Kabut Asap Karhutla Belum Berdampak Signifikan pada Kunjungan Wisatawan ke Kepri

Kepulauan Riau (Kepri) belum mengalami perubahan signifikan dalam tren kunjungan wisatawan meski kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda Singapura dan Malaysia. Kondisi tersebut juga tidak terlihat memengaruhi minat wisatawan dari kedua negara tetangga untuk berkunjung ke Batam dan sejumlah wilayah lain di Kepri.

Kabut asap yang bersumber dari wilayah Kalimantan dan Sumatra diketahui turut berdampak pada negara-negara di kawasan sekitar. Namun, berdasarkan keterangan Dinas Pariwisata Kepri, jumlah kunjungan wisatawan ke Batam dan daerah lainnya masih berada dalam kondisi normal.

Kunjungan Wisatawan ke Kepri Masih Normal

Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Hasan, mengatakan belum terdapat peningkatan maupun penurunan kunjungan wisatawan yang berkaitan dengan kabut asap di Singapura dan Malaysia. Menurut dia, tren kunjungan ke Batam serta wilayah Kepri lainnya masih berjalan seperti biasa.

“Belum ada peningkatan maupun penurunan, masih normal,” kata Hasan saat dikonfirmasi pada Sabtu (5/9) sore.

Hasan menjelaskan bahwa Batam, Bintan, Tanjungpinang, dan Karimun merupakan sejumlah daerah yang menjadi pilihan wisatawan dari negara tetangga untuk menghabiskan waktu, khususnya pada akhir pekan. Kedekatan geografis menjadi salah satu faktor pendukung bagi wisatawan Singapura dan Malaysia untuk mengunjungi wilayah tersebut.

Kepri Berada Dekat dengan Singapura dan Malaysia

Batam dan wilayah Kepri lainnya memiliki akses yang relatif dekat menuju Singapura dan Malaysia. Perjalanan laut menggunakan kapal feri dari kawasan tersebut menuju Singapura maupun Malaysia dapat ditempuh sekitar 45 menit.

Jarak yang dekat membuat sejumlah pulau dan destinasi wisata di Kepri kerap menjadi tujuan wisata warga negara tetangga. Kendati demikian, kabut asap yang melanda Singapura dan Malaysia belum terlihat mendorong peningkatan kunjungan secara khusus ke wilayah Kepri.

Dalam beberapa hari terakhir, Kepri juga disebut telah terdampak kabut asap dari Sumatra. Namun, kondisi tersebut belum memberikan pengaruh berarti terhadap arus kunjungan wisatawan ke daerah tersebut.

Pertumbuhan Pariwisata Kepri Tetap Positif

Hasan menyebutkan bahwa penurunan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara secara bulanan merupakan dinamika yang wajar. Menurutnya, gambaran perkembangan pariwisata tidak hanya dapat dilihat dari perbandingan satu bulan ke bulan berikutnya, tetapi juga perlu dilihat berdasarkan pertumbuhan tahunan dan capaian kumulatif.

Jika dibandingkan dengan Juni, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada Juli memang mengalami penurunan. Namun, capaian tersebut meningkat apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

“Kalau kita melihat data secara utuh, memang ada penurunan dibandingkan Juni. Tetapi dibandingkan Juli tahun sebelumnya, kunjungan wisman justru tumbuh. Secara kumulatif Januari sampai Juli juga masih menunjukkan pertumbuhan positif,” ujar Hasan.

Data Kunjungan Wisman pada Juli 2026

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri yang terangkum dalam data kunjungan pariwisata Juli 2026, jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Kepri mencapai 180.623 kunjungan.

Jumlah tersebut turun 11,42 persen dibandingkan Juni 2026 yang mencatatkan 203.899 kunjungan. Meski mengalami penurunan secara bulanan, angka kunjungan pada Juli 2026 meningkat 14,25 persen jika dibandingkan dengan Juli 2025.

Sementara itu, secara kumulatif sepanjang Januari hingga Juli 2026, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Kepri mencapai 1.221.537 kunjungan. Capaian tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 12,54 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Kepri Berupaya Memperluas Pasar Wisatawan

Hasan mengatakan kedekatan Kepri dengan Singapura dan Malaysia merupakan keunggulan yang terus dioptimalkan. Di sisi lain, pemerintah daerah juga melihat peluang untuk memperluas pasar wisatawan dari negara-negara lainnya.

Langkah tersebut dinilai penting agar pertumbuhan pariwisata Kepri semakin kuat dan tidak hanya bergantung pada faktor musiman. Dengan demikian, perkembangan sektor pariwisata diharapkan dapat berlangsung secara lebih berkelanjutan.

Menurut Hasan, menjaga momentum pertumbuhan menjadi salah satu hal penting dalam pengembangan pariwisata Kepri. Selain itu, kualitas pengalaman wisatawan perlu terus ditingkatkan agar kunjungan dapat memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha dan masyarakat di daerah tersebut.

Kesimpulan

Kabut asap karhutla yang melanda Singapura dan Malaysia belum memberikan dampak signifikan terhadap kunjungan wisatawan ke Batam dan wilayah Kepri lainnya. Jumlah kunjungan masih berada dalam kondisi normal, meski secara bulanan data Juli 2026 menunjukkan penurunan dibandingkan Juni.

Namun, jika dibandingkan dengan Juli 2025, kunjungan wisatawan mancanegara ke Kepri justru tumbuh 14,25 persen. Secara kumulatif, periode Januari-Juli 2026 juga mencatat pertumbuhan 12,54 persen. Ke depan, kedekatan dengan Singapura dan Malaysia akan terus dioptimalkan, bersamaan dengan upaya memperluas pasar wisatawan serta meningkatkan kualitas pengalaman wisata di Kepri.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment