Ha Young Keluar dari The Trauma Code Season 2 di Tengah Kontroversi Sejarah Keluarga

Ha Young memutuskan untuk tidak melanjutkan keterlibatannya dalam drama Korea The Trauma Code: Heroes on Call Season 2. Keputusan tersebut diambil setelah aktris yang memiliki nama asli Ahn Ha-young itu menjadi sorotan akibat kontroversi mengenai rekam jejak keluarganya yang diduga memiliki kaitan dengan organisasi pro-Jepang.

Ha Young sebelumnya dikenal melalui perannya sebagai suster Cheon Jang-mi pada musim pertama The Trauma Code: Heroes on Call. Ia semula dijadwalkan kembali menjalani syuting musim kedua bersama Ju Ji-hoon dan Choo Young-woo. Namun, kontroversi yang berkembang membuatnya akhirnya mundur dari proyek drama medis populer tersebut.

Ha Young Tidak Tampil di The Trauma Code Season 2

Netflix mengonfirmasi bahwa Ha Young tidak akan muncul dalam musim terbaru drama tersebut. Keputusan itu disebut diambil dengan menghormati sikap sang aktris di tengah situasi yang sedang berlangsung.

“Demi menghormati sikap sang aktor, Ha Young tidak akan tampil di musim berikutnya dari The Trauma Code: Heroes on Call,” ujar pihak Netflix, seperti diberitakan Yonhap dan Korea Times pada Selasa (1/9).

Belum ada informasi lebih lanjut mengenai pengganti Ha Young untuk karakter Cheon Jang-mi. Sementara itu, kontroversi yang melibatkan keluarganya juga berdampak terhadap sejumlah proyek lain yang sebelumnya dikaitkan dengan sang aktris.

Awal Mula Kontroversi Keluarga Ha Young

Kontroversi bermula setelah Ha Young tampil dalam program Problem Child in House yang ditayangkan KBS2. Dalam acara tersebut, ia bercerita mengenai latar belakang keluarganya yang memiliki tradisi panjang di bidang kedokteran.

Menurut penuturan Ha Young, empat generasi keluarganya berprofesi sebagai dokter. Mereka terdiri atas kakek buyut, kakek, ayah, hingga kakak perempuannya. Ia juga menyebut bahwa kakek buyutnya pernah menempuh pendidikan kedokteran di Jepang sebelum membuka klinik bergaya Barat di Hanyang, Seoul.

Ha Young turut mengatakan bahwa kakek buyutnya pernah merawat Raja Gojong. Setelah episode tersebut disiarkan, muncul spekulasi bahwa sosok yang dimaksud adalah dokter Ahn Sang Ho. Identitas tersebut kemudian dikonfirmasi oleh agensi Ha Young, BISTUS Entertainment.

Nama Ahn Sang Ho Disebut dalam Catatan Organisasi Pro-Jepang

Setelah identitas kakek buyut Ha Young diketahui, perhatian publik beralih pada sejumlah catatan sejarah. Nama Ahn Sang Ho disebut tercantum dalam daftar anggota dewan Daejeong Chinmokhoe pada 1916. Organisasi tersebut dikenal sebagai kelompok pro-Jepang.

Catatan itu memicu perdebatan mengenai aktivitas Ahn Sang Ho selama periode penjajahan Jepang di Korea Selatan. Perbincangan publik kemudian meluas karena latar belakang sejarah tersebut berkaitan dengan isu kolaborasi dan dugaan dukungan terhadap kekuasaan kolonial.

Agensi Sempat Membantah, Lalu Meminta Maaf

BISTUS Entertainment sebelumnya merilis pernyataan pada Senin (10/8) yang menyebut tuduhan mengenai dugaan aktivitas pro-Jepang Ahn Sang Ho tidak berdasar. Namun, sehari setelahnya, agensi tersebut menyampaikan permintaan maaf karena mengeluarkan tanggapan sebelum melakukan verifikasi secara memadai.

“Kami dengan tulus meminta maaf karena telah menimbulkan kebingungan dengan tergesa-gesa menanggapi bahwa laporan tersebut ‘tidak berdasar’ tanpa verifikasi yang memadai,” demikian isi pernyataan BISTUS Entertainment pada Selasa (11/8).

Agensi juga menyampaikan bahwa Ha Young merasa sangat sedih karena kisah keluarganya secara tidak sengaja menimbulkan kontroversi. BISTUS Entertainment mengatakan sang aktris memahami kekhawatiran publik dan akan menjalani aktivitasnya di masa mendatang dengan sikap yang lebih hati-hati serta rendah hati.

Kontroversi Meluas ke Aktivitas Ahn Sang Ho

Perhatian publik terhadap Ahn Sang Ho semakin besar setelah muncul informasi bahwa ia pernah menjadi dokter di Pulau Sorokdo. Pulau tersebut dikenal memiliki sejarah kelam terkait isolasi paksa dan eksperimen medis terhadap penderita kusta.

Situasi makin memanas setelah terungkap adanya klaim yang disebut palsu dalam artikel opini yang ditulis ayah Ha Young pada 2002. Dalam tulisan tersebut, Ahn Sang Ho disebut sebagai salah satu pionir pendidikan medis modern.

Sejumlah proyek akting Ha Young turut terkena dampak. Drama The Long Shot Trial, yang semestinya melibatkan dirinya, juga menjadi sasaran kritik. Publik mendesak Ha Young untuk mundur dari jajaran pemain proyek tersebut.

Rencana Penyelidikan Aset Keluarga

Selain memengaruhi karier Ha Young, kontroversi ini berpotensi berlanjut ke ranah sejarah dan hukum. Pemerintah Korea Selatan berencana mengaktifkan kembali Komisi Investigasi Aset Kolaborator Pro-Jepang pada Desember 2026.

Pengaktifan kembali komisi tersebut membuka peluang dilakukannya penyelidikan terhadap aset yang berkaitan dengan keluarga Ha Young. Proses itu bahkan disebut dapat berujung pada kemungkinan penyitaan kekayaan, meskipun seluruh dugaan dan informasi terkait masih menjadi bagian dari kontroversi yang berkembang.

Kesimpulan

Keputusan Ha Young meninggalkan The Trauma Code: Heroes on Call Season 2 menunjukkan besarnya dampak kontroversi sejarah keluarga terhadap karier seorang figur publik. Persoalan ini bermula dari pengungkapan tentang profesi dan kiprah kakek buyutnya, kemudian berkembang setelah muncul catatan yang mengaitkan Ahn Sang Ho dengan organisasi pro-Jepang.

Permintaan maaf agensi belum menghentikan sorotan publik karena isu tersebut turut menyentuh sejarah Pulau Sorokdo, klaim dalam tulisan ayah Ha Young, serta rencana penyelidikan aset kolaborator. Ke depan, perhatian akan tertuju pada perkembangan proyek-proyek Ha Young dan langkah pemerintah Korea Selatan terkait rencana pengaktifan kembali komisi investigasi pada Desember 2026.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment