Jangan Membilas Pasta Gigi Sampai Bersih, Fluoride Perlu Tetap Menempel di Gigi

Banyak orang terbiasa berkumur berulang kali setelah menyikat gigi hingga seluruh busa dan rasa pasta gigi benar-benar hilang dari rongga mulut. Namun, kebiasaan tersebut ternyata tidak perlu dilakukan secara berlebihan. Pasalnya, pasta gigi mengandung fluoride yang berperan membantu melindungi permukaan gigi.

Dokter spesialis gigi dan mulut Kurnia Dwi Wulan menjelaskan, fluoride dalam pasta gigi diharapkan tetap bersentuhan dengan permukaan gigi setelah proses menyikat selesai. Karena itu, membilas mulut terlalu sering atau terlalu kuat dapat membuat fluoride ikut terbuang sebelum memberikan manfaat pada gigi.

Fluoride dalam Pasta Gigi Membantu Melindungi Gigi

Menurut Kurnia, pasta gigi memiliki kandungan fluoride yang fungsinya serupa dengan topical fluoride, meski jumlah kandungannya berbeda. Fluoride tersebut menjadi salah satu bahan penting dalam pasta gigi karena dapat membantu menjaga permukaan gigi.

“Dari odol sendiri ada bahan juga, sebenarnya fluoride-nya juga. Sama kayak topical fluoride, cuma kandungannya beda beberapa ppm,” kata Kurnia di Jakarta, Jumat (4/9).

Ia menegaskan bahwa pasta gigi memang tidak untuk ditelan. Namun, hal itu bukan berarti seluruh sisa pasta gigi harus dibilas sampai tidak tersisa sama sekali. Setelah menyikat gigi, masih diperlukan sedikit sisa pasta gigi agar fluoride tetap berada di dalam rongga mulut dan bersentuhan dengan permukaan gigi.

Tidak Perlu Berkumur Berkali-kali

Kebiasaan berkumur berkali-kali biasanya dilakukan untuk menghilangkan busa, rasa, atau sisa pasta gigi. Akan tetapi, menurut Kurnia, cara tersebut tidak perlu dilakukan secara berlebihan. Busa pasta gigi tidak harus dibersihkan sampai benar-benar habis.

“Jangan sampai busa-busanya itu benar-benar bersih total. Masih disisain sedikit untuk fluoride-nya itu ada menempel di dalam rongga mulut,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan pentingnya memperhatikan cara membersihkan mulut setelah menyikat gigi. Membersihkan sisa pasta gigi tetap diperlukan, tetapi tidak harus dilakukan dengan berkumur berulang kali hingga seluruh kandungan pasta gigi hilang.

Kesehatan Gigi Tidak Hanya Ditentukan Pasta Gigi

Menjaga kesehatan gigi tidak berhenti pada pemilihan pasta gigi. Frekuensi menyikat gigi, cara membersihkan gigi, serta pola makan sehari-hari juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan. Ketiga hal tersebut saling berkaitan dalam mendukung kebersihan dan kesehatan gigi.

Dokter gigi Helen Jung turut menyoroti perbedaan kebiasaan menyikat gigi di Korea Selatan dan Indonesia. Saat bekerja dengan pasien di Korea Selatan, Helen terbiasa menyarankan menyikat gigi tiga kali sehari. Namun, setelah pindah ke Indonesia, ia menyesuaikan anjuran tersebut menjadi dua kali sehari.

“Kalau Korea biasa kita suruh sikat gigi tiga kali sehari. Saya pindah ke Indonesia, dua kali sehari,” kata Helen di Jakarta, Jumat (4/9).

Perhatikan Makanan di Antara Waktu Makan

Helen menjelaskan bahwa frekuensi menyikat gigi memang penting. Meski demikian, makanan atau minuman yang dikonsumsi di antara waktu makan juga perlu menjadi perhatian karena dapat memengaruhi kesehatan gigi.

Ia menilai, cara menyikat gigi setelah makan malam merupakan hal yang penting. Namun, jenis makanan yang dikonsumsi sepanjang hari juga tidak boleh diabaikan. Dengan demikian, upaya menjaga kesehatan gigi perlu dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya dengan mengandalkan pasta gigi.

Kesimpulan

Membilas mulut setelah menyikat gigi tidak perlu dilakukan secara berlebihan hingga seluruh busa pasta gigi hilang. Pasta gigi mengandung fluoride yang diharapkan tetap menempel pada permukaan gigi setelah menyikat. Karena itu, sedikit sisa pasta gigi dapat dibiarkan berada di dalam rongga mulut, meski pasta gigi tetap tidak boleh ditelan.

Ke depan, kebiasaan menyikat gigi perlu diikuti dengan cara berkumur yang tepat, frekuensi menyikat yang sesuai, serta perhatian terhadap makanan yang dikonsumsi di antara waktu makan. Dengan memperhatikan berbagai aspek tersebut, perawatan gigi dapat dilakukan secara lebih menyeluruh dan konsisten.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment