen yogurt tidak selalu harus dihindari sepenuhnya. Keduanya masih dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang selama dikonsumsi dalam porsi yang wajar.
Pertanyaan yang kerap muncul adalah, mana yang lebih baik untuk gula darah, frozen yogurt atau es krim? Jawabannya ternyata tidak sesederhana anggapan bahwa frozen yogurt selalu lebih sehat. Kandungan gula, lemak, protein, ukuran porsi, serta topping yang digunakan dapat memengaruhi respons gula darah setelah mengonsumsinya.
Perhatikan Kandungan Gula, Protein, dan Lemak pada Frozen Yogurt
Saat memilih frozen yogurt, terdapat tiga komponen utama yang perlu diperhatikan, yakni gula, protein, dan lemak. Sebagai gambaran, setengah cangkir frozen yogurt rasa vanila mengandung sekitar 17 gram gula, 3 gram protein, dan 4 gram lemak.
Frozen yogurt sering dianggap sebagai alternatif es krim yang memiliki kandungan protein lebih tinggi. Namun, jumlah protein dalam satu porsi ternyata tidak terlalu besar. Kandungan gula juga menjadi aspek yang perlu dicermati, terutama pada produk dengan tambahan pemanis.
Ahli diet Gina Hassick menjelaskan bahwa frozen yogurt umumnya memiliki kandungan lemak lebih rendah. Akan tetapi, produk ini dapat mengandung gula tambahan dalam jumlah yang sama banyak atau bahkan lebih tinggi dibandingkan es krim.
Gula tambahan tersebut digunakan untuk menyeimbangkan rasa asam alami yang berasal dari kultur yogurt. Selain itu, gula juga dapat membantu memperbaiki rasa dan tekstur frozen yogurt yang rendah lemak.
Frozen Yogurt Bisa Memicu Kenaikan Gula Lebih Cepat
Caroline Thomason Bunn, ahli diet dan edukator diabetes, menjelaskan bahwa kandungan lemak turut berpengaruh terhadap respons gula darah. Diana Mesa, ahli diet terdaftar dan edukator diabetes, menambahkan bahwa beberapa jenis frozen yogurt memiliki kandungan gula lebih tinggi dan lemak lebih rendah.
Kombinasi tersebut dapat membuat kadar gula darah naik lebih cepat. Meski begitu, frozen yogurt bukan berarti harus sepenuhnya dihindari. Pemilihan produk dengan kandungan gula lebih rendah dapat menjadi salah satu pertimbangan.
Topping juga dapat membantu menjadikan frozen yogurt lebih mengenyangkan sekaligus menambah kandungan gizi. Kacang-kacangan dapat memberikan protein dan lemak sehat, sedangkan buah seperti raspberry atau blackberry dapat menambah asupan serat.
Bagaimana Perbandingan Kandungan Es Krim?
Dalam porsi setengah cangkir, es krim umumnya mengandung sekitar 7 gram lemak dan 14 gram gula. Jika dibandingkan dengan contoh frozen yogurt rasa vanila, es krim tersebut memiliki lemak sekitar 3 gram lebih tinggi, tetapi gula sekitar 3 gram lebih rendah.
Walaupun tetap mengandung gula, es krim tidak selalu menyebabkan lonjakan gula darah sebesar yang dibayangkan. Gina Hassick menjelaskan bahwa lemak dapat memperlambat pengosongan lambung dan penyerapan gula ke dalam aliran darah.
Dengan demikian, es krim dengan kandungan lemak penuh dapat menghasilkan kenaikan gula darah yang lebih lambat dibandingkan frozen yogurt rendah lemak yang memiliki kadar gula sama atau lebih tinggi. Dari sisi protein, perbedaan antara keduanya relatif kecil sehingga bukan menjadi faktor utama dalam menentukan pilihan.
Namun, kenaikan gula darah yang lebih lambat tidak berarti es krim merupakan makanan sehat atau bebas gula. Porsi tetap menjadi hal penting yang perlu diperhatikan.
Porsi dan Topping Tetap Menjadi Faktor Penting
Menurut Caroline Thomason Bunn, es krim tetap dapat dimasukkan ke dalam pola makan seimbang selama porsinya diperhatikan. Konsumsinya juga perlu disesuaikan dengan makanan lain yang disantap sepanjang hari.
Seperti halnya frozen yogurt, es krim dapat dikombinasikan dengan kacang-kacangan atau buah untuk menambah protein dan serat. Sebaliknya, penggunaan saus serta topping manis secara berlebihan dapat membuat jumlah gula yang dikonsumsi menjadi lebih tinggi.
Mengonsumsi satu porsi kecil es krim dapat memberikan respons gula darah yang berbeda dibandingkan menyantap frozen yogurt dalam jumlah besar dengan berbagai tambahan manis. Karena itu, jenis makanan saja tidak dapat menjadi satu-satunya pertimbangan.
Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jika hanya membandingkan komposisi gizi, es krim dapat memiliki sedikit keunggulan dibandingkan beberapa jenis frozen yogurt dalam hal respons gula darah. Kandungan lemak yang lebih tinggi pada es krim berpotensi memperlambat proses pencernaan sehingga kenaikan gula darah tidak berlangsung terlalu cepat.
Meski demikian, bukan berarti semua es krim lebih baik daripada semua frozen yogurt. Kandungan gula, lemak, dan protein dapat berbeda-beda pada setiap produk. Membaca label nutrisi menjadi langkah penting sebelum membeli.
Respons tubuh setiap orang juga dapat berbeda. Bagi orang yang menggunakan continuous glucose monitor atau CGM, perubahan kadar gula darah setelah mengonsumsi makanan tertentu dapat membantu menunjukkan respons tubuh secara personal.
Kesimpulan
Frozen yogurt dan es krim sama-sama masih dapat dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang, termasuk oleh orang yang perlu memperhatikan kadar gula darah. Frozen yogurt tidak selalu lebih rendah gula, sementara lemak pada es krim dapat membuat kenaikan gula darah berlangsung lebih lambat pada kondisi tertentu.
Pilihan terbaik perlu ditentukan dengan memperhatikan label nutrisi, ukuran porsi, serta topping yang digunakan. Ke depan, pemantauan respons tubuh secara personal, termasuk melalui CGM bagi penggunanya, dapat membantu seseorang memahami pilihan makanan yang paling sesuai dengan kondisi masing-masing.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment