Pulau Jeju Diguncang Kasus Kriminal, Ini Daya Tarik dan Aturan Bebas Visa bagi WNI
Rangkaian Kasus Kriminal Menghebohkan Pulau Jeju
Pulau Jeju di Korea Selatan tengah menjadi sorotan setelah serangkaian insiden kriminal dan penemuan jenazah terjadi dalam waktu berdekatan. Kepolisian setempat melaporkan bahwa empat mayat ditemukan dalam kurun waktu 72 jam. Jenazah-jenazah tersebut ditemukan dalam kondisi membusuk, mulai dari jalur pendakian hingga kawasan permukiman penduduk.
Kasus tersebut semakin menjadi perhatian publik setelah seorang perwira polisi berusia 35 tahun ditangkap. Ia diduga terlibat dalam penutupan prematur sejumlah kasus orang hilang di Pulau Jeju. Perkembangan ini memunculkan pertanyaan mengenai proses penanganan laporan orang hilang serta pengawasan internal di lingkungan kepolisian setempat.
Sebagai tindak lanjut, empat pejabat senior di Kantor Polisi Jeju Seobu resmi dinonaktifkan dari jabatannya. Badan Kepolisian Nasional Korea Selatan atau National Police Agency (NPA) menyatakan tengah melakukan inspeksi internal. Pemeriksaan tersebut ditujukan untuk menyelidiki dugaan keterlibatan maupun kelalaian pengawasan dari pihak atasan.
Kabar buruk lainnya datang dari penangkapan seorang mantan anggota polisi. Ia ditangkap atas dugaan menusuk mantan istrinya hingga tewas. Rangkaian insiden itu kemudian memicu kepanikan di tengah masyarakat dan berdampak terhadap sektor pariwisata Pulau Jeju.
Wisatawan Membatalkan Perjalanan ke Jeju
Banyaknya kasus yang terjadi membuat sejumlah wisatawan membatalkan tiket pesawat dan pemesanan hotel yang sebelumnya telah disiapkan untuk menikmati musim panas di Pulau Jeju. Situasi tersebut menjadi tantangan bagi Jeju yang selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata populer di Korea Selatan.
Di balik kabar kriminal yang sedang menjadi perhatian, Pulau Jeju tetap memiliki beragam daya tarik alam dan budaya. Mengutip Visit Korea, Jeju masuk dalam daftar World’s Greatest Places 2023 versi majalah TIME.
Daya Tarik Alam Pulau Jeju
Pulau Jeju terbentuk dari aktivitas vulkanik sehingga memiliki karakter lanskap yang khas. Beberapa destinasi alam yang menjadi daya tarik utama di pulau ini adalah Gunung Hallasan, Seongsan Ilchulbong, dan sistem gua lava Geomunoreum.
Ketiga kawasan tersebut telah ditetapkan sebagai Warisan Alam Dunia UNESCO. Keberadaan lanskap vulkanik itu menjadi salah satu alasan Jeju banyak dikunjungi wisatawan yang ingin menikmati pemandangan alam yang berbeda.
Jeju juga memiliki jalur pendakian Jeju Olle Trail. Jalur tersebut membentang melewati berbagai kawasan dan menyuguhkan pemandangan alam khas Pulau Jeju. Keindahan alamnya turut menjadikan Jeju sebagai lokasi favorit untuk produksi film, drama Korea, dan variety show.
Popularitas Drama Korea Mendorong Kunjungan
Sejumlah tayangan Korea Selatan menggunakan Jeju sebagai latar cerita. Salah satunya adalah drama Our Blues yang menyoroti kehidupan warga lokal serta tradisi haenyeo. Drama tersebut dibintangi oleh Lee Byung Hun, Shin Min Ah, dan Kim Woo Bin.
Drama lain yang mengambil latar di Jeju adalah When Life Gives You Tangerines, yang diperankan oleh Park Bo Gum dan IU pada 2025. Tayangan ini menampilkan kehidupan masyarakat Jeju sekaligus berbagai pemandangan khas pulau tersebut.
Popularitas drama itu disebut ikut mendorong peningkatan kunjungan wisatawan asing ke Jeju. Mengutip Korea JoongAng Daily, para pejabat bahkan mengaitkan kenaikan jumlah wisatawan dengan popularitas tayangan tersebut.
Pada April 2025, jumlah wisatawan asing ke Jeju meningkat 11,6 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut berlanjut pada bulan-bulan berikutnya, yakni 35,8 persen pada Mei, 28,8 persen pada Juni, dan 76 persen pada Juli.
Kunjungan Wisatawan Indonesia ke Pulau Jeju
Wisatawan asal Indonesia turut menjadi bagian dari peningkatan kunjungan ke Pulau Jeju. Berdasarkan data Asosiasi Pariwisata Jeju yang dikutip dari Yonhap News, sebanyak 16.008 wisatawan Indonesia tercatat mengunjungi Jeju pada 2025.
Jumlah tersebut menempatkan Indonesia di posisi ketujuh sebagai negara dengan jumlah wisatawan asing terbanyak ke Pulau Jeju. Indonesia berada di bawah China, Taiwan, Jepang, Amerika Serikat, Hong Kong, dan Singapura.
Ketentuan Bebas Visa bagi WNI
Pemerintah Korea Selatan memberlakukan program bebas visa bagi pemegang paspor Indonesia yang berkunjung ke Pulau Jeju sejak 2020. Melalui ketentuan tersebut, Warga Negara Indonesia dapat tinggal di Jeju tanpa visa selama maksimal 30 hari.
Namun, terdapat ketentuan yang harus diperhatikan. Penerbangan harus langsung menuju Pulau Jeju dari luar negeri, misalnya melalui Singapura, Malaysia, atau Thailand. Wisatawan tidak diperbolehkan melakukan transit domestik terlebih dahulu di daratan utama Korea Selatan, seperti Seoul atau Busan.
Selain itu, wisatawan yang memanfaatkan fasilitas bebas visa tersebut tidak diizinkan keluar dari Pulau Jeju untuk melanjutkan perjalanan ke kota lain di Korea Selatan. Jika ingin mengunjungi Seoul atau destinasi lain di negara tersebut, visa Korea standar tetap harus diurus.
Kesimpulan
Rangkaian penemuan empat mayat, penangkapan seorang perwira polisi, penonaktifan pejabat senior, serta kasus dugaan penusukan yang melibatkan mantan anggota polisi telah memengaruhi persepsi publik terhadap keamanan Pulau Jeju. Inspeksi internal yang dilakukan NPA diharapkan dapat mengungkap dugaan kelalaian maupun keterlibatan dalam penanganan kasus orang hilang.
Di sisi lain, Jeju tetap memiliki daya tarik alam, budaya, dan popularitas tayangan hiburan yang kuat. Peningkatan kunjungan wisatawan asing, termasuk dari Indonesia, menunjukkan besarnya minat terhadap destinasi tersebut. Ke depan, perkembangan penyelidikan dan jaminan keamanan akan menjadi faktor penting bagi pemulihan kepercayaan wisatawan yang berencana berkunjung ke Pulau Jeju.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment