Ariana Grande Dapat Izin Ajukan Subpoena untuk Ungkap Identitas Hacker Pencuri Musik
Ariana Grande memperoleh izin dari pengadilan untuk mengajukan subpoena atau pemanggilan paksa melalui proses yang dipercepat. Langkah hukum tersebut berkaitan dengan gugatan yang diajukannya terhadap dua hacker anonim yang diduga mencuri serta menyebarkan materi musik dan karya kreatifnya yang belum dirilis.
Izin ini dinilai penting bagi Grande karena dapat membantu tim hukumnya memperoleh informasi yang diperlukan untuk mengungkap identitas pihak-pihak yang saat ini masih disebut sebagai John Doe. Pengungkapan tersebut diharapkan dapat menjadi dasar bagi proses hukum lanjutan atas dugaan peretasan, pencurian, penjualan, dan publikasi materi pribadi milik sang penyanyi.
Pengadilan Setujui Proses Pengungkapan Informasi yang Dipercepat
Seperti diberitakan Variety pada Rabu (19/8), seorang hakim di Los Angeles menyetujui permohonan Ariana Grande untuk menjalankan proses pengungkapan informasi secara cepat. Keputusan tersebut diberikan pada Selasa (18/8), setelah kuasa hukum Grande mengajukan permohonan sepihak atau ex parte.
Permohonan itu diajukan karena Grande belum dapat mengidentifikasi dua terduga peretas yang menjadi pihak dalam gugatannya. Selain meminta izin untuk memperoleh informasi melalui subpoena, tim hukum Grande juga meminta agar masa tunggu yang biasanya berlaku ditiadakan.
Hakim Mark H. Epstein menyatakan bahwa masa tunggu selama 16 hari tidak masuk akal dalam perkara tersebut. Menurutnya, tidak ada pihak yang dapat diberi pemberitahuan karena identitas para tergugat belum diketahui. Hakim juga menilai permohonan yang diajukan telah menunjukkan alasan yang kuat berdasarkan substansinya.
Risiko Pencurian Materi Kreatif Disebut Masih Berlanjut
Dalam permohonan yang diajukan ke pengadilan, kuasa hukum Grande berargumen bahwa ketidakmampuan mengidentifikasi para tergugat dapat membuat dugaan tindakan ilegal terus berlangsung. Tindakan tersebut mencakup peretasan, pencurian, penyebaran, penjualan, hingga publikasi karya-karya kreatif milik Grande.
Tim hukum penyanyi tersebut juga menyebut adanya peningkatan risiko bahwa materi tambahan dapat dicuri atau dijual. Selain itu, mereka mengkhawatirkan kemungkinan hilangnya data akun, informasi pelanggan, serta akses tertentu yang dibutuhkan untuk membantu mengidentifikasi pihak yang diduga melakukan peretasan.
Dengan adanya izin proses yang dipercepat, Grande berpeluang memperoleh informasi dari pihak atau sumber yang dianggap dapat membantu mengungkap identitas hacker. Namun, berdasarkan informasi yang tersedia, dua pihak yang digugat masih tercatat dengan nama samaran John Doe.
Gugatan Diajukan pada Akhir Juli
Ariana Grande mengajukan gugatan terhadap dua peretas pada 27 Juli. Dalam dokumen perkara tersebut, ia menuding kedua pihak telah meretas akun digital pribadi milik produser dan fotografer yang pernah bekerja sama dengannya.
Gugatan itu menyebut bahwa peretasan terhadap berbagai akun digital pribadi telah berlangsung sejak lama, dengan dugaan insiden terakhir terjadi pada 2024. Akibat tindakan tersebut, sejumlah konten yang belum dirilis diduga dicuri, disebarkan, dan dieksploitasi tanpa izin.
Materi yang Diduga Dicuri
Materi yang diduga diperoleh para hacker mencakup lagu, rekaman audio, video, serta foto Ariana Grande. Menurut isi gugatan, berbagai materi tersebut tidak pernah ditujukan untuk konsumsi publik.
Dokumen perkara juga menuduh bahwa materi-materi tersebut diduga ditawarkan di dark web dengan harga yang signifikan. Grande menyebut dugaan tindakan itu sebagai pelanggaran serius terhadap privasinya serta haknya dalam mengendalikan karya-karya kreatif yang dibuat atau berkaitan dengannya.
Grande Soroti Hak Artis atas Karya Kreatif
Dalam gugatan tersebut, pihak Grande menegaskan bahwa artis memiliki hak untuk menentukan bagaimana dan kapan karya mereka dibagikan kepada publik. Pencurian serta distribusi karya kreatif tanpa izin dinilai merusak hak tersebut.
Kasus ini kini memasuki tahap pengungkapan informasi untuk mencari identitas para tergugat. Dengan persetujuan hakim terhadap proses yang dipercepat, langkah hukum Grande selanjutnya akan berfokus pada upaya memperoleh data yang dapat mengarah kepada dua hacker anonim tersebut.
Kesimpulan
Ariana Grande mendapatkan izin pengadilan untuk mengajukan subpoena secara cepat dalam rangka mengungkap identitas hacker yang diduga mencuri materi musik dan karya kreatifnya yang belum dirilis. Pengadilan Los Angeles menyetujui permohonan tersebut setelah mempertimbangkan bahwa masa tunggu normal tidak relevan karena identitas para tergugat belum diketahui.
Perkembangan berikutnya akan bergantung pada informasi yang berhasil diperoleh melalui proses pengungkapan tersebut. Jika identitas John Doe dapat diketahui, perkara ini berpotensi berlanjut dengan langkah hukum terhadap pihak yang diduga melakukan peretasan, pencurian, serta distribusi materi pribadi Ariana Grande.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment