Indonesia Juara Ensemble Melodica Junior Division di Asian Music Games 2026

Indonesia berhasil meraih prestasi membanggakan dalam ajang Asian Music Games 2026 yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia. Kontingen Harmonie Swara Indonesia keluar sebagai juara kategori Ensemble Melodica Junior Division setelah memperoleh medali emas dengan skor 92,450. Nilai tersebut menempatkan mereka pada tingkat apresiasi tertinggi, yakni high gold, berdasarkan penilaian dewan juri.

Prestasi ini diraih oleh 21 atlet muda yang sebagian besar masih duduk di bangku sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Mereka tampil dalam kompetisi marching arts tingkat Asia dengan membawa nama Indonesia di tengah persaingan peserta dari berbagai negara. Keberhasilan tersebut menjadi hasil dari latihan panjang, kedisiplinan, serta kerja sama antara para peserta, pelatih, pimpinan kontingen, orang tua, dan pihak sekolah.

Harmonie Swara Indonesia Raih Medali Emas

Dalam kompetisi yang berlangsung pada 4 hingga 13 September 2026, Harmonie Swara Indonesia menunjukkan penampilan terbaiknya pada kategori Ensemble Melodica Junior Division. Skor 92,450 yang diperoleh menjadi dasar bagi dewan juri untuk memberikan medali emas dengan predikat high gold.

Asian Music Games dikenal sebagai salah satu kejuaraan marching arts bergengsi di kawasan Asia. Ajang tahunan tersebut mempertandingkan sejumlah cabang, di antaranya marching band, drumline, dan colour guard. Pada penyelenggaraan tahun ini, kompetisi digelar di beberapa arena di Kuala Lumpur, termasuk Stadium Titi Wangsa dan Stadium Bola Sepak Cheras.

Bagi Indonesia, kemenangan ini menjadi pencapaian penting karena diraih oleh para atlet muda yang masih berusia di bawah 12 tahun. Mereka mampu memperlihatkan permainan yang harmonis dan terkoordinasi dalam kompetisi internasional.

Latihan Intensif Selama Enam Bulan

Raihan medali emas tersebut tidak diperoleh secara instan. Sebanyak 21 peserta menjalani latihan intensif selama enam bulan sebagai persiapan menghadapi Asian Music Games 2026. Para peserta berasal dari sejumlah sekolah di Jakarta, antara lain SDN Rawamangun 12, SDN Menteng 01, SDN Menteng 02, SD Pelita, SDN Cipinang 01, SMPN 216, dan SMPN 107.

Selama masa persiapan, mereka tidak hanya berlatih memainkan alat musik. Para siswa juga ditempa untuk meningkatkan ketepatan nada, menjaga tempo, membangun kedisiplinan, serta mempersiapkan mental agar dapat tampil tenang di hadapan dewan juri.

Proses latihan tersebut berlangsung di bawah arahan pelatih Eryck Agustinus dan pimpinan kontingen Dewi Permatasari. Keduanya berperan dalam mempersiapkan para peserta agar mampu menampilkan permainan yang kompak dan sesuai dengan tuntutan kompetisi.

Tantangan Menyatukan Ritme Para Peserta

Pelatih Eryck Agustinus mengungkapkan bahwa tantangan terbesar dalam persiapan bukan hanya mengajarkan alunan musik kepada para peserta. Tantangan utama ialah menyatukan ritme permainan 21 anak agar dapat tampil sebagai satu kesatuan di panggung internasional.

“Yang paling penting bukan hanya bagaimana mereka bisa memainkan lagu, tetapi bagaimana 21 anak ini bisa bermain sebagai satu kesatuan. Mereka harus belajar mendengar satu sama lain, menjaga tempo, disiplin, dan tetap tenang,” ujar Eryck melalui keterangan resminya, Senin (8/9).

Menurut Eryck, kemampuan setiap peserta untuk saling mendengar menjadi bagian penting dalam penampilan ensemble. Keselarasan permainan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh konsistensi seluruh anggota dalam menjaga tempo dan mengikuti ritme bersama.

Ia menegaskan, medali emas yang diraih merupakan buah dari konsistensi latihan para siswa. Dukungan penuh dari orang tua dan pihak sekolah juga disebut memiliki peran penting dalam membantu peserta menjalani proses persiapan selama enam bulan.

Perjuangan Siswa Berbuah Gold Medal

Kebanggaan atas kemenangan tersebut turut dirasakan Gio, siswa kelas 5 SDN Rawamangun 12 yang menjadi salah satu anggota tim. Ia menceritakan bahwa dirinya bersama teman-teman harus berulang kali memperbaiki kesalahan tempo selama latihan.

Perbaikan secara terus-menerus dilakukan agar seluruh anggota mampu memainkan bagian masing-masing secara kompak. Proses tersebut akhirnya membuahkan hasil ketika nama Harmonie Swara Indonesia diumumkan sebagai peraih medali emas.

“Waktu diumumkan mendapat Gold Medal, saya surprise banget karena latihan kami selama enam bulan akhirnya terbayar,” kata Gio.

Kesimpulan

Keberhasilan Harmonie Swara Indonesia menjuarai kategori Ensemble Melodica Junior Division di Asian Music Games 2026 menjadi bukti bahwa latihan yang konsisten, kedisiplinan, dan kekompakan mampu menghasilkan prestasi di tingkat internasional. Dengan skor 92,450 dan predikat high gold, 21 atlet muda tersebut berhasil mengharumkan nama Indonesia di Kuala Lumpur.

Capaian ini sekaligus menunjukkan pentingnya dukungan pelatih, sekolah, dan keluarga dalam membina kemampuan serta mental anak-anak sejak usia dini. Prestasi tersebut dapat menjadi pengalaman berharga bagi para peserta untuk terus mengembangkan kemampuan bermusik dan menjaga semangat berkompetisi pada kesempatan berikutnya.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment