Cookie Queens Kalah dari CatVideoFest di Box Office, Proyek Harry dan Meghan Jadi Sorotan
Proyek film terbaru Pangeran Harry dan Meghan Markle, Cookie Queens, menghadapi debut yang kurang menggembirakan di box office. Film dokumenter yang diproduseri melalui perusahaan media mereka, Archewell Productions, tersebut harus mengakui keunggulan CatVideoFest 2026, kompilasi video kucing viral dari internet.
Performa tersebut menjadi perhatian karena CatVideoFest 2026 mampu meraih pendapatan lebih besar meski ditayangkan di lebih sedikit bioskop. Kondisi ini kembali memunculkan pertanyaan mengenai seberapa besar daya tarik nama Harry dan Meghan dalam mendatangkan penonton untuk proyek yang tidak secara langsung membahas kehidupan pribadi mereka maupun keluarga kerajaan Inggris.
Cookie Queens Raih US$354 Ribu dari 466 Bioskop
Berdasarkan data Box Office Mojo, Cookie Queens yang dirilis pada 7 Agustus 2026 meraup sekitar US$354 ribu dari 466 bioskop. Dengan capaian tersebut, film ini rata-rata menghasilkan sekitar US$760 dari setiap bioskop yang menayangkannya.
Angka itu masih berada di bawah pendapatan CatVideoFest 2026. Film yang berisi kompilasi video kucing viral tersebut berhasil mengumpulkan sekitar US$569 ribu, meski hanya diputar di 255 layar. Rata-rata pendapatannya mencapai sekitar US$2.230 per bioskop.
Perbandingan tersebut membuat proyek Harry dan Meghan berada di bawah film kompilasi video kucing dalam persaingan box office akhir pekan. Seperti diberitakan The Strait Times, situasi ini menjadi salah satu sorotan utama dari debut Cookie Queens.
Kisah Girl Scouts dan Tantangan Menjual Kukis
Cookie Queens mengikuti kisah empat anggota Girl Scouts ketika mereka berkompetisi dalam dunia penjualan kukis yang penuh tantangan. Film dokumenter ini mengeksplorasi ambisi, kepemimpinan, dan masa remaja para tokohnya.
Selain itu, film tersebut menampilkan tekanan yang dihadapi para anggota Girl Scouts saat harus meyakinkan orang asing untuk membeli produk mereka. Salah satu kukis yang disorot adalah Thin Mints, camilan dengan cita rasa mint dan cokelat yang menjadi bagian dari penggalangan dana tahunan organisasi kepemudaan tersebut.
Meghan Markle turut mempromosikan film itu sebelum penayangannya di bioskop. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menceritakan pengalamannya sendiri ketika masih menjadi anggota Girl Scouts.
Nama Harry dan Meghan Belum Menjamin Penonton
Popularitas pasangan Sussex tersebut tampaknya belum cukup untuk mengalahkan daya tarik video-video kucing yang unik dan menghibur. Debut Cookie Queens yang tidak terlalu kuat kemudian memunculkan kembali pertanyaan tentang kemampuan Harry dan Meghan menarik penonton untuk proyek yang tidak mengangkat kisah pribadi mereka.
Komentator kerajaan Kinsey Schofield menilai pemberitaan mengenai Harry dan Meghan tidak otomatis berujung pada jumlah penonton atau pelanggan yang bersedia membayar. Menurutnya, kedua hal tersebut merupakan sesuatu yang berbeda.
“Harry dan Meghan masih sangat efektif dalam menghasilkan pemberitaan, tetapi pemberitaan dan pelanggan yang mau membayar adalah dua hal yang sangat berbeda,” ujar Schofield, seperti diberitakan The Strait Times.
Schofield juga mengatakan bahwa sebelumnya pencantuman nama Harry dan Meghan dalam sebuah proyek dapat memicu rasa penasaran yang besar. Namun, ia meragukan pengaruh tersebut masih berlaku dengan kekuatan yang sama saat ini.
Ia turut menyoroti posisi Cookie Queens yang berada lima peringkat di bawah kompilasi video kucing berdurasi 70 menit tersebut. Menurut Schofield, kekalahan dari CatVideoFest menjadi situasi yang sangat mencolok bagi proyek Hollywood yang melibatkan pasangan Sussex.
Nasib Film Belum Ditentukan oleh Satu Akhir Pekan
Meski demikian, performa dalam satu akhir pekan belum tentu menjadi penentu akhir nasib Cookie Queens. Film dokumenter pada umumnya memang menghadapi tantangan tersendiri untuk menarik penonton datang ke bioskop.
Film ini juga memasuki pasar tanpa pengungkapan pribadi yang sebelumnya menjadi sumber perhatian besar terhadap proyek-proyek Harry dan Meghan. Serial Netflix mereka, Harry & Meghan, yang dirilis pada 2022, memperoleh perhatian dunia karena membahas keputusan pasangan tersebut untuk mundur dari tugas kerajaan serta hubungan yang renggang dengan keluarga kerajaan Inggris.
Selain itu, memoar Harry berjudul Spare yang terbit pada 2023 menjadi buku terlaris secara internasional dan memicu pemberitaan selama berminggu-minggu. Berbeda dari proyek-proyek tersebut, Cookie Queens berfokus pada pengalaman empat anggota Girl Scouts dan dunia penjualan kukis.
Kesimpulan
Debut Cookie Queens di box office menunjukkan bahwa perhatian media terhadap Harry dan Meghan belum tentu langsung menghasilkan penjualan tiket. Film tersebut meraih sekitar US$354 ribu dari 466 bioskop, sementara CatVideoFest 2026 memperoleh sekitar US$569 ribu dari 255 layar.
Meski hasil awalnya kurang memuaskan, perjalanan film dokumenter ini belum sepenuhnya berakhir. Tantangan berikutnya adalah melihat apakah Cookie Queens mampu membangun minat penonton setelah pekan pembukaannya, terutama karena film tersebut menawarkan tema Girl Scouts, kepemimpinan, masa remaja, dan perjuangan menjual kukis, bukan kisah pribadi keluarga Sussex.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment