Mengapa Pilot Mengatakan “Cross Check”? Ini Prosedur Keselamatan Pintu Pesawat
Istilah “cross check” sering terdengar dalam penerbangan, khususnya menjelang pesawat lepas landas dan setelah pesawat mendarat. Bagi penumpang, perintah tersebut mungkin terdengar seperti bagian dari komunikasi rutin antara pilot dan awak kabin. Namun, di balik istilah itu terdapat prosedur keselamatan penting yang berkaitan dengan posisi pintu pesawat dan sistem peluncur darurat atau emergency slide.
Secara sederhana, cross check berarti pemeriksaan silang. Setelah mengatur pintu pesawat dalam posisi armed atau disarmed, seorang awak kabin akan memeriksa pintu di sisi lain untuk memastikan pengaturan telah dilakukan dengan benar. Pemeriksaan tambahan ini bertujuan mengurangi kemungkinan kesalahan sebelum pesawat melanjutkan tahapan penerbangan berikutnya.
Arti Cross Check dalam Prosedur Penerbangan
Perintah cross check berkaitan erat dengan kesiapan pintu pesawat dan sistem evakuasi darurat. Ketika pesawat akan berangkat, awak kabin menerima instruksi untuk mengatur pintu dalam posisi armed, kemudian melakukan pemeriksaan silang bersama kru lainnya.
Dalam posisi armed, pintu pesawat terhubung dengan sistem emergency slide. Apabila pintu dibuka dalam kondisi tersebut, peluncur darurat dapat mengembang secara otomatis. Sistem ini disiapkan agar penumpang dapat segera melakukan evakuasi jika terjadi keadaan darurat yang mengharuskan mereka keluar dari pesawat.
Setelah setiap awak kabin mengatur pintu sesuai instruksi, mereka tidak hanya memeriksa pintu yang menjadi tanggung jawabnya sendiri. Mereka juga memeriksa pintu lain untuk memastikan posisi dan indikatornya telah sesuai. Dengan demikian, pemeriksaan dilakukan oleh lebih dari satu orang.
Perbedaan Posisi Armed dan Disarmed
Posisi armed sebelum pesawat berangkat
Sebelum lepas landas, pintu pesawat diatur ke posisi armed. Dalam kondisi ini, sistem pintu terhubung dengan peluncur darurat. Jika pintu dibuka ketika masih dalam posisi tersebut, emergency slide dapat mengembang secara otomatis.
Pengaturan ini menjadi bagian dari persiapan keselamatan sebelum penerbangan. Setelah pintu berada pada posisi yang benar, awak kabin melakukan pemeriksaan silang untuk memastikan tidak ada pengaturan yang terlewat atau keliru.
Posisi disarmed setelah pesawat mendarat
Berbeda dengan sebelum keberangkatan, setelah pesawat mendarat dan berada di area parkir, awak kabin akan menerima perintah “disarm doors and cross-check”. Pintu kemudian dikembalikan ke posisi disarmed agar dapat dibuka secara normal tanpa memicu pengembangan peluncur darurat.
Pengaturan tersebut penting karena pintu pesawat perlu dibuka ketika pesawat telah berada di bandara. Jika pintu masih berada dalam posisi armed, peluncur darurat berpotensi mengembang tanpa sengaja saat pintu dibuka.
Apa Saja yang Diperiksa Awak Kabin?
Dalam proses pemeriksaan silang, awak kabin memastikan sejumlah bagian dan indikator pada pintu pesawat berada dalam kondisi yang sesuai. Pemeriksaan tersebut meliputi:
- Memastikan posisi pintu sudah sesuai, baik armed maupun disarmed.
- Memeriksa indikator visual yang tersedia pada pintu. Bentuk indikator dapat berbeda sesuai jenis dan konfigurasi pesawat.
- Memastikan sistem peluncur darurat berada dalam kondisi yang tepat dan dapat berfungsi ketika dibutuhkan.
- Melakukan konfirmasi antarkru agar pemeriksaan tidak hanya bergantung pada satu orang.
Setelah seluruh pemeriksaan selesai, masing-masing awak kabin melaporkan posisi pintu kepada awak kabin senior. Selanjutnya, awak kabin senior menyampaikan kepada pilot bahwa seluruh pintu telah berada dalam posisi armed atau disarmed dan sudah melalui pemeriksaan silang.
Mengapa Pemeriksaan Silang Sangat Penting?
Pemeriksaan silang dirancang untuk mengurangi kemungkinan kesalahan manusia dalam prosedur keselamatan. Seorang awak kabin tidak hanya memeriksa pekerjaannya sendiri, tetapi juga melakukan verifikasi terhadap pintu yang menjadi tanggung jawab kru lain.
Kesalahan posisi pintu dapat menimbulkan risiko dalam dua situasi. Jika pintu belum berada dalam posisi armed ketika terjadi keadaan darurat, emergency slide mungkin tidak langsung mengembang secara otomatis. Sebaliknya, jika pintu masih armed ketika hendak dibuka di bandara, peluncur darurat dapat mengembang tanpa sengaja.
Menurut Airbus, pengembangan emergency slide secara tidak sengaja terjadi sekitar 30 hingga 40 kali setiap tahun pada pesawat Airbus di seluruh dunia. Selain dapat membahayakan orang-orang di sekitar pintu, kejadian tersebut juga berpotensi menyebabkan keterlambatan penerbangan karena peluncur darurat harus dilepas dan dikemas kembali.
Hal yang Perlu Diperhatikan Penumpang
Penumpang tidak perlu melakukan tindakan khusus ketika mendengar perintah cross check. Meski demikian, penumpang perlu memahami bahwa prosedur tersebut merupakan bagian penting dari sistem keselamatan penerbangan.
Beberapa hal yang sebaiknya dilakukan penumpang sebelum dan selama penerbangan antara lain:
- Menyimak demonstrasi keselamatan sebelum pesawat berangkat.
- Mengetahui lokasi pintu darurat terdekat.
- Mengingat jumlah baris kursi menuju pintu darurat.
- Mengikuti seluruh instruksi awak kabin ketika terjadi keadaan darurat.
- Tidak membawa barang bawaan saat melakukan evakuasi.
Kesimpulan
Jadi, alasan pilot mengatakan “cross check” bukan semata-mata karena istilah tersebut menjadi bagian dari komunikasi penerbangan. Perintah itu memastikan bahwa posisi pintu pesawat telah diatur dengan benar dan diperiksa kembali oleh awak kabin lain.
Prosedur ini membantu memastikan sistem emergency slide berada dalam kondisi yang sesuai, baik ketika pesawat bersiap lepas landas maupun setelah mendarat. Dengan adanya pemeriksaan silang, potensi kesalahan dapat diketahui lebih awal sehingga keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas dalam setiap tahapan perjalanan.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment