All Wishes Come True Angkat Asal-usul Delapan Dewa Abadi dalam Mitologi China
All Wishes Come True menjadi film terbaru yang mengangkat mitologi klasik China tentang legenda Delapan Dewa Abadi atau Ba Xian. Film ini menawarkan pendekatan berbeda karena tidak langsung menampilkan para tokoh sebagai dewa, melainkan mengisahkan kehidupan mereka ketika masih menjadi manusia biasa.
Dalam cerita tersebut, para calon dewa digambarkan mengandalkan kecerdikan, keberanian, dan cara-cara khas rakyat jelata untuk menghadapi berbagai persoalan. Mereka bahkan nekat menyamar sebagai sosok abadi demi menjalankan sebuah tipu daya besar. Upaya itu dilakukan untuk mengelabui para dewa sakti sekaligus membuktikan bahwa manusia biasa mampu berdiri sejajar dengan kekuatan ilahi.
Menyoroti Delapan Tokoh Sebelum Menjadi Dewa
Delapan tokoh yang menjadi pusat cerita All Wishes Come True terdiri atas Lü Dongbin, Zhongli Quan, He Xiangu, Li Tieguai, Han Xiangzi, Cao Guojiu, Lan Caihe, dan Zhang Guolao. Dalam film ini, mereka belum dikenal sebagai jajaran Delapan Dewa Abadi seperti yang selama ini populer dalam tradisi rakyat China.
Alih-alih menghadirkan sosok-sosok sakral sejak awal, film tersebut memperlihatkan latar belakang mereka saat masih menjalani kehidupan sebagai manusia. Cara ini membuat kisah para tokoh terasa lebih dekat dengan kehidupan rakyat biasa, terutama karena mereka harus mengandalkan kecerdikan untuk menghadapi kekuatan yang lebih besar.
Rencana penyamaran yang mereka lakukan menjadi bagian penting dalam cerita. Melalui tipu daya tersebut, mereka berusaha membuktikan bahwa kemampuan manusia tidak selalu kalah dibandingkan kekuatan para dewa. Pendekatan ini juga memberikan sudut pandang berbeda terhadap legenda Delapan Dewa Abadi yang selama ini dikenal sebagai kelompok dewa populer dalam kebudayaan China.
Sejarah Panjang Legenda Delapan Dewa Abadi
Secara historis, istilah “Eight Immortals” telah muncul sejak era Dinasti Han Timur. Istilah tersebut tercatat dalam literatur Lihuo Lun karya Mou Rong. Namun, pada masa itu, susunan tokoh yang disebut sebagai delapan dewa belum mengacu pada delapan nama yang dikenal saat ini.
Formasi Delapan Dewa Abadi tidak terbentuk secara tiba-tiba dalam satu era atau melalui satu kisah klasik. Susunannya berkembang selama ribuan tahun. Sepanjang ratusan tahun, sebutan “delapan dewa” bahkan pernah digunakan untuk menyebut sejumlah kelompok yang berbeda.
Perubahan Makna di Berbagai Dinasti
Pada era Dinasti Han, istilah tersebut merujuk pada Huainan Ba Gong, yakni delapan cendekiawan yang menjadi pengikut Pangeran Liu An. Mereka kemudian dianggap sebagai sosok dewata karena keterkaitannya dengan ramuan keabadian.
Sementara itu, pada era Dinasti Tang, penyair Du Fu menggunakan istilah tersebut dalam karya berjudul Yinzhong Baxian Ge. Dalam karya itu, sebutan delapan dewa digunakan untuk menjuluki delapan tokoh sastra yang dikenal sebagai peminum berat, termasuk penyair legendaris Li Bai.
Susunan resmi Delapan Dewa Abadi yang dikenal hingga kini baru benar-benar ditetapkan pada masa pemerintahan Jiajing di era Dinasti Ming. Formasi tersebut kemudian semakin kuat dalam budaya populer China setelah dibakukan melalui novel klasik Journey to the East pada era Wanli.
Salah satu kisah mereka yang paling terkenal adalah perjalanan menyeberangi lautan. Cerita tersebut bahkan melahirkan peribahasa populer yang menggambarkan kemampuan setiap individu dalam menunjukkan keahlian terbaiknya masing-masing.
Pusaka yang Menjadi Simbol Setiap Tokoh
Meski mengambil latar waktu sebelum para tokoh dikenal sebagai Delapan Dewa Abadi, All Wishes Come True tetap menampilkan benda-benda pusaka yang menjadi simbol masing-masing figur. Kehadiran pusaka tersebut membantu memperkuat identitas setiap tokoh dalam cerita.
Li Tieguai digambarkan memiliki labu yang menyimbolkan pertolongan bagi semua makhluk. Sementara itu, Zhongli Quan membawa kipas daun palem yang dikenal sebagai lambang pembangkit kehidupan.
Zhang Guolao, sosok tetua dalam kelompok tersebut, membawa drum ikan atau yugu yang berkaitan dengan penerawangan nasib. Drum itu terlihat digunakan dalam pertarungan menjelang akhir film. Adapun Lü Dongbin sejak awal telah membawa pedang yang menjadi simbol pemusnah kejahatan.
Empat tokoh lainnya juga hadir dengan pusaka yang memiliki makna simbolis. He Xiangu memegang bunga teratai sebagai lambang penyucian diri. Simbol tersebut turut terlihat ketika ia hendak menyerang Zhongli Quan.
Lan Caihe, yang tampak sebagai figur paling muda, membawa keranjang bunga. Benda tersebut merepresentasikan ikatan spiritual yang terbebas dari beban duniawi. Han Xiangzi hadir dengan seruling ungu sebagai lambang kemakmuran. Seruling itu juga muncul dalam adegan pertarungan terakhir.
Sementara itu, Cao Guojiu memegang papan giok yang melambangkan kedamaian suasana. Beragam pusaka tersebut tidak hanya menjadi perlengkapan para tokoh, tetapi juga memperlihatkan simbol dan karakter yang melekat pada masing-masing anggota Delapan Dewa Abadi.
All Wishes Come True Tayang di Bioskop Indonesia
Dengan menggabungkan kisah manusia biasa, unsur tipu daya, mitologi, dan simbol pusaka, All Wishes Come True menghadirkan kisah alternatif tentang asal-usul Delapan Dewa Abadi. Film ini memperlihatkan perjalanan para tokoh sebelum mereka memperoleh status sebagai sosok ilahi.
Kisah All Wishes Come True dapat disaksikan di bioskop Indonesia sejak 2 September. Film ini menjadi kesempatan bagi penonton untuk mengenal legenda Delapan Dewa Abadi melalui sudut pandang yang menekankan perjuangan, kecerdikan, dan latar belakang kemanusiaan para tokohnya. Dengan demikian, mitologi klasik China tersebut kembali diperkenalkan melalui medium film dan tetap mempertahankan simbol-simbol penting yang melekat pada setiap figur.
Kesimpulan
All Wishes Come True tidak hanya menampilkan Delapan Dewa Abadi sebagai sosok dengan kekuatan ilahi, tetapi juga mengisahkan masa ketika mereka masih menjadi manusia biasa. Lü Dongbin, Zhongli Quan, He Xiangu, Li Tieguai, Han Xiangzi, Cao Guojiu, Lan Caihe, dan Zhang Guolao digambarkan mengandalkan kecerdikan untuk menghadapi para dewa sakti.
Melalui latar sejarah yang panjang serta kehadiran pusaka khas setiap tokoh, film ini memberikan gambaran mengenai akar legenda Ba Xian dalam budaya China. Penonton dapat mengikuti kisah mereka sekaligus mengenali simbol-simbol yang kemudian menjadi bagian penting dari tradisi Delapan Dewa Abadi.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment