Niu Lai, Animasi China yang Awalnya Dicibir Kini Menjadi Fenomena Box Office

Niu Lai atau The Arrival of the Ox, film animasi independen asal China, mendadak menjadi sorotan setelah mencatat lonjakan penonton di bioskop. Film dengan visual sederhana dan sempat menuai kritik tajam itu justru mampu menarik perhatian publik hingga bersaing dengan film blockbuster Hollywood seperti Spider-Man: Brand New Day dan The Odyssey garapan Christopher Nolan.

Perjalanan Niu Lai di bioskop tidak berlangsung mulus. Sejak pertama kali dirilis, film tersebut menjadi sasaran cibiran penonton dan kritikus film. Kualitas animasinya dianggap kasar, kaku, serta terlihat patah-patah. Alur ceritanya pun dinilai canggung dan membingungkan dalam menyampaikan pesan utama.

Niu Lai Sempat Dicibir karena Visual dan Ceritanya

Niu Lai berkisah tentang petualangan seekor anak sapi yang berusaha menjadi seorang pejuang. Dalam perjalanan tersebut, ia ditemani seekor burung skylark. Cerita film ini sebenarnya menyelipkan pesan mengenai keberanian dan pengorbanan.

Namun, pesan tersebut dianggap tidak tersampaikan dengan baik oleh sebagian penonton. Alur yang dinilai canggung membuat makna cerita terasa sulit dipahami. Kritik juga diarahkan pada aspek teknis, terutama kualitas animasi dan pengisi suara.

Surat kabar Beijing News, seperti diberitakan Channel News Asia pada Selasa (18/8), menyebut animasi Niu Lai tampak patah-patah. Pengisi suara dalam film itu juga dinilai terdengar canggung. Berbagai ulasan negatif tersebut sempat membuat film animasi independen itu terancam tenggelam di tengah persaingan box office China.

Pendapatan Melonjak Berkat Rasa Penasaran Penonton

Dalam 10 hari pertama penayangannya di China, Niu Lai hanya mengumpulkan pendapatan sekitar 7.700 yuan atau setara Rp20,4 juta. Angka tersebut membuatnya menyandang predikat sebagai film animasi berpendapatan terendah pada tahun ini.

Akan tetapi, situasi berubah secara drastis ketika memasuki akhir pekan. Cibiran yang beredar di media sosial, kemunculan berbagai meme, serta rasa penasaran warganet justru mendorong masyarakat untuk menonton film tersebut secara langsung di bioskop.

Data platform tiket Maoyan mencatat Niu Lai berhasil meraih pendapatan sebesar 5,6 juta yuan atau sekitar Rp14,84 miliar hanya dalam satu hari pada Minggu (16/8). Maoyan juga memproyeksikan total pendapatan film itu dapat menembus 18,4 juta yuan atau sekitar Rp48,76 miliar selama masa tayang satu bulan.

Bersaing dengan Film Hollywood

Pencapaian tersebut tergolong fenomenal karena Niu Lai harus berhadapan dengan film-film besar Hollywood. Kehadiran Spider-Man: Brand New Day dan The Odyssey bahkan sempat membuat sejumlah produksi film besar China menunda jadwal penayangan mereka di bioskop.

Di tengah dominasi film beranggaran besar dan produksi dengan teknologi tinggi, keberhasilan Niu Lai memperlihatkan bahwa perhatian penonton dapat muncul dari faktor yang tidak terduga. Film yang sempat dianggap buruk justru memperoleh momentum setelah menjadi bahan pembicaraan di internet.

Dibuat Manual oleh Dua Orang

Salah satu faktor yang diduga memicu popularitas Niu Lai adalah proses produksinya. Film tersebut dibuat secara manual oleh manusia ketika industri hiburan China sedang gencar memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau AI.

Sejumlah start-up lokal di China mulai menggunakan AI untuk memproduksi konten secara massal dan cepat. Berbeda dari tren tersebut, Niu Lai disebut sepenuhnya dikerjakan secara manual oleh dua orang, yakni Xin Yumeng sebagai sutradara dan Sun Lifang sebagai penulis naskah.

Sun Lifang juga merangkap sebagai pengisi seluruh suara karakter dalam film tersebut. Keterbatasan jumlah kru dan proses produksi manual itu membuat Niu Lai tampil dengan gaya yang sangat sederhana. Meski awalnya menjadi alasan film tersebut dicibir, karakteristik tersebut pada akhirnya menjadi daya tarik tersendiri.

Kesimpulan

Kisah Niu Lai menunjukkan bagaimana kritik dan cibiran di media sosial dapat berubah menjadi promosi tidak langsung. Dari film animasi yang hampir tenggelam karena pendapatan rendah, Niu Lai berkembang menjadi fenomena unik di box office China berkat meme dan rasa penasaran publik.

Keberhasilan ini juga memperlihatkan bahwa karya yang dibuat dengan sumber daya terbatas masih dapat menarik perhatian luas, terutama ketika memiliki keunikan yang membedakannya dari produksi arus utama. Ke depan, Niu Lai berpotensi terus dikenang sebagai contoh film independen yang mampu mengubah respons negatif menjadi lonjakan penonton.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment