KSOP Labuan Bajo Tutup Sementara Pelayaran ke Pulau Komodo dan Pulau Padar hingga 15 September 2026

LABUAN BAJO – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo menutup sementara akses pelayaran menuju Pulau Komodo dan Pulau Padar, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kebijakan tersebut berlaku pada 13-15 September 2026 sebagai langkah antisipasi terhadap ancaman cuaca maritim ekstrem berupa gelombang tinggi dan angin kencang.

Penutupan dilakukan setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca maritim melalui Surat Pemberitahuan kepada Pelaut Nomor 03/MP-IX/2026 tertanggal 12 September 2026. Peringatan tersebut menjadi dasar bagi KSOP untuk menghentikan sementara pelayaran demi menjamin keselamatan pelaut dan penumpang.

Gelombang Laut Mencapai 1,9 Meter

Berdasarkan data BMKG Stasiun Maritim Tenau Kupang, kondisi angin di kawasan perairan Labuan Bajo dan sekitarnya berada pada kisaran 12-19 knot. Selain itu, terdapat hembusan angin kencang secara mendadak yang kecepatannya dapat mencapai 26 knot.

Tinggi gelombang signifikan diperkirakan mencapai puncaknya pada 15 September 2026, yakni hingga 1,9 meter. Kondisi tersebut dinilai berisiko bagi pelayaran, khususnya pada jalur-jalur perairan yang memiliki arus kuat, pusaran angin, dan karang tersembunyi.

Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo, Stefanus Risdiyanto, menegaskan bahwa keputusan penutupan sementara diambil dengan mengutamakan keselamatan jiwa. Menurutnya, setiap peringatan cuaca ekstrem harus ditindaklanjuti secara tegas untuk mencegah terjadinya kecelakaan di laut.

“Kami tidak main-main dengan keselamatan. Kalau tidak ada peringatan cuaca ekstrem, berarti kondisi aman. Sebaliknya, begitu ada tanda bahaya, kami bertindak tegas sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan,” ujar Stefanus kepada CNNIndonesia.com, Selasa (15/9).

Sepuluh Titik Perairan Diminta Dihindari

KSOP Labuan Bajo mengidentifikasi sepuluh titik perairan yang dinilai rawan dan wajib dihindari selama kondisi cuaca buruk. Area-area tersebut berisiko mengalami pusaran angin, pertemuan arus deras, serta memiliki potensi bahaya akibat keberadaan karang tersembunyi.

Daftar lokasi perairan rawan

  • Perairan Pulau Kelor
  • Batu Tiga
  • Selat Molo
  • Selat Padar
  • Perairan Loh Kima
  • Pulau Luwu
  • Pulau Kerengga
  • Pulau Mawang
  • Pulau Tatatawa
  • Siaba Kecil

Stefanus mengimbau seluruh nakhoda agar tidak memaksakan diri melintasi jalur-jalur tersebut. Jika kondisi pelayaran memburuk, nakhoda diminta segera mengubah rute untuk menghindari risiko yang dapat membahayakan kapal maupun penumpang.

“Jangan ambil risiko. Kapal bisa rusak, nyawa bisa terancam. Jika cuaca dinyatakan tidak layak berlayar, itu peringatan nyata bahwa bahaya sudah di depan mata,” tegasnya.

Nakhoda Diminta Memantau Kelaikan Kapal

Selain menutup sementara akses pelayaran, KSOP Kelas III Labuan Bajo memerintahkan seluruh nakhoda untuk memantau kelaikan kapal sebelum melakukan perjalanan. Nakhoda juga diminta segera mencari tempat berlindung apabila cuaca mengalami pemburukan.

Dalam keadaan darurat, para nakhoda wajib berkoordinasi dengan pihak kesyahbandaran dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas). Koordinasi tersebut diperlukan untuk memastikan penanganan dapat dilakukan ketika terjadi kondisi yang membahayakan keselamatan di laut.

Pembukaan Akses Menunggu Pemantauan BMKG

Cuaca diproyeksikan mulai membaik pada 16 September 2026. Pada periode tersebut, kecepatan angin diperkirakan mereda menjadi 5-8 knot, sedangkan tinggi gelombang berangsur turun ke kisaran 1,3-1,7 meter. Gelombang juga diperkirakan melandai hingga berada di bawah 1,5 meter.

Meski demikian, pembukaan kembali akses pelayaran dan wisata menuju Pulau Komodo serta Pulau Padar tidak hanya berdasarkan perkiraan cuaca. KSOP Labuan Bajo tetap akan mempertimbangkan hasil pemantauan cuaca harian yang dikeluarkan BMKG.

Kesimpulan

Penutupan sementara akses pelayaran menuju Pulau Komodo dan Pulau Padar pada 13-15 September 2026 merupakan langkah antisipatif menghadapi gelombang laut setinggi 1,9 meter dan angin kencang hingga 26 knot. KSOP Labuan Bajo meminta nakhoda tidak mengambil risiko, menghindari sepuluh titik perairan rawan, serta memastikan kelaikan kapal sebelum berlayar.

Akses pelayaran dan wisata di kawasan tersebut berpeluang dibuka kembali setelah kondisi cuaca membaik, tetapi keputusan akhirnya tetap bergantung pada pemantauan harian BMKG. Keselamatan pelaut dan penumpang menjadi pertimbangan utama sebelum aktivitas pelayaran dinyatakan kembali aman.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment