Insidious: Out of the Further Raih Skor Rendah dari Kritikus, tetapi Disukai Penonton

Insidious: Out of the Further belum berhasil mendapatkan sambutan positif dari mayoritas kritikus sejak dirilis pada 19 Agustus 2026. Film horor keenam dalam saga Insidious tersebut memperoleh nilai yang relatif rendah di Rotten Tomatoes, meski tetap mencatatkan posisi sebagai film dengan skor kritikus terbaik kedua dalam waralaba tersebut.

Hasil ini menunjukkan adanya perbedaan pandangan antara kritikus dan penonton. Di satu sisi, para kritikus menilai film ini masih berkutat pada formula lama dan tidak menawarkan perkembangan berarti bagi penggemar lama. Di sisi lain, penonton memberikan penilaian yang lebih baik terhadap film yang menjadi sekuel sekaligus awal baru bagi waralaba tersebut.

Skor Kritikus Insidious: Out of the Further

Berdasarkan data Rotten Tomatoes per Senin (24/8), Insidious: Out of the Further mendapatkan skor Tomatometer sebesar 57 persen dari 96 kritikus. Nilai tersebut belum cukup untuk masuk kategori penilaian yang dianggap “lumayan” di laman agregator ulasan film tersebut.

Meski tergolong rendah, skor 57 persen masih menempatkan film garapan Jacob Chase itu di posisi kedua terbaik dalam seluruh saga Insidious. Rekor tertinggi masih dipegang film pertama, Insidious (2011), yang memperoleh skor 66 persen.

Sementara itu, skor terendah dalam waralaba ini dicatat oleh film keempat, Insidious: The Last Key (2018). Film tersebut hanya mendapatkan nilai 34 persen dari kritikus di Rotten Tomatoes.

Penonton Memberikan Penilaian Lebih Positif

Berbeda dari kritikus, penonton memberikan respons yang lebih baik terhadap Insidious: Out of the Further. Film ini memperoleh skor Popcornmeter sebesar 70 persen berdasarkan penilaian dari lebih dari 500 akun terverifikasi.

Perbedaan skor tersebut memperlihatkan bahwa film ini masih memiliki daya tarik bagi sebagian penonton, terutama mereka yang baru mengenal waralaba Insidious. Namun, respons tersebut tidak sepenuhnya sejalan dengan pandangan kritikus yang telah mengikuti perkembangan saga ini sejak film pertamanya.

Dinilai Lebih Cocok untuk Penonton Baru

Sejumlah kritikus menilai film keenam ini kemungkinan dapat memberikan pengalaman menegangkan bagi penonton baru. Akan tetapi, bagi penggemar yang telah menyaksikan lima film sebelumnya, Insidious: Out of the Further dianggap tidak menghadirkan perubahan besar.

Film ini dinilai masih mengandalkan teror yang berputar di lingkungan rumah, dengan pola cerita yang dianggap familier dan repetitif. Brandon Yu dari New York Times menyebut waralaba tersebut telah terjebak dalam situasinya sendiri sejak film pertama menjadi sensasi horor beranggaran rendah 12 tahun lalu.

Johnny Oleksinski dari New York Post menilai film ini sebenarnya memiliki sejumlah momen yang mampu memacu adrenalin, baik secara visual maupun psikologis. Namun, menurutnya, pengalaman tersebut terganggu oleh penjelasan cerita yang dianggap tidak masuk akal.

Kritik serupa disampaikan Tim Grierson dari Los Angeles Times. Ia menilai Insidious sebelumnya terasa hidup karena berhasil mengeksplorasi dunia yang dihuni oleh arwah-arwah, sedangkan film-film terbaru dalam saga ini dinilai kehilangan energi tersebut.

Kritik terhadap Formula dan Eksekusi Film

Meagan Navarro dari Bloody Disgusting mengatakan film keenam ini mungkin masih mampu membuat penonton baru merasa takut. Namun, bagi penonton lama, film tersebut terasa seperti perjalanan singkat melewati rumah hantu yang sudah dikenal dan cenderung berulang.

Sementara itu, Scott Tobias dari Guardian mengkritik pendekatan Jacob Chase yang dianggap terlalu serius dalam menangani materi cerita. Menurutnya, hal tersebut membuat film berubah menjadi tontonan yang kacau, dengan efek visual yang dinilai buruk serta metode pengusiran hantu yang terasa dibuat secara mendadak.

Selain persoalan cerita dan eksekusi, film ini juga disebut memiliki unsur visual yang mungkin terasa lebih mengganggu bagi sebagian penonton. Pengambilan gambar dengan teknik extreme close-up dan adegan kekerasan menjadi beberapa elemen yang perlu diperhatikan, terutama bagi penonton yang sensitif terhadap jenis visual tersebut.

Sekuel Sekaligus Awal Baru Waralaba

Insidious: Out of the Further diposisikan sebagai sekuel sekaligus awal baru dalam saga Insidious. Sebagian besar pemeran dalam film ini merupakan wajah baru, berbeda dari sejumlah film sebelumnya yang masih menghadirkan karakter dan pemain yang telah dikenal penonton.

Perubahan juga terlihat di balik layar. Film ini ditulis dan disutradarai oleh Jacob Chase, yang sebelumnya dikenal melalui film Come Play (2020). Chase mengembangkan naskah berdasarkan cerita yang dibahasnya bersama David Leslie Johnson-McGoldrick.

David Leslie Johnson-McGoldrick dikenal melalui keterlibatannya dalam sejumlah film, termasuk Orphan (2009), The Conjuring 2 (2016), The Conjuring: The Devil Made Me Do It (2021), dan The Conjuring: Last Rites (2025).

Di jajaran produser, salah satu kreator Insidious, Leigh Whannell, bekerja bersama Oren Peli, James Wan, dan Jason Blum. Keterlibatan nama-nama tersebut tetap menghubungkan film ini dengan fondasi kreatif waralaba sebelumnya, meski posisi penulis, sutradara, dan sebagian besar pemain mengalami perubahan.

Kesimpulan

Insidious: Out of the Further menghadapi tantangan dari ulasan kritikus yang menilai film ini masih terjebak dalam formula lama. Skor Tomatometer 57 persen memang lebih baik dibandingkan beberapa film lain dalam saga tersebut, tetapi masih berada di bawah film pertama yang meraih 66 persen.

Di tengah kritik terhadap cerita yang repetitif, penjelasan yang dianggap tidak masuk akal, serta efek visual dan eksekusi yang dinilai kurang kuat, penonton tetap memberikan respons yang lebih positif dengan skor Popcornmeter 70 persen. Perbedaan ini menunjukkan bahwa film tersebut masih berpotensi menarik bagi penonton baru, meski belum tentu memuaskan penggemar lama. Ke depan, penerimaan dari dua kelompok penonton ini akan menjadi gambaran penting terhadap keberhasilan pendekatan baru yang ditawarkan waralaba Insidious.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment